Manfaatkan Skrining Payudara BPJS: Deteksi Dini Kanker Gratis Setiap Tahun

Table of Contents

skrining payudara bpjs


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi pada wanita di Indonesia. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan keberhasilan pengobatan.

Kabar baiknya, kini masyarakat bisa memanfaatkan layanan skrining BPJS Kesehatan secara gratis satu kali setahun. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat.

Mengapa Skrining Payudara Penting Dilakukan?

Skrining payudara adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan sel kanker pada payudara sebelum gejala klinis muncul. Pada tahap awal, kanker payudara seringkali tidak menunjukkan gejala yang signifikan atau terasa.

Dengan deteksi dini, ukuran tumor biasanya masih kecil dan belum menyebar ke bagian tubuh lain, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Hal ini secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup bagi penderita.

Jenis-jenis Skrining Payudara yang Umum

Ada beberapa metode skrining payudara yang bisa dilakukan, masing-masing dengan keunggulan tersendiri. Pemeriksaan ini mencakup baik yang bisa dilakukan secara mandiri maupun oleh tenaga medis profesional.

Salah satu metode paling dasar adalah SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri, yang mengajarkan wanita untuk mengenali perubahan pada payudara mereka. Kemudian, ada SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Klinis yang dilakukan oleh dokter atau perawat terlatih.

Mammografi adalah pencitraan X-ray khusus payudara yang sangat efektif untuk mendeteksi benjolan kecil atau kelainan lain yang tidak teraba. Metode ini umumnya direkomendasikan untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau dengan faktor risiko tertentu.

Pemeriksaan USG payudara seringkali digunakan sebagai pelengkap mammografi, terutama bagi wanita dengan payudara padat atau usia lebih muda. USG dapat membantu membedakan antara kista berisi cairan dan benjolan padat.

Akses Skrining Payudara Gratis dengan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan berkomitmen untuk mendukung kesehatan masyarakat melalui berbagai program promotif dan preventif, termasuk skrining payudara. Layanan ini tersedia gratis bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan yang memenuhi syarat.

Peserta dapat menikmati fasilitas skrining ini satu kali dalam setahun, menjadikannya kesempatan berharga untuk menjaga kesehatan secara rutin. Program ini adalah wujud nyata upaya pemerintah dalam menekan angka kasus kanker payudara stadium lanjut.

Baca Juga: Penjaminan Biaya Berobat Korban Kecelakaan Lalu Lintas oleh BPJS

Langkah-langkah Melakukan Skrining BPJS Kesehatan

Proses untuk mendapatkan skrining payudara gratis dengan BPJS Kesehatan cukup mudah dan terstruktur. Pertama, Anda perlu mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat Anda terdaftar, seperti Puskesmas atau klinik.

Di sana, dokter umum akan melakukan penilaian awal dan memberikan rujukan jika Anda memenuhi kriteria untuk skrining lanjutan. Rujukan ini kemudian akan digunakan di fasilitas kesehatan rujukan yang lebih tinggi.

Fasilitas rujukan ini bisa berupa rumah sakit atau klinik yang memiliki peralatan skrining lengkap seperti mammografi atau USG. Pastikan Anda membawa kartu BPJS Kesehatan dan surat rujukan saat datang ke fasilitas tersebut.

Setelah skrining dilakukan, hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada Anda dan dokter yang merujuk. Apabila ditemukan adanya indikasi kelainan, dokter akan memberikan rekomendasi penanganan atau pemeriksaan lanjutan.

Siapa yang Dianjurkan untuk Skrining Payudara?

Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI) setiap bulan mulai usia dewasa. Namun, ada kelompok usia tertentu yang memiliki rekomendasi skrining klinis lebih intensif.

Wanita berusia 30 tahun ke atas disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) secara rutin oleh tenaga medis. Sementara itu, mammografi biasanya direkomendasikan untuk wanita berusia 40 tahun ke atas atau lebih muda jika memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau faktor risiko lainnya.

Manfaat Skrining Rutin untuk Gaya Hidup Sehat

Melakukan skrining payudara secara rutin tidak hanya tentang deteksi dini kanker, tetapi juga merupakan bagian dari gaya hidup sehat. Ini mendorong individu untuk lebih peduli terhadap tubuh dan kesehatannya.

Dengan mengetahui status kesehatan payudara, seseorang dapat lebih termotivasi untuk menjaga pola makan, berolahraga, dan menghindari kebiasaan yang tidak sehat. Skrining rutin juga mengurangi kecemasan akan penyakit karena memberikan rasa aman dan pengetahuan yang lebih baik tentang tubuh.

Memanfaatkan program skrining payudara BPJS Kesehatan adalah langkah proaktif yang sangat penting untuk menjaga kesehatan Anda. Jangan tunda lagi, rencanakan skrining Anda dan jadilah bagian dari gerakan deteksi dini kanker payudara di Indonesia.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa kali saya bisa skrining payudara gratis dengan BPJS?

Anda bisa melakukan skrining payudara gratis dengan BPJS Kesehatan satu kali dalam setahun, sesuai dengan program preventif yang disediakan.

Apakah semua jenis skrining payudara ditanggung BPJS?

BPJS Kesehatan menanggung jenis skrining yang direkomendasikan oleh dokter berdasarkan kebutuhan medis dan kriteria yang berlaku, seperti pemeriksaan klinis payudara (SADANIS), mammografi, atau USG payudara jika ada rujukan.

Saya perlu rujukan untuk skrining payudara BPJS?

Ya, Anda perlu mendapatkan rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat Anda terdaftar (Puskesmas atau klinik) untuk dapat melakukan skrining payudara di fasilitas rujukan yang ditunjuk BPJS.

Siapa yang berhak melakukan skrining payudara dengan BPJS?

Semua peserta BPJS Kesehatan yang memenuhi kriteria usia dan faktor risiko yang ditetapkan oleh dokter berhak mendapatkan layanan skrining payudara ini.

Bagaimana jika hasil skrining saya tidak normal?

Jika hasil skrining menunjukkan adanya kelainan, dokter akan memberikan informasi lebih lanjut dan merekomendasikan pemeriksaan tambahan atau langkah penanganan yang diperlukan, yang juga akan ditanggung oleh BPJS sesuai prosedur.

Baca Juga

Loading...