Data Terbaru: Lebih Banyak NU atau Muhammadiyah di Indonesia?

Table of Contents

Lebih banyak NU apa Muhammadiyah?


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pertanyaan mengenai ormas Islam mana yang memiliki pengikut paling besar di Indonesia sering kali muncul ke permukaan publik. Berdasarkan berbagai hasil survei nasional, Nahdlatul Ulama (NU) secara konsisten menempati posisi pertama sebagai organisasi dengan basis massa terbanyak.

Data terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia merasa terafiliasi dengan NU. Fenomena ini mempertegas dominasi ormas yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari tersebut dalam peta demografi keagamaan di tanah air.

Perbandingan Angka Berdasarkan Survei Nasional

Dalam laporan LSI tahun 2023, sebanyak 56,9 persen responden muslim di Indonesia mengaku sebagai warga NU. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 40 hingga 45 persen.

Sementara itu, Muhammadiyah menempati posisi kedua dengan jumlah pengikut sekitar 5,7 persen dari total populasi muslim. Meskipun secara angka terpaut cukup jauh, Muhammadiyah dikenal memiliki struktur organisasi dan institusi pendidikan yang sangat solid dan merata di seluruh provinsi.

Perbandingan Angka Berdasarkan Survei Nasional

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kata 'lebih' adalah lewat dari semestinya tentang ukuran atau banyaknya. Dalam konteks ini, jumlah warga NU memang "lebih" banyak secara kuantitas elektoral dibandingkan dengan organisasi Islam lainnya di Indonesia.

Faktor Penentu Besarnya Basis Massa

Tingginya angka pengikut NU sering kali dikaitkan dengan kedekatan kultural dan tradisi keagamaan yang mengakar di pedesaan. Banyak masyarakat merasa menjadi bagian dari NU karena mengikuti amalan tradisi seperti tahlilan atau maulidan, meskipun tidak memiliki kartu anggota resmi.

Di sisi lain, Muhammadiyah yang mengusung gerakan modernisme Islam cenderung memiliki basis massa yang kuat di wilayah perkotaan dan sektor formal. Kekuatan Muhammadiyah terletak pada jaringan rumah sakit, universitas, dan panti asuhan yang dikelola secara profesional di bawah sistem persyarikatan.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam keterangannya menyebutkan bahwa tren kenaikan afiliasi ke NU dipengaruhi oleh persepsi publik terhadap moderasi beragama. Hal ini menjadikan identitas NU semakin inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat muslim di Indonesia.

Secara objektif, baik NU maupun Muhammadiyah merupakan pilar utama stabilitas sosial dan politik di Indonesia. Perbedaan jumlah massa tidak mengurangi peran strategis keduanya dalam memajukan bangsa melalui jalur dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa jumlah pengikut NU menurut survei terbaru?

Berdasarkan survei LSI tahun 2023, sekitar 56,9% umat Islam di Indonesia berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Berapa persentase warga Muhammadiyah di Indonesia?

Dalam survei yang sama, Muhammadiyah memiliki basis massa sekitar 5,7% dari total penduduk muslim Indonesia.

Mengapa jumlah pengikut NU bisa sangat banyak?

Hal ini disebabkan oleh kuatnya akar kultural dan tradisi keagamaan NU yang sesuai dengan mayoritas masyarakat di pedesaan, serta inklusivitas identitas organisasinya.

Apa perbedaan utama basis massa NU dan Muhammadiyah?

NU cenderung kuat di wilayah pedesaan dan berbasis kultural, sementara Muhammadiyah kuat di wilayah perkotaan dengan basis organisasi melalui institusi pendidikan dan kesehatan.



Ditulis oleh: Rina Wulandari

Baca Juga

Loading...