Camat Kroya Bungkam, Proyek Cor Jalan Sukamelang Indramayu Disorot

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, kini menjadi pusat perhatian publik. Proyek betonisasi yang berlokasi di Jalan Pilangsari tersebut menuai kritik tajam akibat ketebalan beton yang tidak merata di beberapa titik.
Pekerjaan fisik ini diketahui bersumber dari alokasi Dana Desa Tahun 2025 yang diperuntukkan bagi peningkatan aksesibilitas warga. Namun, pelaksanaan di lapangan dianggap kontroversial karena ditemukan adanya variasi ketebalan yang kasatmata.
Minimnya Transparansi Hasil Monitoring
Sikap diam Camat Kroya terkait hasil monitoring dan evaluasi (monev) pada Jumat (21/1) memicu kekecewaan sejumlah pihak. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media dan masyarakat tidak mendapatkan respons resmi dari pimpinan kecamatan tersebut.
Bungkamnya pihak kecamatan menimbulkan spekulasi mengenai efektivitas pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara. Masyarakat menilai transparansi pengawasan sangat krusial agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kondisi kantor Kecamatan Kroya yang tampak sepi dari tanggapan publik menjadi sorotan utama dalam pemberitaan lokal. Padahal, keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban instansi pemerintah dalam mengawal proyek desa.
Klarifikasi Kepala Desa Sukamelang
Menanggapi riuh rendah di masyarakat, Kepala Desa Sukamelang, Masduki, SH, akhirnya memberikan penjelasan resmi. Ia mengakui adanya perbedaan ketebalan beton, namun menyebut hal itu sebagai kendala teknis di lapangan.
Masduki menjelaskan bahwa variasi ketebalan tersebut dipicu oleh distribusi cor readymix yang kurang merata saat proses penuangan. Ia menjamin bahwa meski ketebalan bervariasi, secara total volume pekerjaan tetap konsisten dengan RAB.
Lebih lanjut, Masduki menegaskan bahwa tim monev dari kecamatan sebenarnya sudah meninjau lokasi tersebut secara langsung. Menurut klaimnya, hasil evaluasi internal menyatakan bahwa pengerjaan jalan sudah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Desakan Investigasi dari Aktivis Lokal
Ketidakterbukaan hasil monev ini mendapatkan reaksi keras dari seorang aktivis lokal yang akrab disapa Brintik. Ia menyatakan bahwa sikap bungkam camat bisa menjadi preseden buruk bagi akuntabilitas pembangunan di Indramayu.
Brintik mengkhawatirkan tanpa adanya hasil monev yang transparan, pelaksana proyek akan merasa bebas bekerja tanpa standar yang jelas. Hal ini berisiko mengakibatkan infrastruktur desa yang dibiayai Dana Desa menjadi cepat rusak.
Munculnya dugaan adanya hal-hal yang ditutupi membuat Brintik mendesak instansi yang lebih tinggi untuk turun tangan. Ia meminta agar pengawasan tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan saja.
Inspektorat Kabupaten Indramayu diminta segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap proyek di Desa Sukamelang tersebut. Langkah ini dianggap perlu untuk memastikan bahwa uang rakyat digunakan secara tepat guna dan transparan.
Hingga saat ini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Kroya guna menjernihkan persoalan. Kepastian mengenai kualitas jalan beton tersebut menjadi harapan utama bagi warga Jalan Pilangsari.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa masalah utama dalam proyek jalan di Desa Sukamelang?
Masalah utama yang disorot adalah ketebalan cor beton yang bervariasi dan kurangnya transparansi hasil monitoring oleh pihak Kecamatan Kroya.
Dari mana sumber dana pembangunan jalan tersebut?
Pembangunan jalan cor beton di Jalan Pilangsari, Desa Sukamelang, bersumber dari Dana Desa Tahun 2025.
Bagaimana tanggapan Kepala Desa Sukamelang terkait ketebalan beton?
Kepala Desa Masduki, SH menjelaskan bahwa variasi terjadi karena cor readymix yang kurang merata, namun secara volume total tetap sesuai dengan RAB.
Apa tuntutan aktivis terkait masalah ini?
Aktivis mendesak agar Camat transparan soal hasil monev dan meminta Inspektorat Kabupaten Indramayu melakukan investigasi mendalam.
Ditulis oleh: Siti Aminah