Sejarah dan Makna Satu Abad Nahdlatul Ulama bagi Peradaban Indonesia

Table of Contents

Satu Abad Nahdlatul Ulama


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Nahdlatul Ulama (NU) resmi memasuki usia satu abad sejak pertama kali didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah di Surabaya. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini merayakan pencapaian bersejarah tersebut dengan rangkaian acara nasional yang melibatkan jutaan warga nahdliyin.

Puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama digelar secara megah di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Jutaan santri dan jamaah dari berbagai penjuru tanah air memadati lokasi untuk mengikuti istighosah kubro serta resepsi budaya.

Peran Strategis NU dalam Menjaga Persatuan Bangsa

Presiden Joko Widodo hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi mendalam atas peran strategis NU bagi stabilitas bangsa. Beliau menekankan bahwa NU telah menjadi pilar utama dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Indonesia.

"Selama satu abad, NU telah memberikan warna yang luar biasa bagi Ibu Pertiwi melalui kontribusi nyata," ujar Presiden dalam pidatonya. Kontribusi tersebut mencakup berbagai bidang mulai dari keagamaan, pendidikan, sosial, hingga penguatan ekonomi kerakyatan secara konsisten.

KH Hasyim Asy'ari mendirikan organisasi ini sebagai wadah bagi para ulama tradisional untuk membela kepentingan umat dan kedaulatan negara. Semangat "hubbul wathon minal iman" atau cinta tanah air adalah bagian dari iman tetap menjadi landasan utama pergerakannya.

Visi Global: Merawat Jagat Membangun Peradaban

Peran Strategis NU dalam Menjaga Persatuan Bangsa

Tema besar yang diusung dalam peringatan bersejarah ini adalah "Merawat Jagat, Membangun Peradaban" yang mengandung pesan teologis dan sosiologis. NU ingin menegaskan posisinya tidak hanya sebagai aktor lokal, tetapi juga kekuatan global yang mempromosikan perdamaian dunia.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa NU harus terus bertransformasi secara dinamis mengikuti perkembangan zaman digital. Modernisasi tata kelola organisasi dan kemandirian ekonomi menjadi fokus utama pengurus saat memasuki abad kedua perjuangan.

Transformasi ini bertujuan agar dakwah Islam yang ramah, moderat, dan inklusif dapat menjangkau generasi muda lebih efektif. Nilai-nilai wasathiyah atau moderasi beragama tetap dipertahankan sebagai identitas utama yang menjadi solusi atas berbagai konflik ideologi.

Selain aspek spiritual, NU juga aktif dalam menangani isu-isu kemanusiaan internasional melalui jalur diplomasi keagamaan yang terstruktur. Langkah ini telah diakui oleh berbagai pemimpin dunia dan lembaga lintas agama sebagai kontribusi positif bagi kemanusiaan.

Tantangan Masa Depan dan Pendidikan Pesantren

Keberhasilan mencapai usia seratus tahun membuktikan soliditas organisasi di bawah kepemimpinan kolektif para kiai dan ulama. Sinergi antara kaum santri dan pemerintah diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas pada tahun 2045.

Melalui momentum reflektif ini, seluruh warga nahdliyin diajak untuk mengevaluasi capaian masa lalu demi menyongsong masa depan. Perjalanan di abad kedua menuntut kesiapan mental serta intelektual yang jauh lebih matang dalam menghadapi perubahan global.

Pendidikan berkualitas di ribuan pesantren di bawah naungan NU terus ditingkatkan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul. Hal ini dipandang sebagai kunci utama dalam memenangkan persaingan di era globalisasi yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

Akhirnya, peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama menjadi simbol ketahanan organisasi masyarakat sipil di tengah fluktuasi politik dunia. Harapannya, NU terus konsisten menjadi payung pelindung bagi moderasi, toleransi, dan kemajuan peradaban di bumi Nusantara.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Nahdlatul Ulama (NU) didirikan?

Nahdlatul Ulama didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H) di Surabaya.

Siapa pendiri utama Nahdlatul Ulama?

Tokoh utama pendiri NU adalah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama lainnya seperti KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri.

Apa tema besar Satu Abad NU?

Tema yang diusung adalah 'Merawat Jagat Membangun Peradaban' yang merefleksikan peran NU bagi dunia.

Di mana lokasi puncak peringatan Satu Abad NU?

Acara puncak peringatan tersebut dilaksanakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...