Tiga Ruang Kelas SD di Majalengka Ambruk: Evaluasi dan Penanganan Pasca-Insiden

Table of Contents

Bruk! 3 Ruang Kelas SD di Majalengka Ambruk | IDN Times Jabar


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Musibah menimpa dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka pada Kamis, 8 Januari 2025, ketika tiga ruang kelas di SDN Andir II Kecamatan Jatiwangi tiba-tiba roboh. Insiden ini sontak mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat bangunan tersebut baru saja direhabilitasi beberapa tahun lalu.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, sebuah kabar melegakan di tengah situasi yang mengkhawatirkan. Kejadian nahas ini memicu perhatian serius dari berbagai pihak terkait, mulai dari manajemen sekolah hingga dinas pendidikan setempat.

Kronologi Kejadian Robohnya Ruang Kelas

Plt Kepala Sekolah SDN Andir II, Bapak Aswandi, menjelaskan bahwa insiden ambruknya tiga ruang kelas ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Terdengar suara "gebruk" yang cukup keras, mengindikasikan runtuhnya bagian atap bangunan.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 08.30 WIB, para siswa sempat datang ke sekolah untuk mengambil MBG (Mungkin Bantuan Gempa atau sejenisnya, merujuk pada teks asli yang tidak menjelaskan akronim secara penuh). Alhamdulillah, seluruh siswa telah kembali ke rumah masing-masing saat musibah terjadi, sehingga tidak ada anak-anak yang menjadi korban.

Identifikasi Kerusakan dan Penyebab Awal

Setelah suara gemuruh terdengar, pemeriksaan segera dilakukan dan mengkonfirmasi bahwa atap tiga ruang kelas telah roboh. Ruang kelas yang terdampak adalah kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga.

Dari pantauan di lokasi, material atap baja ringan terlihat ambruk menimpa bangku-bangku di dalam kelas, mengindikasikan kerusakan signifikan. Meskipun dinding-dinding ruangan terlihat masih kokoh berdiri, diduga kuat penyebab ambruknya adalah penyangga atap yang tidak mampu menahan beban genteng.

Usia Bangunan dan Dugaan Beban Berlebih

Bangunan yang ambruk ini ternyata baru direhabilitasi sekitar empat tahun yang lalu, menurut keterangan dari Bapak Aswandi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas atau desain rehab tersebut, terutama terkait kekuatan struktur penyangga atap.

Bapak Aswandi menduga bahwa beban genteng yang terlalu berat mungkin menjadi faktor utama yang membuat rangka atap baja ringan tidak tahan. Analisis lebih lanjut tentu diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya agar tidak terulang di kemudian hari.

Langkah Cepat Penanganan Pasca-Insiden

Merespons kejadian ini, manajemen sekolah segera mengambil langkah darurat untuk memastikan keamanan area. Tali rapia telah dipasang di sekitar bangunan yang ambruk untuk mencegah siswa atau siapa pun mendekati zona berbahaya.

Baca Juga: Uji Publik Pencabutan Investasi Rp171 Miliar di BIJB Kertajati: DPRD Majalengka Bertindak

Selain itu, Bapak Aswandi juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan langsung meneruskan informasi ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka untuk penanganan lebih lanjut. Ini menunjukkan respons cepat dari pihak sekolah dalam menghadapi situasi darurat.

Rencana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Dengan tiga ruang kelas yang tidak dapat digunakan, tantangan besar muncul terkait pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat sekolah kembali masuk minggu depan. Bapak Aswandi menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk mencari solusi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan fasilitas Madrasah Diniyah (MD) yang kebetulan tersedia di dekat sekolah. Koordinasi lebih lanjut dengan Pak Kuwu (Kepala Desa) akan dilakukan untuk mengkondisikan ruang belajar alternatif bagi para siswa.

Respon dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka

Kabid Dikdas Asep Fajar Aliwardhana dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menegaskan komitmen instansinya untuk segera menindaklanjuti insiden ini. Tim Disdik telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan data dan informasi.

Hasil dari cek TKP tersebut akan segera dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah perbaikan kembali bangunan SDN Andir II yang ambruk. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan siswa dan keberlangsungan proses belajar mengajar.

Koordinasi dengan BPBD dan Faktor Cuaca

Pemerintah daerah juga berencana untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah insiden ambruknya bangunan ini berkaitan dengan dampak hidrometeorologi.

Bapak Asep Fajar Aliwardhana menyebutkan bahwa intensitas hujan di Majalengka akhir-akhir ini cukup besar, termasuk sehari sebelum kejadian. Faktor cuaca, meskipun saat kejadian cerah, bisa jadi berkontribusi pada kelelahan struktur bangunan dalam jangka panjang.

Pentingnya Evaluasi Menyeluruh dan Mitigasi

Kejadian ambruknya tiga ruang kelas SDN Andir II ini menjadi pengingat penting akan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur pendidikan. Pemeriksaan berkala dan pemeliharaan yang memadai adalah kunci untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.

Dinas terkait perlu memastikan bahwa standar konstruksi dan bahan yang digunakan dalam rehabilitasi bangunan sekolah memenuhi syarat keamanan dan ketahanan. Ini demi menjamin lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik di Majalengka.

Baca Juga

Loading...