Cirebon-Kuningan Perkuat Penanaman Pohon Cegah Banjir Lintas Daerah

Table of Contents

RRI.co.id - Pemkab Cirebon–Kuningan Perkuat Penanaman Pohon Cegah Banjir


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan bencana banjir yang kerap melanda wilayah perbatasan mereka. Kedua pemkab menggelar pertemuan strategis di kawasan Waduk Dharma, Kabupaten Kuningan, pada Jumat, 2 Januari 2026, untuk merumuskan solusi bersama.

Pertemuan ini menjadi inisiatif penting yang bertujuan untuk mengantisipasi potensi bencana banjir, yang secara historis seringkali mempengaruhi kedua daerah secara simultan. Kesepakatan kerja sama konkret, terutama dalam program penanaman pohon, menjadi fokus utama untuk mitigasi risiko bencana.

Sinergi Hulu-Hilir: Kunci Pencegahan Banjir Lintas Batas

Penanganan banjir memerlukan pendekatan komprehensif yang tidak dapat dilakukan secara parsial, mengingat aliran air yang secara alami menghubungkan wilayah hulu hingga hilir. Ir. Usep Sumirat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mengatasi tantangan lingkungan.

“Kita tidak bisa saling menyalahkan karena air itu mengalir dari hulu sampai hilir,” ujarnya kepada RRI Cirebon pada Kamis, 8 Januari 2026. Ia melanjutkan bahwa salah satu upaya jangka pendek yang manfaatnya besar adalah penanaman pohon sebagai langkah preventif yang sangat efektif.

Penanaman Pohon: Solusi Jangka Pendek dengan Dampak Jangka Panjang

Menurut Usep Sumirat, penanaman pohon dinilai sebagai solusi jangka pendek yang memiliki manfaat signifikan dalam jangka panjang untuk mitigasi banjir. Pohon berperan vital dalam menjaga stabilitas tanah dan meningkatkan kapasitas penyerapan air, sehingga mengurangi laju aliran permukaan.

Fokus utama penanaman diarahkan pada kawasan tengah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang didominasi permukiman padat dan lahan terbuka. Langkah ini krusial untuk mencegah erosi dan meningkatkan resapan air di area yang paling rentan terhadap genangan.

Lokasi Prioritas Rehabilitasi dan Penanaman di Wilayah Perbatasan

Usep Sumirat menyebutkan beberapa alternatif wilayah yang menjadi fokus penanaman pohon dan rehabilitasi lingkungan. Di antaranya adalah kawasan Dukuhpuntang di Kabupaten Cirebon, Talagarmis, serta bekas lahan galian C di wilayah Cikalahang yang sangat berpotensi untuk direhabilitasi secara ekologis.

Selain itu, wilayah perbatasan timur seperti Waled juga diidentifikasi sebagai lokasi strategis untuk program penanaman pohon. Pemilihan lokasi-lokasi ini didasarkan pada tingkat kerentanan terhadap banjir dan potensi kontribusinya dalam memperkuat ekosistem pencegah banjir.

Baca Juga: Cirebon Mantap Jiwa! Pemkab Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77, Semangat Cinta Tanah Air Makin Membara!

Komitmen Kabupaten Cirebon Menjaga Ekosistem Resapan Air

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono, menegaskan bahwa kerja sama lintas wilayah ini dilandasi kesadaran mendalam akan pentingnya penanganan lingkungan dalam satu kesatuan ekosistem. Ia menyatakan bahwa masalah lingkungan tidak mengenal batas administratif, sehingga memerlukan pendekatan holistik.

“Program penanaman ini tidak bisa diselesaikan di satu wilayah saja, kita harus bergerak dalam satu ekosistem besar, baik di wilayah hulu maupun di hilir,” ucapnya kepada RRI Cirebon pada Kamis, 08 Januari 2026. Pernyataan ini memperkuat visi kedua daerah untuk bekerja sama demi keberlanjutan lingkungan.

