Balita di Karawang Disiksa Pacar Ibunya: Lidah Dijepit Tang Hingga Sobek

Table of Contents

Ibu di Karawang Tak Sangka Pacarnya Sesadis Itu: Lidah Anak Dijepit Tang dan Ditarik sampai Sobek


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kasus penganiayaan berat menimpa seorang balita berusia 2,5 tahun di Karawang, Jawa Barat. Korban mengalami penyiksaan sadis oleh kekasih ibunya yang berinisial I (30) di sebuah kamar hotel pada Sabtu (14/2/2026) dini hari.

Ibu korban, IP (20), mengungkapkan rasa tidak percaya atas tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh pria yang baru dipacarinya selama tiga bulan tersebut. Pelaku yang berprofesi sebagai sopir ekspedisi ini diduga menggunakan alat pertukangan untuk melukai korban.

Modus Manipulatif Pelaku di Kamar Hotel

Penyiksaan terjadi saat IP meninggalkan anaknya yang sedang tertidur di dalam kamar untuk membeli makanan. Pelaku sengaja bersandiwara mengeluh sakit perut agar sang ibu segera keluar meninggalkan mereka berdua.

"Pelaku bilang sakit perut dan belum makan, saya percaya saja dan keluar sebentar," ujar IP saat ditemui di RSUD Karawang. Namun, saat kembali ke kamar, IP mendapati lampu dalam kondisi padam dan pelaku terlihat sibuk menyapu bercak darah di wajah anaknya.

Modus Manipulatif Pelaku di Kamar Hotel

Temuan Tang dan Jarum di Bawah Kasur

Meski pelaku berdalih korban hanya terjatuh, IP menaruh kecurigaan besar karena tidak menemukan jejak darah di lantai hotel. Kecurigaan tersebut terbukti saat ia memeriksa kolong kasur dan menemukan benda-benda mengerikan.

Di lokasi tersebut, IP menemukan sebuah tang yang diduga digunakan untuk menjepit dan menarik lidah korban hingga sobek. Selain itu, ditemukan pula jarum berukuran besar serta kain hitam yang diduga menjadi alat penyiksaan lainnya.

"Lidah anak saya sobek karena dijepit dan ditarik pakai tang, matanya juga dipukul," ungkap IP dengan nada getir. Akibat hantaman benda tumpul tersebut, mata korban dilaporkan mengalami luka serius dan pembengkakan.

Rekam Jejak Kekerasan Berulang

Berdasarkan pengakuan IP, peristiwa ini ternyata merupakan kali ketiga sang anak mengalami kekerasan fisik dari pelaku. Sebelumnya, ia sempat menemukan luka bekas gigitan di tangan dan bengkak di bagian rusuk bawah anaknya.

Selama ini pelaku selalu berhasil mengelak dan bersikap manipulatif, bahkan sempat bersujud untuk meyakinkan IP bahwa ia tidak bersalah. Saat ini, kasus tersebut telah menjadi perhatian publik dan pihak berwenang di Karawang guna proses hukum lebih lanjut.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...