Cirebon Pasang Jaring Pengaman Sampah: Solusi Mitigasi Banjir dan Lingkungan Sungai

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Persoalan banjir dan penumpukan sampah di perkotaan menjadi tantangan serius yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia. Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah proaktif dengan memasang jaring penahan sampah di sejumlah aliran sungai.
Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga kelancaran aliran air, terutama saat curah hujan tinggi, dan menekan risiko terjadinya genangan serta banjir yang merugikan masyarakat.
Jaring Penahan Sampah: Respon atas Usulan Warga
Pemasangan jaring penahan sampah ini bukan hanya sekadar program pemerintah, melainkan sebuah respons nyata terhadap aspirasi masyarakat. Lurah Sukapura, Diza Setya Aji Pambudi, menjelaskan bahwa usulan pemasangan ini berasal langsung dari warga setempat.
Inisiatif penting ini kemudian direalisasikan melalui kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), menunjukkan kolaborasi efektif antara pemerintah dan komunitas.
Lokasi dan Tujuan Strategis Pemasangan
Jaring penahan sampah utama dipasang di atas sungai Kota Cirebon, dengan penambahan di Kali Banjir Kanal daerah Pilang. Diza, pada Minggu (11/1), menegaskan bahwa jaring ini berfungsi menyaring berbagai material yang terbawa arus sungai, terutama saat debit air meningkat drastis.
Tujuannya adalah untuk mencegah tumpukan sampah menghambat aliran air, yang seringkali menjadi pemicu utama banjir di musim penghujan.
Manfaat Vital dalam Pencegahan Banjir
Keberadaan jaring penahan sampah menjadi strategi vital agar aliran sungai tetap optimal, khususnya ketika hujan deras mengguyur wilayah Kota Cirebon. Sampah yang menumpuk di sungai tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga merusak ekosistem sungai dan kualitas lingkungan.
Dengan menyaring sampah, risiko banjir dapat ditekan secara signifikan, memberikan rasa aman lebih bagi warga sekitar sungai.
Kisah Sukses Penanganan Banjir Kiriman
Diza Setya Aji Pambudi juga menyoroti efektivitas jaring ini dalam menghadapi situasi kritis di masa lalu. Ia menceritakan kejadian saat curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Kedung Pane meningkat drastis.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Cirebon: Kamis, 08 Januari 2026 – Persiapan Optimal di Berbagai Waktu
Selain air, aliran sungai tersebut juga membawa banyak sampah kiriman dari wilayah luar Kota Cirebon, namun beruntungnya sampah-sampah itu berhasil tertahan di jaring.
Mekanisme Jaring dalam Menjaga Keamanan
Insiden tersebut menjadi bukti nyata betapa krusialnya peran jaring penahan sampah dalam kondisi ekstrem. Tanpa adanya jaring, sampah-sampah kiriman dari hulu akan langsung menyumbat berbagai titik di hilir, memperparah potensi banjir.
Jaring ini bertindak sebagai benteng pertama yang melindungi kota dari ancaman sampah dan dampaknya.
Pemeliharaan Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Agar jaring penahan sampah tetap berfungsi maksimal, sampah yang tersangkut harus segera diangkat secara berkala. Untuk itu, pihak kelurahan secara aktif berkoordinasi dengan BBWS, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Proses pembersihan ini juga melibatkan partisipasi aktif warga melalui kegiatan kerja bakti, khususnya masyarakat RW 09 dan RW 10, mengingat lokasi mereka yang berdekatan dengan area pemasangan jaring.
Pentingnya Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Meskipun pemasangan jaring penahan sampah dinilai cukup efektif sebagai solusi jangka pendek, Diza menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat. Ia berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai, baik di Kota Cirebon maupun di daerah sekitarnya.
Sungai Banjir Kanal, sebagai contoh, merupakan aliran dari beberapa sungai di luar kota yang bermuara di wilayah hilir Sukapura, sehingga tindakan di hulu sangat mempengaruhi kondisi di hilir.
Menuju Lingkungan Sungai yang Bersih dan Berkelanjutan
Upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam memasang jaring penahan sampah adalah langkah konkret menuju pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Namun demikian, keberlanjutan solusi ini sangat bergantung pada perubahan perilaku dan kesadaran kolektif.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat, sungai-sungai di Kota Cirebon dapat kembali bersih, aliran air lancar, dan risiko banjir dapat diminimalisir secara signifikan demi kesejahteraan bersama.