Skrining Riwayat Kesehatan BPJS: Deteksi Dini Penyakit & Hidup Sehat
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kesehatan adalah aset paling berharga yang perlu kita jaga sepanjang hidup. Mengetahui status kesehatan kita secara berkala menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit serius.
BPJS Kesehatan menyediakan layanan Skrining Riwayat Kesehatan yang penting dan tentunya gratis 1 kali setahun bagi seluruh pesertanya. Layanan ini dirancang untuk membantu Anda mengidentifikasi risiko penyakit sejak dini dan mendorong gaya hidup sehat.
Apa Itu Skrining Riwayat Kesehatan BPJS?
Skrining Riwayat Kesehatan BPJS adalah serangkaian pertanyaan dan pemeriksaan awal untuk mengidentifikasi potensi risiko penyakit tidak menular (PTM). Proses ini mengumpulkan informasi tentang gaya hidup, riwayat medis pribadi, dan keluarga peserta.
Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan Anda, sehingga langkah pencegahan atau penanganan lebih lanjut dapat dilakukan sesegera mungkin.
Mengapa Skrining Ini Penting untuk Anda?
Deteksi dini penyakit merupakan strategi paling efektif untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup. Banyak penyakit kronis seringkali tidak menunjukkan gejala di tahap awal.
Dengan skrining rutin, Anda dapat mengetahui potensi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, jantung, atau ginjal sebelum kondisinya memburuk. Ini membantu dalam merencanakan intervensi dan perubahan gaya hidup yang diperlukan.
Penyakit Apa Saja yang Terdeteksi?
Skrining Riwayat Kesehatan BPJS fokus pada identifikasi risiko empat jenis penyakit tidak menular yang umum. Penyakit-penyakit tersebut meliputi Diabetes Mellitus, Hipertensi, Jantung Koroner, dan Gagal Ginjal Kronis.
Meskipun bukan diagnosis definitif, hasil skrining akan memberikan indikasi awal apakah Anda memiliki faktor risiko tinggi terhadap penyakit-penyakit tersebut.
Cara Melakukan Skrining Riwayat Kesehatan BPJS
Melakukan skrining ini sangatlah mudah dan dapat diakses oleh semua peserta BPJS Kesehatan. Anda memiliki dua pilihan utama untuk melaksanakan skrining kesehatan ini.
Kedua cara ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi Anda, baik secara daring maupun luring.
Melalui Aplikasi Mobile JKN
Pilihan pertama adalah melalui aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh di ponsel pintar Anda. Setelah masuk, cari menu 'Skrining Riwayat Kesehatan' dan ikuti petunjuk yang ada.
Baca Juga: Waspada! Meningitis Mematikan, Tapi Ada Penyelamatnya: Vaksin Jadi Kunci Pencegahan Efektif!
Anda akan diminta mengisi kuesioner singkat mengenai riwayat kesehatan dan gaya hidup Anda secara jujur dan lengkap.
Melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
Alternatif kedua adalah dengan mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat Anda terdaftar. Ini bisa berupa Puskesmas, klinik pratama, atau dokter keluarga.
Sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin melakukan Skrining Riwayat Kesehatan, dan mereka akan memandu Anda melalui prosesnya.
Apa yang Terjadi Setelah Skrining?
Setelah Anda selesai mengisi kuesioner, sistem akan secara otomatis memberikan penilaian risiko kesehatan Anda. Hasil ini akan menunjukkan apakah Anda memiliki risiko rendah, sedang, atau tinggi terhadap penyakit tertentu.
Jika terdeteksi risiko sedang atau tinggi, Anda akan disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di FKTP Anda untuk pemeriksaan fisik dan penanganan yang lebih mendalam.
Manfaat Jangka Panjang dari Skrining Rutin
Melakukan skrining secara rutin setiap tahun bukan hanya tentang deteksi dini, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk terus memantau perubahan kondisi tubuh.
Dengan demikian, Anda dapat mengambil langkah proaktif dalam mengubah gaya hidup, menjaga pola makan, dan berolahraga secara teratur untuk mencegah perkembangan penyakit.
Siapa yang Seharusnya Melakukan Skrining Ini?
Semua peserta BPJS Kesehatan yang berusia 15 tahun ke atas sangat dianjurkan untuk mengikuti skrining ini. Ini terutama penting bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit kronis atau gaya hidup kurang sehat.
Jangan menunda, manfaatkan kesempatan gratis ini untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi tubuh Anda dan mengambil kendali atas kesehatan Anda.
Membangun Indonesia Lebih Sehat Bersama BPJS Kesehatan
Skrining Riwayat Kesehatan adalah salah satu pilar penting dalam upaya BPJS Kesehatan mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Ini adalah langkah nyata menuju layanan kesehatan yang lebih fokus pada pencegahan.
Mari bersama-sama aktif menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan memanfaatkan fasilitas skrining ini. Kesehatan Anda adalah prioritas, dan BPJS Kesehatan siap mendukung perjalanan sehat Anda.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah Skrining Riwayat Kesehatan BPJS ini benar-benar gratis?
Ya, Skrining Riwayat Kesehatan BPJS ini sepenuhnya gratis bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan. Anda dapat melakukannya satu kali dalam setahun tanpa dipungut biaya.
Berapa kali saya bisa melakukan skrining ini dalam setahun?
Peserta BPJS Kesehatan berhak melakukan Skrining Riwayat Kesehatan sebanyak 1 (satu) kali dalam setahun. Ini merupakan upaya pencegahan dan deteksi dini yang rutin.
Siapa saja yang wajib melakukan Skrining Riwayat Kesehatan ini?
Semua peserta BPJS Kesehatan yang berusia minimal 15 tahun ke atas sangat dianjurkan untuk melakukan skrining ini. Ini termasuk mereka yang merasa sehat sekalipun, karena banyak penyakit tidak menunjukkan gejala awal.
Penyakit apa saja yang bisa dideteksi melalui skrining ini?
Skrining ini fokus pada identifikasi risiko terhadap empat penyakit tidak menular utama, yaitu Diabetes Mellitus, Hipertensi (tekanan darah tinggi), Penyakit Jantung Koroner, dan Gagal Ginjal Kronis.
Apa yang harus saya lakukan jika hasil skrining menunjukkan risiko tinggi?
Jika hasil skrining Anda menunjukkan risiko sedang atau tinggi, Anda akan disarankan untuk segera berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Anda untuk pemeriksaan fisik dan tindak lanjut yang sesuai.
Apakah saya bisa melakukan skrining langsung di rumah sakit?
Skrining Riwayat Kesehatan umumnya dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN atau di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau klinik. Jika hasil skrining di FKTP memerlukan rujukan, baru Anda akan diarahkan ke rumah sakit.