Skrining BPJS Kesehatan: Wajib atau Anjuran? Pahami Manfaat Pentingnya!

Table of Contents

skrining bpjs wajib atau tidak


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - BPJS Kesehatan telah menjadi pilar utama dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu program penting yang ditawarkan adalah skrining kesehatan, seringkali menimbulkan pertanyaan apakah ini merupakan kewajiban atau sekadar anjuran.

Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai skrining BPJS Kesehatan, mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara melakukannya secara praktis.

Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan?

Skrining BPJS Kesehatan adalah upaya deteksi dini untuk mengetahui risiko penyakit tertentu pada peserta BPJS Kesehatan. Program ini dirancang untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan sebelum munculnya gejala yang parah, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Fokus skrining ini umumnya pada penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, ginjal, dan kanker.

Wajibkah Melakukan Skrining BPJS Kesehatan?

Pertanyaan apakah skrining BPJS Kesehatan itu wajib seringkali muncul di benak masyarakat. Secara regulasi, skrining ini tidak bersifat “wajib” dalam artian ada sanksi jika tidak dilakukan, namun sangat “dianjurkan” bagi seluruh peserta.

BPJS Kesehatan sendiri menyediakan layanan skrining ini secara gratis 1 kali setahun sebagai bentuk upaya promotif dan preventif.

Manfaat Skrining untuk Kesehatan Optimal Anda

Meskipun tidak diwajibkan, melakukan skrining kesehatan rutin membawa segudang manfaat besar bagi individu. Deteksi dini penyakit dapat menyelamatkan jiwa dan mengurangi beban biaya pengobatan jangka panjang yang jauh lebih besar.

Manfaat-manfaat ini meliputi pencegahan komplikasi serius, peningkatan kualitas hidup, serta kesempatan untuk melakukan perubahan gaya hidup sehat.

Pencegahan Penyakit Kronis Sejak Dini

Salah satu manfaat utama skrining adalah kemampuannya mendeteksi risiko penyakit tidak menular (PTM) pada tahap awal. Misalnya, seseorang mungkin memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah sedikit di atas normal tanpa menyadarinya.

Dengan deteksi dini, intervensi medis dan perubahan gaya hidup dapat dilakukan segera untuk mencegah perkembangan penyakit menjadi kronis dan parah.

Meningkatkan Kualitas Hidup Anggota BPJS

Mengetahui status kesehatan Anda memungkinkan Anda mengambil langkah proaktif untuk menjaga atau memperbaikinya. Ini termasuk menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan lebih baik.

Dengan demikian, skrining BPJS Kesehatan tidak hanya mendeteksi penyakit, tetapi juga mendorong peserta untuk mengadopsi gaya hidup sehat demi kualitas hidup yang lebih baik.

Baca Juga: Penjaminan Biaya Berobat Korban Kecelakaan Lalu Lintas oleh BPJS

Siapa Saja yang Dianjurkan Skrining?

Pada dasarnya, semua peserta BPJS Kesehatan dianjurkan untuk mengikuti skrining ini, terutama mereka yang berada dalam kelompok usia produktif. Skrining sangat direkomendasikan bagi peserta berusia 15 tahun ke atas untuk mengidentifikasi risiko PTM sedini mungkin.

Prioritas juga diberikan kepada mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit tertentu atau gaya hidup yang berisiko.

Bagaimana Cara Melakukan Skrining BPJS Kesehatan?

Proses skrining BPJS Kesehatan sangat mudah dan dapat diakses melalui berbagai cara. Peserta dapat melakukannya secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN atau dengan mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau klinik.

Metode online memungkinkan fleksibilitas dan kenyamanan tanpa harus antre di fasilitas kesehatan.

Proses Skrining Online Melalui Mobile JKN

Untuk skrining online, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi Mobile JKN di ponsel Anda dan mendaftar dengan akun BPJS Kesehatan. Setelah masuk, cari menu 'Skrining Riwayat Kesehatan' dan ikuti petunjuk yang diberikan.

Anda akan diminta mengisi kuesioner singkat mengenai riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta gaya hidup sehari-hari.

Tindak Lanjut Setelah Skrining

Setelah mengisi kuesioner, hasil skrining akan segera muncul, menunjukkan tingkat risiko Anda terhadap beberapa PTM. Jika hasil menunjukkan adanya risiko, Anda akan direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di FKTP.

Pihak FKTP kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, atau merujuk ke dokter spesialis jika diperlukan, semua dalam cakupan BPJS Kesehatan.

Frekuensi Skrining: Jangan Lewatkan Kesempatan Ini

Seperti yang telah disebutkan, skrining BPJS Kesehatan ini dapat diakses secara gratis 1 kali setahun. Ini adalah kesempatan emas yang sebaiknya tidak dilewatkan oleh setiap peserta.

Memanfaatkan layanan ini secara teratur merupakan investasi kecil waktu yang sangat besar dampaknya bagi kesehatan jangka panjang Anda.

Skrining BPJS Kesehatan bukanlah kewajiban yang membebani, melainkan sebuah fasilitas berharga yang sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan. Program ini adalah wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam mendukung kesehatan preventif dan promotif.

Dengan berpartisipasi aktif dalam skrining, Anda tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.

Baca Juga

Loading...