Panduan Lengkap Memahami 4 Pokok Ajaran Islam Menurut Muhammadiyah

Table of Contents

4 pokok ajaran Islam menurut Muhammadiyah?


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki rumusan ideologi yang sangat sistematis dalam memahami agama. Rumusan tersebut dikenal sebagai empat pokok ajaran yang mencakup dimensi vertikal kepada Tuhan maupun horizontal kepada sesama manusia.

Keempat pilar ini menjadi fondasi bagi setiap anggota Muhammadiyah dalam menjalankan kehidupan beragama yang modern namun tetap murni. Melalui pembagian ini, organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan tersebut berupaya menciptakan tatanan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

1. Akidah: Fondasi Tauhid yang Murni

Pokok ajaran pertama dalam pandangan Muhammadiyah adalah Akidah yang menekankan pada kemurnian tauhid atau keimanan kepada Allah SWT. Ajaran ini menuntut setiap Muslim untuk menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan, takhayul, dan khurafat yang dapat merusak iman.

Muhammadiyah meyakini bahwa akidah yang kuat adalah akar dari seluruh amal perbuatan seorang hamba di dunia. Dengan keyakinan yang lurus, seorang individu akan memiliki integritas moral yang teguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

2. Ibadah: Sesuai Tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah

Pilar kedua adalah Ibadah yang mengatur tata cara formal hubungan manusia dengan Sang Pencipta secara langsung. Muhammadiyah menegaskan bahwa praktik ibadah mahdah harus dilakukan secara murni tanpa adanya penambahan atau inovasi yang disebut bid'ah.

1. Akidah: Fondasi Tauhid yang Murni

Setiap praktik ritual mulai dari salat hingga haji harus memiliki dasar hukum yang jelas dari Al-Qur'an dan Hadis sahih. Prinsip ini bertujuan agar kualitas spiritualitas umat tetap terjaga sesuai dengan tuntunan asli Rasulullah SAW.

3. Akhlak: Manifestasi Kepribadian Muslim

Pokok ajaran ketiga adalah Akhlak yang menjadi cerminan dari iman dan ibadah seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Muhammadiyah mendorong anggotanya untuk senantiasa menghiasi diri dengan budi pekerti luhur sebagaimana dicontohkan oleh para nabi.

Akhlak yang baik tidak hanya terbatas pada tutur kata, tetapi juga mencakup integritas dalam berperilaku di ruang publik. Hal ini dianggap penting karena perilaku yang mulia merupakan sarana dakwah yang paling efektif di tengah masyarakat heterogen.

4. Muamalah Dunyawiyah: Kontribusi untuk Kemanusiaan

Terakhir adalah Muamalah Dunyawiyah yang mengatur interaksi sosial, ekonomi, politik, dan urusan duniawi lainnya secara luas. Berbeda dengan ibadah, dalam urusan duniawi ini Muhammadiyah memberikan ruang inovasi yang luas selama tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

Ajaran ini mendorong umat Islam untuk aktif dalam memajukan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umum bagi seluruh umat manusia. Melalui pilar muamalah, Muhammadiyah mewujudkan visi Islam yang progresif dan bermanfaat bagi kemajuan peradaban bangsa.

Penerapan keempat pokok ajaran ini secara seimbang diharapkan mampu mencetak kader yang unggul secara spiritual dan sosial. Dengan memahami peta jalan ini, warga Muhammadiyah dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia yang berkemajuan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu 4 pokok ajaran Islam menurut Muhammadiyah?

Empat pokok ajaran tersebut terdiri dari Akidah, Ibadah, Akhlak, dan Muamalah Dunyawiyah yang menjadi pedoman hidup warga Muhammadiyah.

Mengapa Muhammadiyah melarang praktik bid'ah dalam ibadah?

Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian ibadah agar tetap sesuai dengan tuntunan asli Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Apa perbedaan antara Ibadah dan Muamalah dalam prinsip Muhammadiyah?

Ibadah bersifat tertutup (tidak boleh ditambah), sedangkan Muamalah Dunyawiyah bersifat terbuka untuk inovasi dan pengembangan demi kemaslahatan umat.



Ditulis oleh: Putri Permata

Baca Juga

Loading...