Jadwal Proliga 2026 Putra: Laga Panas Bhayangkara Presisi vs LavAni Hari Ini

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kompetisi bola voli paling bergengsi di Indonesia, Proliga 2026, hari ini akan menyajikan salah satu duel klasik yang paling dinanti oleh para penggemar. Juara bertahan dua musim berturut-turut, Jakarta Bhayangkara Presisi, dijadwalkan menghadapi rival abadi mereka, Jakarta LavAni, dalam sebuah pertandingan krusial putaran pertama.
Laga sengit yang diprediksi akan penuh drama ini akan berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026, tepat pukul 16.00 WIB. GOR Voli Sumut Sport Center di Medan akan menjadi saksi bisu pertarungan kedua tim raksasa ini, sebagai bagian tak terpisahkan dari pekan kedua Proliga 2026.
Rivalitas Abadi yang Menggemparkan Proliga
Pertemuan antara Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta LavAni selalu menjanjikan tensi tinggi serta drama yang memukau di setiap detiknya. Kedua tim ini telah secara konsisten mendominasi Proliga putra dalam beberapa musim terakhir, bahkan secara luar biasa bertemu di grand final selama tiga tahun beruntun pada edisi 2023, 2024, dan 2025.
Intensitas rivalitas mereka bukan hanya sekadar persaingan di lapangan, melainkan telah menjadi penentu arah persaingan di papan atas klasemen Proliga. Setiap kali mereka bertanding, atmosfer stadion selalu memanas dan menyajikan kualitas voli tingkat tinggi yang sayang untuk dilewatkan.
Perjalanan Dominasi Jakarta Bhayangkara Presisi
Jakarta Bhayangkara Presisi memasuki Proliga 2026 dengan kepercayaan diri yang melambung tinggi, buah dari keberhasilan mereka merebut gelar juara pada Proliga 2024 dan 2025. Tim yang dimiliki oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia ini menunjukkan peningkatan performa yang sangat signifikan, terutama dalam dua musim terakhir yang penuh tantangan.
Kemenangan gemilang pada Proliga 2024 menjadi sejarah baru bagi Jakarta Bhayangkara Presisi, di mana mereka berhasil menumbangkan Jakarta LavAni dengan skor 3-1 di Indonesia Arena, sekaligus membalaskan kekalahan mereka di final Proliga 2023. Tren positif tersebut terus berlanjut ke Proliga 2025, saat Jakarta Bhayangkara Presisi kembali mengalahkan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dalam laga final yang berlangsung sangat sengit.
Mereka berhasil menang tipis 3-2 (19-25, 23-25, 25-22, 25-22, 15-9) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, setelah sempat tertinggal dua set terlebih dahulu, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan mental juara mereka. Pelatih Reidel Toiran, sosok asal Kuba yang dijuluki ‘Midas’ karena sentuhan emasnya, terbukti berhasil membangun kekompakan tim dan menanamkan mental juara yang kuat.
“Setelah melewati final four, kami terus mencoba memperbaiki kualitas permainan. Inilah hasilnya, kami tertinggal, tetapi akhirnya bisa mengejar,” ujar Reidel Toiran setelah kemenangan di Proliga 2025, mencerminkan semangat pantang menyerah dari seluruh anggota timnya.
Punggawa Kunci Bhayangkara Presisi
Skuad Jakarta Bhayangkara Presisi diperkuat oleh sejumlah pemain kunci yang telah membuktikan kualitasnya di level tertinggi. Rendy Tamamilang, yang dinobatkan sebagai MVP Proliga 2024, diharapkan kembali menjadi motor serangan dan pemimpin di lapangan.
Selain itu, nama-nama besar seperti Noumory Keita, yang menjadi top skorer Proliga 2024, bersama pemain-pemain inti lainnya seperti Hernanda Zulfi, Nizar Julfikar, Yuda Mardiansyah Putra, Alfin Daniel Pratama, Fahreza Rakha Abhinaya, dan Agil Angga Anggara, akan menjadi andalan utama dalam upaya mempertahankan gelar bergengsi ini.
