Kepergian Ryan Mason dari West Bromwich Albion 'Tak Terhindarkan' - Sneekes

Table of Contents

Mason departure was 'inevitable' - Sneekes


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Mantan gelandang West Bromwich Albion, Richard Sneekes, menegaskan bahwa pemecatan Ryan Mason sebagai pelatih kepala adalah hal yang 'tak terhindarkan'. Meskipun demikian, Sneekes berpendapat bahwa The Baggies tidak pantas kalah dalam pertandingan terakhirnya melawan Leicester.

Gelandang asal Belanda yang mencatatkan lebih dari 220 penampilan selama lima tahun di The Hawthorns ini menyampaikan reaksinya dalam acara telepon sepak bola BBC WM pada Selasa malam, menanggapi berita kepergian Mason.

Analisis Kepergian Mason: Antara Kinerja dan Hasil

Mason meninggalkan jabatannya hanya setelah tujuh bulan, menyusul kekalahan dramatis 2-1 di King Power Stadium pada hari Senin. Kekalahan tersebut menandai kekalahan tandang ke-10 berturut-turut bagi Albion, sebuah rekor yang memprihatinkan.

“Itu tak terhindarkan,” kata Sneekes, menambahkan bahwa “Saya pikir hari Senin adalah pertama kalinya dalam waktu yang lama mereka menjadi tim yang lebih baik selama 90 menit.” Ia mengamati adanya pola permainan dan gaya yang belum pernah dilihatnya sebelumnya dari tim.

Sneekes meyakini bahwa para pemain sebenarnya bermain untuk Mason, tanpa keraguan sedikit pun tentang loyalitas mereka. Namun, ia juga mengakui bahwa Mason masih membuat beberapa kesalahan krusial selama masa kepelatihannya.

“Saya kira ia pasti tahu, jauh di lubuk hatinya, bahwa tidak menang bisa membuatnya kehilangan pekerjaan,” ucap Sneekes, mengindikasikan Mason seharusnya lebih berani. Oleh karena itu, ia seharusnya mengambil risiko yang lebih besar dalam strateginya.

Kritik Taktis dan Peluang yang Terlewatkan

Secara taktis, Sneekes berpendapat bahwa Mason seharusnya memasukkan Daryl Dike alih-alih Isaac Price dan bermain dengan formasi 4-4-2. Ia menjelaskan bahwa Leicester memiliki kelemahan di udara dan sering kesulitan menghadapi umpan silang serta sepak pojok.

“Ia melakukan pergantian pemain yang sama persis,” kritik Sneekes, merujuk pada substitusi like-for-like yang kurang memberikan dampak perubahan signifikan. “Jika pekerjaan Anda dipertaruhkan, Anda mungkin sekalian saja habis-habisan dan mencoba meraih tiga poin.”

Sneekes menekankan potensi Dike, meskipun tidak menganggapnya sebagai satu-satunya jawaban. Dengan 17 keterlibatan dalam skuad dan total 35 menit bermain – rata-rata lima menit per pertandingan – Dike mungkin bisa menjadi penyelamat bagi tim.

Baca Juga: Garnacho Siap Hadapi Mantan Klubnya, Manchester United, di Old Trafford

“Mereka seharusnya mencoba mati-matian,” tegas Sneekes, menyebut kekalahan itu sebagai pukulan telak yang tidak pantas mereka dapatkan. Ia sangat yakin jika mereka berhasil menang, WBA bisa saja bangkit, namun sayangnya hal itu tidak terjadi.

Pentingnya Mentor bagi Pelatih Muda

Mantan gelandang itu juga berpikir bahwa Mason, sebagai pelatih kepala yang relatif baru, akan sangat diuntungkan dengan kehadiran sosok berpengalaman di sampingnya. “Saya hanya tidak melihat bagaimana ia bisa mengubah permainan,” kata Sneekes, mengulang kritik tentang substitusi like-for-like.

