Angin Puting Beliung Terjang Indramayu, 60 Rumah di 4 Desa Rusak

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sebanyak 60 rumah warga yang tersebar di empat desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan rusak akibat terjangan angin puting beliung pada Senin (23/2/2026) dini hari. Peristiwa alam ini terjadi dalam rentang waktu yang singkat namun memicu kerusakan bangunan serta menumbangkan sejumlah pohon di pemukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu mengonfirmasi bahwa bencana berlangsung antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu, Agus Yani, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini bergerak sangat cepat dari satu titik ke titik lainnya.
"Rusaknya rumah warga ini dipicu hujan dan angin kencang yang bergerak dari arah barat ke timur," ujar Agus Yani saat memberikan keterangan resmi kepada media. Ia menambahkan bahwa selain berdampak pada hunian, terjangan angin tersebut juga mengakibatkan banyak pohon tumbang yang sempat mengganggu akses jalan desa.
Daftar Desa Terdampak dan Sebaran Kerusakan
Berdasarkan hasil asesmen tim reaksi cepat di lapangan, kondisi kerusakan terparah terjadi di Desa Terusan, Kecamatan Sindang. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 19 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian struktur atap dan genteng.
Kondisi yang tidak kalah memprihatinkan juga terlihat di Desa Pamayahan, Kecamatan Lohbener, dengan total 17 rumah yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, dua rumah dikategorikan rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan sisanya mengalami kerusakan tingkat ringan.
Sementara itu, di Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, dilaporkan sebanyak 15 rumah warga mengalami kerusakan fisik akibat terjangan angin kencang. Tidak hanya hunian, atap balai desa setempat juga dilaporkan terdampak serta robohnya sebuah papan reklame besar di depan kantor desa.
Fasilitas pendidikan dan rumah ibadah juga tidak luput dari terjangan puting beliung, di mana atap masjid serta pintu kelas di SDN 2 Tugu Kidul mengalami kerusakan. Titik terakhir yang dilaporkan terkena dampak adalah Desa Kalimati di Kecamatan Jatibarang dengan total sembilan rumah warga rusak ringan.
Upaya Penanganan dan Status Siaga Darurat
Hingga Senin siang, petugas BPBD bersama warga setempat telah melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan puing-puing sisa kerusakan bangunan. Seluruh pohon yang sempat tumbang menutup akses transportasi warga juga telah berhasil dievakuasi sepenuhnya oleh tim gabungan.
BPBD Indramayu memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa bencana cuaca ekstrem yang melanda empat kecamatan tersebut. Meski tidak ada korban luka, kerugian materiil warga diperkirakan mencapai angka yang cukup signifikan akibat kerusakan properti.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi melalui Keputusan Bupati Indramayu Nomor 100.3.3.2/Kep.468/BPBD. Status ini mencakup kewaspadaan terhadap ancaman banjir, cuaca ekstrem, serta fenomena abrasi yang kerap mengancam wilayah pesisir.
Agus Yani kembali mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih menghantui wilayah Indramayu dalam beberapa hari ke depan. "Iya, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, untuk itu kami minta masyarakat untuk tetap waspada dan sigap," pungkasnya.