Manuver Transfer Krusial Bhayangkara FC: Pinjam Winger Naturalisasi Kamboja, Rekrut Eks Persis Solo dari JDT
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5270755/original/066749600_1751441103-library_upload_21_2025_02_996x664_sidibe_602371c.jpg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bhayangkara FC, atau yang dikenal dengan julukan The Guardians, telah menunjukkan manuver signifikan di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Klub yang berbasis di Bandar Lampung ini secara resmi mendatangkan dua pemain sayap sekaligus untuk memperkuat skuad mereka.
Kedua pemain yang berhasil direkrut adalah Privat Mbarga dan Moussa Sidibe, yang masing-masing memiliki profil menarik dan pengalaman berharga. Kehadiran mereka diproyeksikan untuk mengisi kekosongan serta meningkatkan daya gedor Bhayangkara FC di lini serang, menjadi sinyal kuat ambisi The Guardians untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Kedatangan Privat Mbarga: Harapan Baru dari Kamboja
Pemain pertama yang bergabung dengan Bhayangkara FC adalah Privat Mbarga, seorang winger lincah kelahiran Kamerun yang telah dinaturalisasi menjadi warga negara Kamboja. Ia didatangkan dengan status pinjaman dari klub sesama kontestan BRI Super League, Dewa United, sebuah langkah strategis untuk menambah kekuatan di sektor sayap.
Selama putaran pertama BRI Super League 2025/2026 bersama Dewa United, Privat Mbarga memang kurang mendapatkan menit bermain yang ideal. Ia hanya tampil sebanyak sepuluh kali dengan total 239 menit di lapangan, tanpa mencetak gol maupun assist, sehingga kepindahan ini diharapkan dapat membangkitkan kembali performa terbaiknya.
Pihak Dewa United pun memberikan restu penuh terhadap kepindahan sementara ini, seperti yang diungkapkan melalui akun Instagram resmi mereka, @dewaunitedfc. "Banten Warriors telah resmi meminjamkan pemain sayap dinamis kami, Privat Mbarga, ke Bhayangkara Presisi Lampung FC," tulis Dewa United.
Mereka juga menambahkan doa dan harapan agar kepindahan ini membawa kesuksesan, kepercayaan diri, serta performa berdampak positif bagi Mbarga di klub barunya. Transfer ini menunjukkan adanya hubungan baik antar klub dalam upaya pengembangan pemain dan memperkuat kompetisi liga secara keseluruhan.
Moussa Sidibe: Wajah Lama Berkemilau di Tanah Air
Selain Privat Mbarga, Bhayangkara FC juga sukses memboyong Moussa Sidibe, winger asal Mali yang sudah tidak asing lagi dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Sidibe direkrut dari klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT), yang dikenal sebagai salah satu tim terkaya dan paling dominan di Asia Tenggara.
Pengalaman Sidibe di Indonesia terbilang cukup impresif, mengingat ia pernah membela Persis Solo selama dua musim penuh pada periode 2023/2024 dan 2024/2025. Bersama Laskar Sambernyawa, pesepak bola berusia 31 tahun ini tampil dalam 60 pertandingan, menunjukkan konsistensi dan adaptasi yang baik.
Selama periode tersebut, Sidibe berhasil mencatatkan 19 gol dan sepuluh assist, sebuah kontribusi yang sangat signifikan bagi tim. Statistik impresif ini menjadikannya salah satu pemain asing yang cukup disegani di kancah Liga Indonesia, dan kini diharapkan bisa diulang bersama The Guardians.
Sidibe sendiri sebenarnya adalah pemain milik JDT sejak tahun 2022, namun ia lebih sering dipinjamkan ke klub lain untuk mendapatkan menit bermain. Sebelum kembali ke Indonesia, ia juga pernah menjalani masa peminjaman di Ratchaburi, salah satu klub papan atas di liga Thailand, menambah deretan pengalaman bermainnya di berbagai liga Asia Tenggara.
Baca Juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi WNI: Siap Guncang Timnas Indonesia!
Pada awal musim ini, kesempatan bermain Sidibe di JDT memang sangat terbatas, dengan hanya lima kali penampilan. Rinciannya adalah dua kali di Liga Super Malaysia, dua kali di Piala FA Malaysia, dan satu kali di ajang ASEAN Club Championship, sebuah kondisi yang mungkin mendorongnya untuk mencari klub yang bisa memberikan menit bermain lebih.
Strategi Bhayangkara FC: Merombak Lini Serang
Kedatangan dua winger asing ini secara langsung akan menggantikan posisi dua penyerang asing yang telah lebih dulu dilepas oleh Bhayangkara FC. Kedua pemain yang tidak lagi memperkuat The Guardians adalah Andres Nieto dan Shanyder Borgelin, menandai adanya perubahan signifikan dalam strategi tim.
Manajemen Bhayangkara FC tampaknya ingin menghadirkan variasi serangan dan kecepatan di sisi sayap, yang menjadi fokus utama dengan merekrut Mbarga dan Sidibe. Keduanya dikenal memiliki kemampuan individual yang baik dalam dribbling, penetrasi, serta menciptakan peluang, yang sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan lawan.
Sebagai klub yang dibentuk oleh POLRI, Bhayangkara FC memiliki visi untuk menjadi tim yang tangguh dan profesional di kancah Liga Indonesia. Dengan dukungan penuh dari institusi kepolisian, mereka selalu berupaya untuk menghadirkan skuad terbaik demi mencapai target yang ditetapkan, menjadikan bursa transfer paruh musim sebagai momen krusial.
Mengarungi Paruh Musim Kedua BRI Super League
Perubahan komposisi pemain asing ini datang di waktu yang tepat untuk Bhayangkara FC yang akan segera menghadapi putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Tantangan di sisa musim dipastikan tidak akan mudah, mengingat persaingan di papan atas maupun bawah klasemen semakin ketat, sehingga setiap poin akan sangat berharga bagi The Guardians.
Dengan pengalaman dan kualitas yang dibawa oleh Privat Mbarga dan Moussa Sidibe, Bhayangkara FC berharap dapat menampilkan performa yang lebih konsisten dan atraktif. Kombinasi antara talenta muda dan pemain berpengalaman diharapkan mampu menciptakan sinergi positif di dalam tim, meningkatkan peluang mereka untuk meraih hasil optimal.
Semua mata akan tertuju pada bagaimana kedua winger ini beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata di lapangan, mengingat ekspektasi yang tinggi terhadap mereka. Kesuksesan transfer ini akan sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk segera menyatu dengan filosofi bermain tim dan memberikan dampak instan.
Secara keseluruhan, manuver Bhayangkara FC di bursa transfer paruh musim ini menunjukkan komitmen klub untuk berbenah dan bersaing lebih baik. Rekrutan anyar ini bukan hanya sekadar penambahan pemain, melainkan investasi strategis untuk mewujudkan target yang lebih tinggi di BRI Super League.
The Guardians siap menyongsong paruh musim kedua dengan semangat baru dan kekuatan yang lebih mumpuni, berharap dapat memperbaiki posisi di klasemen dan memberikan hiburan terbaik bagi para penggemar sepak bola di Indonesia.