PSIM Yogyakarta Siap Rusak Pesta HUT ke-10 Madura United di BRI Super League
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5320588/original/004821500_1755604933-PSIM-Yogyakarta.jpg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - PSIM Yogyakarta akan menjalani pertandingan penutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 yang sangat krusial. Tim berjuluk Laskar Mataram ini dijadwalkan bersua tuan rumah Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Sabtu (10/1/2026) malam WIB, dengan kick-off pukul 19.00.
Pertarungan ini memiliki nuansa spesial karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Madura United, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab. Meskipun berstatus tim tamu dan menempuh perjalanan yang cukup panjang, PSIM datang dengan tekad kuat untuk mencuri poin dari markas lawan.
Persiapan PSIM di Tengah Tantangan Perjalanan
Pelatih kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengakui adanya sedikit hambatan dalam persiapan timnya. Gangguan tersebut terutama disebabkan oleh jadwal perjalanan yang memangkas waktu latihan jelang pertandingan.
Namun, juru taktik asal Belanda itu menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi kesiapan skuadnya. Ia menjelaskan bahwa beberapa pemain memang mengalami cedera, tetapi situasi ini sudah berlangsung selama beberapa minggu sehingga tidak ada perubahan signifikan yang mendadak mengganggu persiapan tim.
“Persiapan kami sedikit singkat karena perjalanan yang harus kami tempuh,” ujar Van Gastel saat sesi konferensi pers jelang laga pada Jumat (9/1/2026) malam WIB. “Memang kami memiliki beberapa pemain cedera, namun hal itu sudah terjadi selama beberapa Minggu, jadi tidak ada yang berbeda dan tidak memengaruhi persiapan kami.”
Perbedaan Laga Kompetitif dan Pramusim
Van Gastel juga menyoroti perbedaan mendasar antara laga kali ini dengan pertemuan sebelumnya di fase pramusim. Menurutnya, pramusim lebih difokuskan pada pembentukan tim dan penyesuaian antar pemain, sementara kompetisi resmi menuntut hasil maksimal.
“Saya pikir ini akan menjadi dua pertandingan yang berbeda karena pramusim, di mata saya adalah untuk membuat semua pemain bugar, melihat kualitas yang mereka miliki dan pemain mana yang cocok satu sama lain,” jelas pelatih berusia 53 tahun itu. Ia menambahkan, “Madura saat ini sudah mengganti pelatih mereka, jadi mungkin ada energi baru, cara bermain baru, dan prinsip-prinsip baru. Jadi, ini adalah dua hal yang berbeda.”
Posisi Klasemen dan Ambisi Kedua Tim
Hingga pekan ke-16, PSIM Yogyakarta atau Tim Naga Jawa, menunjukkan performa yang cukup stabil di papan tengah atas klasemen sementara. Mereka bertengger di urutan keenam dengan torehan 27 poin dari 16 pertandingan yang telah dimainkan.
Baca Juga: Malut United vs Madura United: Perebutan Poin Krusial di BRI Liga 2025
Di sisi lain, Madura United masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen dengan koleksi 17 angka. Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi kedua tim; PSIM berambisi mengukuhkan posisinya di enam besar, sementara Madura United berjuang untuk memperbaiki peringkat dan menjauh dari zona degradasi.
Filosofi 'Merusak Pesta' ala Van Gastel
Mengenai fakta bahwa laga ini bertepatan dengan hari jadi Madura United, Van Gastel melontarkan komentar yang santai namun penuh determinasi. Ia berkelakar bahwa PSIM seolah menjadi tim favorit untuk diundang ke momen spesial tim lawan, mengingat ini adalah kali ketiga mereka diundang ke perayaan ulang tahun klub lain.
“Saya pikir orang yang membuat jadwal kompetisi, saya rasa mereka pikir kami adalah tim yang menyenangkan karena ini sudah ketiga kalinya kami diundang di hari ulang tahun (anniversary) seseorang,” tuturnya sembari tersenyum. Kendati demikian, juru taktik asal Belanda ini menegaskan bahwa PSIM menatap partai ini dengan antusiasme dan motivasi yang tinggi.
Ia menyadari penuh bahwa tim tuan rumah akan tampil ekstra bersemangat karena hari istimewa mereka. “Kami menantikan pertandingan seperti ini karena bagi tim tuan rumah ini adalah hari yang spesial, pertandingan yang spesial, dan kami berharap bisa merusaknya (merusak pesta kemenangan mereka) jika Anda tidak keberatan,” sambungnya, menunjukkan ambisi kuat untuk membawa pulang poin penuh.
Kesiapan Pemain dan Prediksi Laga
Penyerang PSIM, Deri Corfe, turut memberikan pandangannya mengenai kondisi tim. Ia menyebut bahwa persiapan tim secara umum tetap berjalan normal, meskipun waktu yang tersedia sedikit terpangkas karena perjalanan.
“Seperti yang dikatakan pelatih, (waktu persiapan) terpotong sedikit karena perjalanan, tapi selain itu semuanya sama seperti biasanya,” terang Corfe. “Jadi kami hanya bersiap untuk pertandingan dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti,” harapnya, menunjukkan fokus tim pada performa di lapangan.
Bentrokan antara Madura United dan PSIM Yogyakarta ini diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh tensi. Dengan dukungan penuh suporter tuan rumah yang merayakan hari jadi tim, atmosfer di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan diyakini akan sangat meriah.
Pertandingan ini bukan hanya penutup putaran pertama, tetapi juga panggung untuk pembuktian kekuatan kedua tim di BRI Super League. PSIM bertekad untuk menjadi pengganggu pesta Madura United, sementara tuan rumah tentu ingin merayakan ulang tahun mereka dengan kemenangan di kandang sendiri.