AS dan Israel Mulai Operasi Tempur Besar di Iran, Trump Serukan Perubahan Rezim

Table of Contents
U.S., Israel Begin 'Major Combat Operations' in Iran as Trump Calls for Regime Change
AS dan Israel Mulai Operasi Tempur Besar di Iran, Trump Serukan Perubahan Rezim

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan dimulainya operasi tempur besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan video berdurasi delapan menit di platform Truth Social langsung dari kediamannya.

Trump menyatakan bahwa tujuan utama dari agresi militer ini adalah untuk melindungi rakyat Amerika dengan mengeliminasi ancaman dari rezim Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi menoleransi tindakan yang ia sebut sebagai teror massal di kawasan tersebut.

Latar Belakang dan Justifikasi Serangan AS

Dalam pidatonya, Trump merinci berbagai keluhan historis terhadap Iran, mulai dari krisis sandera 1979 hingga pengeboman barak Marinir di Lebanon. Ia juga mengaitkan keterlibatan proksi Iran dalam serangan Hamas ke Israel yang terjadi pada 7 Oktober 2023 lalu.

Program nuklir Iran menjadi fokus krusial lainnya yang melandasi keputusan serangan masif ini dilakukan oleh pihak Gedung Putih. Trump mengklaim bahwa Teheran telah menolak setiap kesempatan untuk menghentikan ambisi nuklir mereka meskipun ada kesepakatan internasional sebelumnya.

Operasi militer ini menargetkan penghancuran total terhadap industri rudal dan kekuatan angkatan laut yang dimiliki oleh militer Iran. Trump berjanji akan memastikan bahwa rezim tersebut tidak akan pernah berhasil memperoleh senjata nuklir di masa depan.

Keterlibatan Israel dan Eskalasi Regional

Latar Belakang dan Justifikasi Serangan AS

Bersamaan dengan langkah Amerika, Israel juga meluncurkan serangan pre-emptif yang diklaim bertujuan untuk menghapus ancaman langsung terhadap kedaulatan mereka. Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa operasi ini telah direncanakan selama berbulan-bulan dengan koordinasi ketat bersama Washington.

Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rentetan rudal balistik yang menyasar berbagai wilayah penting di dalam wilayah Israel. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan bahwa pertahanan udara mereka sedang bekerja keras menghalau serangan balasan tersebut.

Eskalasi pun meluas setelah Menteri Luar Negeri Iran mengancam akan menargetkan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah. Kantor berita Fars melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas AS di Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Bahrain.

Seruan Perubahan Rezim dan Kondisi Terkini

Trump secara terbuka menyerukan kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan kepolisian Iran untuk segera meletakkan senjata mereka. Ia menawarkan imunitas penuh bagi mereka yang menyerah, namun mengancam hukuman mati bagi mereka yang terus melakukan perlawanan.

Lebih lanjut, Presiden ke-45 AS tersebut mendesak rakyat Iran untuk bangkit dan mengambil alih pemerintahan setelah operasi militer selesai. Trump menyatakan bahwa momen kebebasan bagi warga Iran kini telah berada di depan mata mereka semua.

Saat ini, Trump dilaporkan sedang memantau perkembangan situasi konflik dari resor Mar-a-Lago bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Laporan terbaru mengonfirmasi adanya serangan rudal yang menghantam Armada Kelima Angkatan Laut AS di pangkalan militer Bahrain.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa alasan utama Donald Trump meluncurkan operasi militer ke Iran?

Trump menyatakan tujuannya adalah untuk mengeliminasi ancaman nuklir, merespons terorisme proksi, dan membalas berbagai keluhan historis terhadap rezim Iran.

Negara mana saja yang terlibat dalam koordinasi serangan ini?

Operasi ini dilakukan melalui koordinasi erat antara Amerika Serikat dan Israel, dengan dukungan informasi dari sekutu regional.

Bagaimana respons Iran terhadap serangan Amerika dan Israel?

Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel dan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Di mana pimpinan militer AS memantau operasi tempur ini?

Presiden Trump bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan memantau situasi dari Mar-a-Lago, Florida.



Ditulis oleh: Rina Wulandari

Baca Juga

Loading...