Strategi Pencegahan Banjir: Cirebon dan Kuningan Perkuat Penanaman Pohon Bersama

Table of Contents

RRI.co.id - Pemkab Cirebon–Kuningan Perkuat Penanaman Pohon Cegah Banjir


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama banjir yang kerap melanda wilayah perbatasan. Kedua daerah bersepakat untuk memperkuat program penanaman pohon sebagai langkah strategis mitigasi banjir yang efektif dan berkelanjutan.

Pertemuan penting ini dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari 2026, bertempat di kawasan indah Waduk Dharma, Kabupaten Kuningan. Inisiatif kolaboratif ini menjadi pijakan awal yang krusial untuk mengantisipasi potensi bencana banjir yang kerap melanda daerah-daerah yang saling berbatasan secara geografis.

Urgensi Kolaborasi Lintas Batas: Mengatasi Banjir dari Hulu ke Hilir

Penanganan bencana banjir memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi, mengingat aliran air tidak mengenal batas administrasi pemerintahan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat, secara tegas menekankan pentingnya kerja sama ini karena air mengalir dari wilayah hulu hingga ke hilir tanpa pandang bulu.

Beliau menambahkan bahwa saling menyalahkan bukanlah solusi konstruktif, melainkan mencari upaya preventif yang dapat memberikan manfaat besar secara jangka pendek maupun panjang. Penanaman pohon diyakini sebagai salah satu langkah konkret yang sangat efektif untuk tujuan mitigasi tersebut.

Peran Vital Pohon dalam Mitigasi Banjir: Solusi Cepat dan Berkelanjutan

Ir. Usep Sumirat secara khusus menyoroti penanaman pohon sebagai solusi jangka pendek yang memiliki manfaat sangat besar bagi lingkungan. Pohon berperan vital dalam menyerap kelebihan air hujan ke dalam tanah, menahan erosi tanah yang dapat memicu longsor, dan memperlambat aliran permukaan air sehingga mengurangi risiko banjir bandang.

Fokus utama penanaman diarahkan pada kawasan tengah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang saat ini banyak didominasi permukiman padat dan lahan terbuka kritis. Upaya ini merupakan bagian esensial dari strategi pencegahan banjir di masa mendatang, memastikan terciptanya lingkungan yang lebih aman dan lestari bagi seluruh masyarakat.

Identifikasi Lokasi Prioritas Penanaman Pohon di Wilayah Perbatasan

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan telah mengidentifikasi beberapa alternatif lokasi strategis untuk program penanaman pohon ini guna memaksimalkan dampaknya. Di antaranya adalah kawasan Dukuhpuntang di Kabupaten Cirebon, area Talagarmis, serta bekas lahan galian C di wilayah Cikalahang yang sangat memerlukan rehabilitasi ekologis serius.

Selain itu, wilayah perbatasan timur seperti Waled juga menjadi prioritas sebagai opsi lokasi penanaman pohon, memperluas cakupan area penanggulangan banjir secara komprehensif. Pemilihan lokasi-lokasi ini mempertimbangkan kondisi geografis, tingkat kerapatan penduduk, dan tingkat kerawanan terhadap bencana banjir.

Komitmen Kabupaten Cirebon: Bergerak dalam Satu Kesatuan Ekosistem

Senada dengan pandangan Kabupaten Kuningan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono, menegaskan pentingnya penanganan lingkungan dalam satu kesatuan ekosistem yang utuh. Beliau menyatakan bahwa program penanaman ini tidak dapat diselesaikan secara parsial di satu wilayah saja, melainkan harus melibatkan seluruh ekosistem besar dari hulu hingga hilir.

Kerja sama lintas batas ini dilandasi kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan dan kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama antara kedua pemerintah daerah. Hal ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang interkonektivitas alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis.

Baca Juga: Pusat Kota Cirebon Terendam Banjir Hebat, Kini Berangsur Surut.

Penguatan Kawasan Resapan Air dan Penataan Ruang di Kabupaten Cirebon

Di Kabupaten Cirebon, penanaman pohon akan difokuskan pada wilayah dataran tinggi dan kawasan perbatasan yang memiliki fungsi krusial sebagai daerah resapan air. Area-area ini sangat vital dalam menjaga keseimbangan hidrologi, mengisi kembali cadangan air tanah, dan mencegah genangan air permukaan yang dapat memicu banjir.

