Abdeslam Ouaddou: Misi Sejarah Orlando Pirates Raih Empat Trofi PSL
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pelatih kepala Orlando Pirates, Abdeslam Ouaddou, telah menyatakan ambisinya yang berani untuk mengukir sejarah di Premier Soccer League (PSL) Afrika Selatan. Ia menargetkan untuk menyapu bersih semua empat trofi domestik yang tersedia pada musim kompetisi ini, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Klub raksasa asal Soweto tersebut telah menunjukkan performa impresif di awal musim dengan berhasil mengangkat Piala MTN8 dan Carling Knockout Cup. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi piala mereka, tetapi juga menandai raihan Piala Liga pertama mereka sejak kampanye sukses di musim 2011/12.
Dengan dua gelar bergengsi lainnya, Betway Premiership dan Nedbank Cup, yang masih dalam perebutan, mantan pemain internasional Maroko ini kini membidik "clean sweep". Jika berhasil, Orlando Pirates akan menjadi tim pertama dalam sejarah PSL yang mencapai prestasi monumental ini, mengukir namanya di buku rekor sepak bola Afrika Selatan.
Motivasi di Balik Ambisi Historis
Ouaddou menegaskan bahwa target ini bukan hanya untuk dirinya pribadi, melainkan untuk seluruh elemen tim yang bekerja keras. “Saya pikir ini bukan hanya untuk saya karena saya tidak bermain sendiri, tetapi bagi kami semua ini adalah tantangan yang sangat besar,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Ia menambahkan bahwa sorotan media mengenai belum adanya tim yang pernah mencapai ini justru menjadi pemicu motivasi. Ouaddou ingin para pemainnya memberikan segalanya demi mengukir nama mereka dalam sejarah panjang klub yang penuh kejayaan.
Pelatih berusia 41 tahun ini juga menekankan pentingnya memiliki mentalitas pejuang dan ambisi besar dalam karier sepak bola yang relatif singkat. “Anda harus tertantang dengan hal-hal ini karena sepak bola bergerak begitu cepat,” katanya, mengingatkan bahwa waktu untuk bermain dan menciptakan dampak sangat terbatas.
Dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun karier seorang pesepak bola profesional, Ouaddou mendorong pemainnya untuk berani bermimpi. Ia menasihati mereka untuk "mencoba menjadi ambisius, mencoba meninggalkan nama Anda di klub tempat Anda bermain" sebagai warisan yang tak terhapuskan.
Pelajaran dari Kegagalan Masa Lalu
Untuk menguatkan pesannya, Ouaddou membagikan pengalaman pribadinya dari final Piala Afrika (AFCON) 2004. Ia mengenang bagaimana timnya, Maroko, dianggap sebagai tim terkuat di Afrika saat itu dengan permainan yang fantastis di Tunisia.
Meskipun tampil dominan dan dianggap favorit, Maroko pada akhirnya gagal memenangkan trofi impian tersebut. “Jadi, nama Anda tidak ada di piala, Tunisia yang memenangkan AFCON itu,” jelasnya, menggambarkan betapa pahitnya kegagalan di garis finis.
Pelajaran berharga ini membentuk filosofi kepelatihannya, di mana ia selalu mengingatkan para pemain tentang esensi kemenangan. Ia mengatakan, "gunakan waktu yang Anda miliki untuk bermain, untuk menjadi ambisius dan meninggalkan nama Anda sebagai legenda."
Oleh karena itu, tantangan untuk meraih "clean sweep" musim ini menjadi lebih dari sekadar tujuan, melainkan sebuah kesempatan untuk mengukir warisan. Ouaddou melihat ini sebagai momen krusial bagi setiap pemain untuk menuliskan kisah mereka sendiri.
Langkah Berikutnya: Piala Nedbank
Perjalanan Orlando Pirates menuju potensi sejarah ini akan berlanjut di kompetisi Piala Nedbank. Mereka dijadwalkan akan menghadapi tim divisi tiga, Tshakhuma Tsha Madzivhandila, dalam pertandingan babak 32 besar yang krusial.
Laga penting ini akan berlangsung pada hari Sabtu mendatang di Stadion Moses Mabhida, sebuah arena ikonik yang sering menjadi saksi bisu pertandingan besar. Kemenangan di laga ini menjadi sangat fundamental untuk menjaga mimpi "clean sweep" tetap hidup dan membuka jalan menuju trofi ketiga mereka musim ini.
Ditulis oleh: Agus Pratama