“Saya merasa kasihan padanya dalam beberapa hal, tetapi jika Anda tidak belajar dari kesalahan, konsekuensinya akan seperti ini; itulah sepak bola,” jelasnya. Sneekes tetap percaya bahwa Mason adalah pelatih yang baik, namun ia sangat membutuhkan seorang mentor yang dapat membimbingnya.

Masa Depan West Bromwich Albion: Mencari Pemimpin Baru

Sneekes meyakini bahwa status klub dan kualitas skuad West Bromwich Albion menjadikan posisi manajer sangat menarik bagi banyak kandidat. “Seseorang pasti menginginkan pekerjaan itu,” tambahnya, menegaskan bahwa WBA adalah klub besar yang menarik.

Pentingnya adalah menemukan orang yang tepat untuk memimpin klub ke depan, terutama setelah penampilan hari Senin yang menunjukkan adanya potensi dalam tim. Ini adalah keputusan yang sulit dan krusial bagi masa depan klub.

Dukungan untuk Darren Moore sebagai Manajer Interim

Sneekes secara pribadi mendukung mantan bek dan manajer The Baggies, Darren Moore, untuk kembali dalam peran interim. Moore, yang sebelumnya melatih di The Hawthorns dari 2018-2019, baru saja dipecat oleh Port Vale pada akhir Desember.

“Mooro sedang bebas dan sangat mengenal klub ini, ia juga tampil baik di Sheffield Wednesday,” tutur Sneekes, menyoroti rekam jejak positif Moore. Ia berpendapat bahwa kedatangan Moore kembali akan mengembalikan niat baik dan semangat positif di antara para penggemar.

“Ia memiliki pengetahuan yang luas tentang klub,” pungkas Sneekes, “Saya rasa itu bukan pilihan yang buruk untuk masa mendatang.” Dukungan ini mencerminkan harapan akan stabilitas dan kepemimpinan yang sudah teruji di lingkungan klub.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa Ryan Mason dipecat dari West Bromwich Albion?

Ryan Mason dipecat setelah hanya tujuh bulan menjabat sebagai pelatih kepala menyusul kekalahan dramatis 2-1 dari Leicester City. Kekalahan ini merupakan kekalahan tandang ke-10 berturut-turut bagi West Bromwich Albion, yang mengindikasikan serangkaian hasil buruk.

Apa pandangan Richard Sneekes tentang pemecatan Mason?

Richard Sneekes, mantan gelandang WBA, menyatakan bahwa pemecatan Mason 'tak terhindarkan' meskipun tim bermain lebih baik dalam pertandingan terakhirnya melawan Leicester. Ia merasa Mason membuat kesalahan taktis dan membutuhkan mentor berpengalaman, namun tetap menganggapnya sebagai pelatih yang baik.

Siapa Daryl Dike dan mengapa Richard Sneekes menyebutnya?

Daryl Dike adalah pemain yang menurut Richard Sneekes seharusnya dimainkan oleh Mason alih-alih Isaac Price. Sneekes berpendapat bahwa Mason seharusnya lebih berani dengan formasi 4-4-2 dan memanfaatkan Dike yang berpotensi menjadi 'penyelamat', mengingat Leicester lemah dalam duel udara.

Mengapa Richard Sneekes menyarankan Darren Moore sebagai manajer interim?

Sneekes mendukung Darren Moore karena Moore sedang bebas setelah dipecat oleh Port Vale, sangat mengenal klub WBA, dan memiliki rekam jejak yang baik termasuk di Sheffield Wednesday. Ia percaya Moore akan membawa kembali niat baik dan pengetahuan mendalam tentang klub.

Apa tantangan terbesar bagi manajer baru West Bromwich Albion?

Tantangan terbesar bagi manajer baru WBA adalah mengembalikan stabilitas, mengubah rekor tandang yang buruk, dan membangun momentum positif untuk meraih tiga poin secara konsisten. Mereka juga harus memanfaatkan potensi skuad yang ada dan mengelola harapan dari klub yang besar ini.

Baca Juga

Loading...