Atalia Praratya Soroti Program Makan Bergizi Gratis Belum Jangkau Sekolah Rakyat Cirebon

Table of Contents

RRI.co.id - Atalia Soroti MBG Belum Jangkau SR di Cirebon


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indonesia, RRI.co.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menyoroti belum meratanya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon. Berdasarkan temuan di lapangan, program unggulan pemerintah tersebut terpantau belum menjangkau siswa di Sekolah Rakyat (SR).

Kondisi ini menjadi perhatian serius Atalia saat melakukan kunjungan kerja di Cirebon pada Kamis, 12 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi siswa bukan sekadar program tambahan, melainkan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak.

Urgensi Gizi untuk Kelompok Rentan

Dalam keterangan tertulis yang diterima RRI pada Sabtu (14/2/2026), Atalia menyatakan bahwa siswa Sekolah Rakyat seharusnya menjadi prioritas utama. Hal ini dikarenakan mayoritas siswa berasal dari keluarga prasejahtera yang sangat membutuhkan asupan gizi berkualitas.

“Program MBG diharapkan segera menjangkau Sekolah Rakyat di Cirebon, karena ternyata program itu belum masuk ke sini,” ujar Atalia. Menurutnya, intervensi gizi yang tepat akan berdampak langsung pada peningkatan konsentrasi belajar serta kesehatan fisik para siswa.

Atalia menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan gizi terhadap kelompok rentan di masyarakat. Hal ini bertujuan agar kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah umum dan sekolah rintisan tidak semakin melebar di masa depan.

Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah

Selain persoalan asupan nutrisi, legislator ini juga mencermati keterbatasan infrastruktur di Sekolah Rakyat Cirebon. Saat ini, lembaga tersebut masih berstatus rintisan dan memanfaatkan lahan milik SMP Negeri 18 Kota Cirebon dalam operasionalnya.

Penggunaan fasilitas bersama ini berdampak pada terbatasnya ruang belajar serta sarana pendukung lainnya. Atalia mencatat kebutuhan mendesak seperti penambahan jumlah toilet dan penyediaan ruang tidur yang lebih memadai bagi para siswa di sana.

“Menurut saya program ini sangat-sangat penting untuk diberikan kepada anak-anak ini, karena mereka harus mendapatkan asupan gizi yang terbaik,” tambahnya. Ia menilai pemenuhan fasilitas dasar harus berjalan beriringan dengan implementasi program MBG.

Apresiasi terhadap Jaring Sosial Pendidikan

Meski menghadapi banyak kekurangan fisik, Atalia memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi Sekolah Rakyat sebagai jaring pengaman sosial. Lembaga ini dianggap berhasil memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di wilayah Cirebon.

“Kami tetap mengapresiasi, karena apa? Paling tidak, ini jaring sosialnya tetap terlaksana,” ucapnya dengan nada optimis. Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat memberikan perhatian lebih untuk memperkuat sekolah-sekolah alternatif seperti ini.

Atalia memungkasi bahwa dukungan terhadap Sekolah Rakyat harus dilakukan secara paralel dan berkelanjutan. Penguatan infrastruktur dan pemberian Makan Bergizi Gratis adalah dua aspek krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan produktif.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Atalia Praratya melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Cirebon?

Atalia Praratya melakukan kunjungan kerja pada hari Kamis, 12 Februari 2026.

Mengapa Sekolah Rakyat di Cirebon belum mendapatkan program MBG?

Berdasarkan temuan Atalia, program tersebut belum menjangkau institusi tersebut meskipun siswanya merupakan kelompok prioritas dari keluarga prasejahtera.

Fasilitas apa saja yang dianggap kurang memadai di Sekolah Rakyat Cirebon?

Fasilitas yang disoroti antara lain keterbatasan ruang belajar, jumlah toilet yang minim, serta ketiadaan ruang tidur yang memadai.

Di mana lokasi Sekolah Rakyat Cirebon saat ini?

Sekolah Rakyat tersebut saat ini masih memanfaatkan lahan milik SMP Negeri 18 Kota Cirebon.



Ditulis oleh: Budi Santoso

Baca Juga

Loading...