Baca Juga: Megawati Hangestri Optimistis JPE Kompak, Targetkan Juara Proliga 2026
Ambisi Bangkit Jakarta LavAni untuk Merebut Kembali Takhta
Di sisi lain, Jakarta LavAni, tim yang didirikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan kekuatan yang tak bisa diremehkan sedikit pun dalam kompetisi voli nasional. Mereka adalah juara Proliga 2022 dan 2023, sebuah pencapaian yang menunjukkan dominasi luar biasa sejak debut pertama mereka di ajang ini.
Namun, ambisi mereka untuk mencetak hattrick juara pada Proliga 2024 harus kandas di tangan Jakarta Bhayangkara Presisi, dan mereka kembali harus puas sebagai runner-up di Proliga 2025. Kekalahan beruntun ini tentu memicu semangat juang yang lebih besar untuk musim 2026.
Dibawah asuhan pelatih asal Kuba, Nicolas Ernesto Vives Coffigny, Jakarta LavAni selalu tampil kompetitif dan mengancam. Vives telah diperpanjang kontraknya hingga Proliga 2024/2025, dan kemungkinan besar akan terus memimpin tim di musim 2026 ini, membawa misi besar untuk meraih kembali gelar juara.
Asisten pelatih Jakarta LavAni, Samsul Jais, pernah menyatakan optimisme terhadap timnya, “Sampai saat ini, setelah persiapan yang cukup lama, tim kami sudah siap tampil untuk mengikuti perhelatan Proliga 2024.” Semangat yang sama diyakini akan dibawa LavAni untuk Proliga 2026, dengan misi utama yang jelas: merebut kembali takhta juara yang pernah mereka genggam.
Bintang-Bintang di Skuad LavAni
Skuad Jakarta LavAni juga dihuni oleh nama-nama besar di kancah voli nasional yang memiliki kualitas tak diragukan. Fahri Septian Putratama, yang meraih predikat MVP Proliga 2023, menjadi salah satu andalan utama yang diharapkan bersinar.
Kapten tim Dio Zulfikri, bersama Hendra Kurniawan, Muhammad Malizi, Boy Arnes Arabi, Prasojo, Musabikhan, Daffa Naufal Mauluddani, Irpan, dan Reihan Andiko Firli, merupakan tulang punggung tim yang telah memiliki chemistry sangat kuat. Kehadiran pemain asing seperti Renan Buiatti (di Proliga 2024) juga telah memberikan kekuatan tambahan signifikan dalam serangan LavAni di musim-musim sebelumnya.
Pertarungan Taktik dan Mental di Medan
Pertandingan hari ini tidak hanya akan menjadi adu kekuatan fisik dan teknik para pemain, tetapi juga pertarungan strategi antara dua pelatih Kuba yang tangguh, Reidel Toiran dan Nicolas Vives. Kedua pelatih ini memiliki rekam jejak panjang dan pemahaman mendalam tentang karakter serta potensi tim masing-masing.
Ini adalah awal musim Proliga 2026, sehingga poin-poin awal sangat krusial untuk membangun momentum positif dan memposisikan diri di papan atas klasemen. Dengan format Proliga 2026 yang akan menyajikan 98 pertandingan dan perubahan format grand final menjadi ‘best of three’, setiap laga di babak reguler menjadi semakin penting dan berharga.
Duel di sektor outside hitter antara Rendy Tamamilang dan Fahri Septian Putratama akan menjadi sorotan utama, begitu pula adu tajam opposite hitter yang menjanjikan aksi-aksi spektakuler. Pertarungan di lini tengah serta soliditas pertahanan juga akan sangat menentukan hasil akhir laga ini.
Siapa pun tim yang mampu meminimalkan kesalahan dan memaksimalkan setiap peluang yang ada akan memiliki keuntungan besar untuk memenangkan pertandingan. Medan akan menjadi saksi bisu episode terbaru dari rivalitas abadi ini, sebuah laga yang tidak hanya memperebutkan poin, tetapi juga keunggulan psikologis di awal Proliga 2026.