Megawati Hangestri Jelaskan Beda Voli Korea vs Indonesia Usai 2 Tahun Berkarir di Luar Negeri

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pebola voli putri kebanggaan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali menyemarakkan Proliga 2026 dengan semangat membara. Pemain yang akrab disapa Mega ini akan memperkuat Jakarta Pertamina Enduro (JPE), membawa pulang segudang pengalaman berharga dari kompetisi internasional.
Dalam acara peluncuran skuad JPE yang digelar di Jakarta pada Senin, 5 Januari 2026, Mega membagikan pandangannya mengenai perbedaan suasana bertanding antara liga Korea Selatan dan Indonesia. Pengalaman dua tahun di negeri ginseng telah memberinya perspektif unik tentang dinamika voli profesional.
Megawati Kembali Memperkuat Jakarta Pertamina Enduro
Megawati Hangestri bukanlah nama baru bagi Jakarta Pertamina Enduro; ia memiliki sejarah panjang bersama tim ini. Sebelumnya, Mega tercatat membela JPE di Proliga pada musim 2015, 2016, 2017, 2022, dan 2023.
Kontribusinya terbukti nyata ketika ia membantu JPE meraih posisi runner-up pada tahun 2016 dan kembali pada 2023. Setelah sempat meraih gelar juara Proliga perdananya bersama Jakarta BIN pada 2024 dan membela Gresik Petrokimia di musim 2025, Mega kini memutuskan untuk kembali ke pangkuan JPE.
Dua Musim Gemilang di Korean V-League
Keputusan Mega untuk kembali ke JPE menjadi sorotan setelah dua musim kompetisi yang gemilang di Korean V-League. Bersama klub Daejeon Red Sparks, Mega berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
Ia turut mengantar timnya meraih posisi runner-up pada musim 2024/2025, membuktikan kualitasnya di kancah voli internasional. Pengalaman bermain sebagai pemain asing ini tentu akan menjadi modal berharga bagi Jakarta Pertamina Enduro.
Perbedaan Mendasar Kompetisi Voli: Korsel vs Indonesia
Pengalaman bertanding di dua negara yang memiliki budaya voli berbeda memberikan Mega wawasan mendalam. Ia dengan lugas menjelaskan beberapa poin krusial yang membedakan atmosfer kompetisi antara Korea Selatan dan Indonesia.
Panjangnya Musim Kompetisi
Salah satu perbedaan paling mencolok yang dirasakan Megawati adalah durasi kompetisi yang jauh lebih panjang di Korea Selatan. "Menurut saya, karena sudah dua tahun main di Korea, kompetisinya tuh berjalan sangat panjang," ujarnya.
Ia menambahkan, "Ada 44 pertandingan itu sampai final. Kalau di sini mungkin nggak sampai. Itu aja sih." Ini menunjukkan intensitas dan stamina yang lebih tinggi yang dibutuhkan di liga Korea.
Baca Juga: Daftar Pemain Voli Putri Indonesia untuk SEA Games 2025: Megawati Pimpin Skuad
Peran dan Status Pemain: Asing vs Lokal
Status sebagai pemain juga menjadi hal yang menarik perhatian Megawati saat membandingkan kedua liga. Di Korea Selatan, ia merasakan sensasi menjadi pemain "luar" atau asing, dengan ekspektasi dan tekanan yang berbeda.
"Kalau di sana, aku jadi pemain luar, tapi kalau di Indonesia aku jadi pemain lokal," lanjut pemain asal Jember, Jawa Timur, ini. Peran sebagai pemain lokal di Indonesia mungkin terasa lebih akrab, namun tetap membawa tanggung jawab besar.
Semangat Suporter yang Tak Luntur
Meskipun ada perbedaan dalam struktur dan durasi kompetisi, Megawati menemukan satu kesamaan yang patut diacungi jempol: semangat suporter. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme penonton di kedua negara sama-sama luar biasa.
"Kalau suporter, suporter sama banyaknya sama Indonesia di sana antusiasnya juga banyak banget yang datang setiap pertandingan," pungkasnya. Kemeriahan suporter ini menjadi pemicu motivasi bagi para pemain untuk selalu menampilkan performa terbaik.
Kontribusi Berharga untuk Timnas dan Proliga 2026
Megawati tidak hanya sukses di level klub, tetapi juga terus berkontribusi untuk tim nasional. Ia baru saja membantu timnas voli putri Indonesia meraih medali perunggu di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Dengan segudang pengalaman dan prestasinya, kehadiran 'Megatron' diharapkan mampu mengangkat performa Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026. Pengalaman internasionalnya akan menjadi inspirasi dan kekuatan tambahan bagi skuad JPE.
Kembalinya Megawati Hangestri ke Proliga bukan sekadar reuni, melainkan penambahan kekuatan signifikan bagi Jakarta Pertamina Enduro. Pengalaman globalnya akan membawa dimensi baru bagi tim, sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi voli di Indonesia.
Diharapkan, kehadiran pemain berjuluk 'Megatron' ini dapat membantu JPE mewujudkan ambisi mereka untuk mempertahankan mahkota juara Proliga 2026. Antusiasme para penggemar voli di Indonesia pun tak sabar menantikan aksi-aksi memukau dari sang bintang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa Megawati kembali ke Jakarta Pertamina Enduro untuk Proliga 2026?
Megawati memutuskan kembali ke Jakarta Pertamina Enduro (JPE) setelah sebelumnya pernah membela tim ini di beberapa musim Proliga. Ia membawa pengalaman berharga dari dua musim bermain di Korean V-League, yang diharapkan dapat memperkuat JPE dalam meraih gelar juara.
Apa saja perbedaan utama Proliga dan Korean V-League menurut Megawati?
Menurut Megawati, perbedaan utama terletak pada panjangnya musim kompetisi; Korean V-League memiliki 44 pertandingan hingga final, jauh lebih banyak dibandingkan Proliga. Selain itu, statusnya di Korea adalah pemain asing, sementara di Indonesia ia adalah pemain lokal.
Bagaimana pengalaman Megawati sebagai pemain asing di Korea Selatan?
Megawati merasakan sensasi unik sebagai pemain asing atau "pemain luar" di Korean V-League. Pengalaman ini memberinya perspektif baru dan tantangan berbeda yang telah membentuknya menjadi pemain yang lebih matang.
Prestasi apa yang diraih Megawati selama di Korean V-League?
Selama dua musim membela klub Daejeon Red Sparks di Korean V-League, Megawati Hangestri berhasil membantu timnya mengunci gelar runner-up pada musim 2024/2025.
Apa harapan Megawati untuk Proliga 2026 bersama JPE?
Megawati sangat bersemangat membela Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026. Dengan pengalamannya, ia diharapkan dapat membantu JPE meraih ambisi mempertahankan mahkota juara dan menampilkan performa terbaik.