Fitroh Suharyono mengungkapkan bahwa salah satu lokasi yang sudah mulai ditanami adalah lahan milik Pemerintah Daerah di kawasan Hutan Kota Batu Baok, Kecamatan Sumber, seluas sekitar satu hektare. Ini menjadi contoh nyata implementasi dari kesepakatan tersebut dan komitmen Pemkab Cirebon.

Beliau juga memastikan bahwa wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon masih dalam kondisi yang cukup baik terkait kawasan resapan air yang ada. Pengelolaan daerah ini terus dijaga ketat sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku, menjamin keberlanjutan fungsi ekologisnya untuk masa depan.

Kawasan resapan air ini tersebar di beberapa lokasi vital, termasuk wilayah Sumber, Dukuhpuntang, Talun, Beber, serta berbagai daerah dataran tinggi lainnya yang memiliki topografi mendukung. Pemeliharaan kawasan-kawasan ini menjadi kunci utama dalam upaya jangka panjang pencegahan banjir dan pelestarian lingkungan.

Membangun Ketahanan Bencana Berkelanjutan Melalui Sinergi

Sinergi erat antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Kuningan ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya membangun ketahanan bencana yang berkelanjutan di wilayah masing-masing. Penanaman pohon bukan hanya sekadar kegiatan fisik penanaman semata, tetapi merupakan investasi strategis jangka panjang untuk lingkungan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Harapannya, kolaborasi efektif ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain di Indonesia dalam penanganan isu lingkungan yang melampaui batas administrasi. Dengan demikian, ancaman banjir dapat diminimalisir secara efektif dan komprehensif melalui pendekatan yang terencana, terkoordinasi, dan berbasis komunitas.

Penulis: Rena Safira, Editor: Dhani Sumpena

Sumber: RRI.CO.ID (LPP RRI), Cirebon.

Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.4-5, Jakarta Pusat.

Telepon: +6221 350 0584, +6221 351 1086



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mengapa penting dalam pencegahan banjir?

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan ekosistem dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air. DAS sangat penting dalam pencegahan banjir karena permasalahan di hulu, seperti deforestasi, akan berdampak langsung pada daerah di hilir, sehingga penanganannya harus komprehensif dari hulu ke hilir.

Mengapa penanaman pohon disebut sebagai 'solusi jangka pendek yang manfaatnya besar' untuk mitigasi banjir?

Penanaman pohon dianggap solusi jangka pendek karena efek penyerapan air dan penguatan tanah oleh akar pohon mulai bekerja relatif cepat setelah penanaman, terutama pada jenis pohon yang cepat tumbuh. Manfaatnya besar karena secara instan dapat mengurangi aliran permukaan, meningkatkan resapan air tanah, dan mencegah erosi, meskipun dampak ekologis penuhnya akan terasa dalam jangka panjang.

Apa perbedaan antara pencegahan banjir dan mitigasi banjir?

Pencegahan banjir berfokus pada langkah-langkah untuk menghentikan banjir agar tidak terjadi sama sekali, misalnya dengan pembangunan tanggul atau normalisasi sungai. Mitigasi banjir adalah upaya untuk mengurangi dampak buruk banjir yang mungkin terjadi, seperti penanaman pohon untuk mengurangi volume air atau peningkatan sistem peringatan dini agar masyarakat dapat bersiap menghadapi potensi bencana.

Mengapa kerja sama antara dua kabupaten (Cirebon dan Kuningan) sangat krusial dalam program pencegahan banjir ini?

Kerja sama lintas daerah sangat krusial karena wilayah administrasi tidak sejalan dengan batas alami suatu ekosistem, seperti Daerah Aliran Sungai (DAS). Banjir yang terjadi di hilir seringkali disebabkan oleh kerusakan lingkungan atau perubahan tata guna lahan di hulu, sehingga koordinasi dan aksi bersama antara kabupaten hulu dan hilir sangat diperlukan untuk solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga

Loading...