Fokus Penanaman di Dataran Tinggi dan Kawasan Resapan Penting

Di Kabupaten Cirebon, fokus penanaman pohon akan diarahkan ke wilayah dataran tinggi dan kawasan perbatasan yang memiliki fungsi krusial sebagai resapan air. Area-area ini berperan vital dalam menahan air hujan dan mencegah terjadinya aliran permukaan yang berlebihan.

Salah satu lokasi yang telah menjadi bagian dari inisiatif ini adalah lahan milik Pemerintah Daerah di kawasan Hutan Kota Batu Baok, Kecamatan Sumber, seluas sekitar satu hektare. Upaya ini menunjukkan komitmen konkret Cirebon dalam mendukung program mitigasi banjir.

Kondisi dan Pengelolaan Kawasan Resapan Air di Cirebon

Fitroh Suharyono juga menjelaskan bahwa kondisi kawasan resapan air di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon secara umum masih dalam kondisi cukup baik. Pengelolaan area-area tersebut terus dijaga sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan untuk keberlanjutan lingkungan.

Kawasan resapan penting ini tersebar di beberapa wilayah strategis, termasuk Sumber, Dukuhpuntang, Talun, Beber, serta daerah dataran tinggi lainnya di Kabupaten Cirebon. Penjagaan konsisten terhadap kawasan ini menjadi kunci dalam upaya pencegahan bencana hidrometeorologi.

Harapan dan Implementasi Berkelanjutan untuk Masa Depan

Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Kuningan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam penanganan masalah lingkungan lintas batas. Sinergi ini mencerminkan pemahaman bahwa ancaman banjir membutuhkan respons kolektif dan terpadu.

Melalui program penanaman pohon yang terencana dan berkelanjutan, kedua kabupaten berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih tangguh dan aman bagi masyarakatnya. Inisiatif ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian alam dan mitigasi risiko bencana di masa depan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa penanaman pohon dianggap solusi jangka pendek namun bermanfaat besar?

Penanaman pohon disebut solusi jangka pendek karena proses penanamannya dapat segera dilakukan. Manfaatnya besar karena pohon segera mulai menyerap air, mengikat tanah, dan mengurangi erosi, meski efek penuhnya akan terasa dalam jangka panjang. Tindakan ini memberikan dampak positif langsung dalam mengurangi potensi banjir.

Apa yang dimaksud dengan pendekatan 'hulu-hilir' dalam penanganan banjir?

Pendekatan 'hulu-hilir' merujuk pada pemahaman bahwa aliran air menghubungkan seluruh ekosistem dari pegunungan (hulu) hingga ke dataran rendah/laut (hilir). Penanganan banjir harus melibatkan semua wilayah yang dilewati aliran sungai, karena masalah di hulu dapat berdampak pada hilir, dan sebaliknya, sehingga diperlukan kerja sama lintas wilayah.

Apa peran kawasan resapan air dalam pencegahan banjir?

Kawasan resapan air memiliki peran krusial dalam mencegah banjir dengan menyerap air hujan ke dalam tanah. Ini membantu mengurangi volume air yang mengalir di permukaan, menahan erosi tanah, dan mengisi kembali cadangan air tanah, sehingga meminimalkan risiko genangan dan banjir di daerah yang lebih rendah.

Di mana saja lokasi penanaman pohon yang diprioritaskan oleh kedua kabupaten?

Kabupaten Kuningan memprioritaskan kawasan tengah Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk Dukuhpuntang (Cirebon), Talagarmis, bekas lahan galian C di Cikalahang, dan wilayah perbatasan timur seperti Waled. Sementara Kabupaten Cirebon akan fokus pada wilayah dataran tinggi dan kawasan perbatasan yang memiliki fungsi resapan air penting, seperti lahan di Hutan Kota Batu Baok, Kecamatan Sumber, serta kawasan resapan di Sumber, Dukuhpuntang, Talun, dan Beber.

Bagaimana kerja sama antar daerah seperti ini membantu dalam penanganan lingkungan?

Kerja sama antar daerah sangat penting karena masalah lingkungan, seperti banjir, tidak terbatas oleh batas administratif. Dengan bersinergi, kedua daerah dapat mengelola ekosistem secara terpadu dari hulu ke hilir, berbagi sumber daya, dan mengimplementasikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama.

Baca Juga

Loading...