Madura United vs PSIM: Duel Taktik Parreira dan Van Gastel di BRI Super League

Table of Contents

Duel Pelatih Madura United Vs PSIM di BRI Super League: Adu Strategi Carlos Parreira dan Jean-Paul van Gastel


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Laga sengit pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 akan mempertemukan Madura United dengan PSIM Yogyakarta. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, di markas Madura United, Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur.

Duel ini tidak hanya sekadar perebutan tiga poin penting di paruh musim, tetapi juga menjadi panggung adu kecerdikan antara dua pelatih asing dengan filosofi yang kontras. Carlos Parreira di kubu tuan rumah akan berhadapan dengan Jean-Paul van Gastel yang menukangi PSIM.

Kondisi Terkini Kedua Tim: Pincang dan Penuh Motivasi

Madura United dan PSIM Yogyakarta datang dengan bekal yang berbeda dari pertandingan sebelumnya. Laskar Sape Kerrab harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari rival abadi mereka, Persebaya Surabaya, pada pekan lalu, membuat motivasi bangkit menjadi sangat besar.

Sementara itu, PSIM Yogyakarta, yang dikenal dengan julukan Laskar Mataram, berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas Semen Padang. Hasil positif ini tentu menambah kepercayaan diri skuad asuhan Jean-Paul van Gastel jelang lawatan ke Pulau Garam.

Posisi di tabel klasemen juga menunjukkan perbedaan performa kedua tim sejauh ini. PSIM Yogyakarta saat ini menduduki peringkat keenam dengan koleksi 27 poin, menunjukkan konsistensi yang cukup baik di papan atas.

Di sisi lain, Madura United masih tertahan di peringkat ke-13 dengan 17 angka, sehingga kemenangan di kandang sendiri menjadi harga mati untuk memperbaiki posisi mereka di liga. Pertandingan ini akan sangat menentukan arah mereka di sisa musim ini.

Carlos Parreira: Agresivitas ala Brasil untuk Laskar Sape Kerrab

Carlos Parreira, pelatih berusia 44 tahun asal Brasil, baru saja mengambil alih kemudi Madura United pada November 2025, menggantikan Angel Alfredo Vera. Meskipun tergolong singkat, kehadirannya telah membawa angin segar dan perubahan dalam gaya bermain tim.

Parreira dikenal dengan pendekatan permainan yang agresif dan tempo tinggi, terutama saat bermain di kandang sendiri, memanfaatkan dukungan penuh dari suporter Laskar Sape Kerrab. Dia selalu menuntut timnya untuk menekan lawan sejak menit awal pertandingan.

Mengacu pada data Transfermarkt, Parreira sering kali mengusung formasi 3-5-2 dalam fase menyerang, yang memungkinkan timnya memiliki banyak opsi di lini depan. Formasi ini memfokuskan pada dominasi lini tengah dan eksplorasi lebar lapangan untuk menciptakan peluang gol.

Di bawah asuhannya, performa Madura United perlahan menunjukkan perbaikan, terbukti dari tujuh gol yang berhasil mereka cetak dalam tiga laga terakhir. Hal ini menandakan daya gedor tim mulai menemukan sentuhannya kembali.

Untuk menghadapi solidnya pertahanan PSIM, pelatih asal Brasil tersebut diprediksi akan mengandalkan sederet nama penyerang tajam. Pemain seperti Jordy Wehrmann, Aji Kusuma, dan bomber asal Brasil, Lulinha, diharapkan menjadi motor serangan untuk membobol gawang Laskar Mataram.

Baca Juga: Prediksi Persija vs Malut United: Mampukah Macan Kemayoran Cetak Hattrick?

Meski demikian, rekor Parreira bersama Madura United masih dalam tahap awal; dari lima pertandingan, ia baru mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Laga kontra PSIM akan menjadi ujian penting untuk menunjukkan kemampuannya sebagai peracik strategi.

Jean-Paul van Gastel: Disiplin dan Pragmatisme dari Belanda

Berbeda dengan Parreira yang baru datang di pertengahan musim, Jean-Paul van Gastel telah menjadi nakhoda PSIM sejak 17 Juni 2025, atau sejak awal musim kompetisi. Pelatih berpaspor Belanda berusia 53 tahun ini membawa filosofi sepak bola khas Eropa ke Indonesia.

Pemegang lisensi UEFA Pro ini dikenal dengan gaya permainan yang mengedepankan disiplin tinggi, organisasi pertahanan yang rapi, dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Pendekatan ini membuat PSIM menjadi tim yang sulit ditaklukkan.

Sebagai mantan asisten pelatih Besiktas, Van Gastel mampu menerapkan strategi pragmatis untuk meredam tekanan lawan, sebuah taktik yang sangat mungkin ia terapkan di kandang Madura United. Ia akan berusaha meminimalkan ruang gerak lawan dan memaksimalkan setiap peluang yang ada.

Catatan Van Gastel bersama PSIM juga terbilang impresif bagi seorang pelatih yang baru debut di Liga Indonesia; ia berhasil mempersembahkan tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan. Konsistensi ini menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan sepak bola Tanah Air.

Duel Taktik di Tengah Lapangan: Agresif vs Pragmatis

Pertandingan Madura United kontra PSIM Yogyakarta dipastikan akan menjadi tontonan menarik yang mempertemukan dua gaya kepelatihan yang kontras. Parreira akan mengandalkan intensitas tinggi, keberanian menyerang, dan dukungan penuh suporter untuk mendominasi permainan.

Sementara itu, Van Gastel kemungkinan besar akan membalas dengan strategi yang mengutamakan keseimbangan tim, organisasi pertahanan yang solid, dan efisiensi dalam serangan balik. Siapa yang akan unggul dalam adu strategi ini?

Madura United yang haus kemenangan di kandang sendiri akan berusaha tampil ofensif sejak menit pertama untuk mengamankan poin penuh. Namun, mereka harus mewaspadai serangan balik cepat dan pertahanan berlapis dari PSIM yang terorganisir.

Sebaliknya, PSIM dengan kepercayaan diri tinggi akan mencoba meredam gelombang serangan tuan rumah dan mencari celah untuk memberikan pukulan balik yang mematikan. Penguasaan lini tengah dan duel individual akan menjadi kunci penting dalam menentukan pemenang laga ini.

Kesimpulan

Laga Madura United melawan PSIM Yogyakarta ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertarungan ideologi sepak bola dari dua pelatih asing berpengalaman. Para penggemar sepak bola di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan atau di layar kaca akan disuguhkan tontonan taktik menarik.

Dengan kondisi tim yang berbeda dan ambisi yang sama untuk meraih kemenangan, siapa pun yang mampu menerapkan strateginya dengan lebih efektif akan keluar sebagai pemenang dalam duel krusial pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 ini.

Baca Juga

Loading...