Relokasi Humanis: 73 KK Penghuni TPU Kebon Nanas Jaktim Siap Pindah ke Rusun

Table of Contents

73 KK Penghuni Lahan TPU Kebon Nanas Jaktim Siap Direlokasi ke Rusun


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sebanyak 73 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini menempati lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur, telah menyatakan kesediaannya untuk direlokasi ke rumah susun (rusun) yang disediakan pemerintah. Proses relokasi yang mengedepankan pendekatan humanis ini dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan Januari 2026, menandai langkah penting dalam penataan kota Jakarta.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap tahapan berjalan lancar dan memberikan kesejahteraan bagi warga terdampak. Pernyataan ini disampaikan Kusmanto di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Jumat (2/1/2026), sebagaimana dilansir oleh Antara.

Latar Belakang dan Urgensi Pengembalian Fungsi Lahan

Upaya relokasi ini sejalan dengan Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 89 Tahun 2025, yang berfokus pada percepatan pengembalian fungsi dan pematangan lahan TPU. Penataan kembali lahan makam merupakan bagian dari rencana tata kota yang lebih luas untuk memastikan penggunaan ruang publik sesuai peruntukannya.

Dari total 103 KK yang mendiami area TPU Kebon Nanas, 73 KK telah secara sukarela menyatakan kesediaan mereka untuk direlokasi ke rusun yang disiapkan pemerintah. Sementara itu, 30 KK lainnya memilih opsi perpindahan secara mandiri ke lokasi yang mereka tentukan sendiri, menunjukkan adanya beragam pilihan bagi warga dalam proses ini.

Proses Relokasi yang Terencana dan Partisipatif

Kusmanto menjelaskan bahwa warga yang bersedia direlokasi telah menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk membongkar sendiri bangunan tempat tinggal mereka. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam proses penataan.

Direncanakan bahwa pada tanggal 12 Januari 2026 mendatang, akan diselenggarakan acara pelepasan dan penyerahan kunci secara simbolis kepada para warga terelokasi. Momen ini menjadi penanda dimulainya babak baru bagi puluhan keluarga untuk menempati hunian yang lebih layak dan tertata.

Sebelum relokasi, para warga telah diberi kesempatan untuk melakukan survei mandiri ke sejumlah pilihan rusun yang diminati. Beberapa lokasi yang menjadi tujuan utama meliputi Rusun Pulo Gebang, Cipinang Muara, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Besar Utara, Jatinegara Kaum, Pondok Bambu, dan Pulo Jahe, memberikan warga keleluasaan dalam memilih lokasi yang sesuai kebutuhan mereka.

Baca Juga: Geger! Rencana AS: Trump Ingin Kelola Gaza 10 Tahun, Warga Direlokasi?

Dukungan Komprehensif untuk Kesejahteraan Warga

Pemerintah Kota Jakarta Timur tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga mengupayakan serangkaian dukungan komprehensif untuk memastikan adaptasi warga berjalan mulus. Ini mencakup sinkronisasi pemindahan administrasi kependudukan, sehingga warga tidak mengalami kesulitan birokrasi di tempat tinggal baru.

Jaminan keberlanjutan pendidikan anak-anak juga menjadi prioritas utama, dengan Pemkot menyediakan kuota di sekolah-sekolah terdekat dari rusun tujuan. Selain itu, warga juga akan mendapatkan pendampingan sosial untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan fasilitas baru di rusun.

Aspek legalitas juga tak luput dari perhatian, di mana enam pasangan yang sebelumnya menikah secara siri akan difasilitasi untuk mengikuti sidang isbat. Inisiatif ini penting untuk memberikan legalitas hukum atas pernikahan mereka, yang akan berdampak pada hak-hak sipil dan administrasi keluarga.

Sebagai bentuk dukungan konkret pada masa transisi, berbagai pihak dilibatkan dalam kolaborasi bantuan yang humanis. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas/Bazis), Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) bersinergi dalam menyalurkan bantuan.

Kusmanto merinci bahwa bantuan yang disalurkan untuk 73 KK tersebut sangat beragam, meliputi uang tunai, paket sembako, natura, hingga perlengkapan tidur. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga selama proses adaptasi di lingkungan baru mereka.

Menuju Tata Kota yang Lebih Baik

Dengan segala upaya yang dilakukan, diharapkan proses pengembalian fungsi lahan TPU Kebon Nanas dapat berjalan dengan tertib dan humanis. Prioritas utama pemerintah adalah tetap mengedepankan kesejahteraan warga terdampak, memastikan mereka mendapatkan solusi hunian yang layak dan berkelanjutan.

Relokasi ini bukan hanya tentang memindahkan warga, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik serta menata fungsi lahan publik sesuai peruntukannya. Langkah ini menjadi contoh komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang lebih teratur dan berkeadilan bagi seluruh warganya.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa warga harus direlokasi dari TPU Kebon Nanas?

Warga direlokasi dari TPU Kebon Nanas sebagai bagian dari upaya pemerintah mengembalikan fungsi lahan TPU sesuai peruntukannya. Hal ini juga sejalan dengan Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 89 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengembalian Fungsi dan Pematangan Lahan TPU.

Berapa banyak keluarga yang terdampak relokasi ini?

Total ada 103 Kepala Keluarga (KK) yang menempati lahan TPU Kebon Nanas. Sebanyak 73 KK bersedia direlokasi ke rumah susun yang disediakan pemerintah, sementara 30 KK lainnya memilih untuk pindah secara mandiri.

Apa saja bantuan yang diberikan pemerintah kepada warga yang direlokasi?

Pemerintah Kota Jakarta Timur menyediakan berbagai bentuk dukungan, meliputi hunian di rumah susun, uang tunai, paket sembako, natura, perlengkapan tidur, pendampingan sosial, jaminan keberlanjutan pendidikan anak, fasilitasi sidang isbat nikah, serta sinkronisasi pemindahan administrasi kependudukan.

Kapan proses penyerahan kunci rumah susun akan dilakukan?

Penyerahan kunci secara simbolis kepada warga yang direlokasi direncanakan akan dilakukan pada tanggal 12 Januari 2026. Proses relokasi secara keseluruhan diharapkan dimulai pada pertengahan bulan Januari 2026.

Rusun mana saja yang menjadi pilihan warga untuk direlokasi?

Warga diberikan kesempatan untuk memilih rusun berdasarkan survei mandiri. Beberapa lokasi rusun yang menjadi pilihan antara lain Rusun Pulo Gebang, Cipinang Muara, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Besar Utara, Jatinegara Kaum, Pondok Bambu, dan Pulo Jahe.

Baca Juga

Loading...