BRI Super League: 4 Kekalahan Beruntun PSM, Tomas Trucha Soroti Kesalahan Organisasi Pertahanan
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5468707/original/041028200_1767974359-WhatsApp_Image_2026-01-09_at_22.09.26__1_.jpeg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - PSM Makassar kembali harus menelan pil pahit di kandang sendiri, memperpanjang deretan hasil minor yang kian mengkhawatirkan. Dalam lanjutan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Juku Eja takluk dengan skor 0-2 dari Bali United di Stadion BJ Habibie Parepare pada Jumat malam (9/1/2026).
Kekalahan ini bukan hanya sekadar kehilangan poin, melainkan juga memperpanjang rekor tanpa kemenangan PSM menjadi lima pertandingan beruntun. Yang lebih menyakitkan, empat laga terakhir secara berturut-turut dilalui dengan kekalahan yang kian menenggelamkan klub berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu di papan bawah klasemen.
Duo pemain Bali United, Mirza Mustafic dan Thijmen Goppel, menjelma menjadi momok menakutkan bagi pertahanan PSM Makassar. Mirza langsung menggebrak di menit pertama pertandingan dengan mencetak gol cepat, disusul kemudian oleh gol kedua dari Thijmen Goppel yang semakin memperlebar keunggulan Serdadu Tridatu.
Menanggapi kondisi kritis timnya, arsitek PSM Makassar, Tomas Trucha, akhirnya angkat bicara setelah pertandingan yang penuh frustrasi tersebut. Pelatih berkebangsaan Republik Ceko ini secara terang-terangan mengakui bahwa banyak kesalahan fundamental yang terus-menerus dilakukan oleh anak asuhnya.
Analisis Tomas Trucha: Bukan Konsentrasi, tetapi Organisasi Pertahanan yang Lemah
Trucha menjelaskan bahwa akar masalah utama timnya bukan terletak pada kurangnya konsentrasi para pemain di lapangan. Ia justru menyoroti aspek organisasi pertahanan tim yang dinilainya masih sangat kurang solid dan terlalu mudah untuk ditembus oleh pemain lawan.
“Ini bukan masalah konsentrasi, tapi organisasi pertahanan yang kurang,” tegas Trucha usai pertandingan. Ia menambahkan, kesalahan-kesalahan elementer dalam sistem pertahanan tersebut dengan cepat dan efektif mampu dimanfaatkan secara optimal oleh para pemain Bali United.
Lebih lanjut, Trucha juga mengharapkan agar para pemain kunci seperti Yuran Fernandes dan rekan-rekannya bisa tampil lebih agresif dari sebelumnya. Peningkatan agresi ini dianggap krusial untuk menekan lawan sejak dini dan mengurangi tekanan berlebih pada lini pertahanan PSM.
Statistik Menohok: Dominasi Bali United dan Tumpulnya Lini Serang PSM
Data statistik pertandingan juga semakin memperlihatkan gambaran yang suram mengenai performa PSM Makassar di laga tersebut. Tim tuan rumah hanya mampu menguasai 42 persen bola, jauh di bawah angka 58 persen yang dicatatkan oleh tim tamu, Bali United.
Selain itu, efektivitas serangan PSM juga menjadi pertanyaan besar, dengan hanya 4 peluang yang benar-benar mengarah ke gawang dari total 14 tembakan yang dilepaskan. Minimnya ancaman serius ke gawang lawan menandakan tumpulnya lini depan dan ketidakmampuan Juku Eja dalam menciptakan gol.
Baca Juga: Bojan Hodak Bela Thom Haye dari Kritik: Persib Bandung Solid
Dampak Kartu Merah Syahrul Lasinari pada Jalannya Pertandingan
Laga semakin berat bagi PSM Makassar setelah Syahrul Lasinari diusir wasit pada menit ke-24 karena menerima kartu merah. Momen krusial ini jelas mengubah dinamika permainan secara drastis dan memengaruhi mental tim secara signifikan.
“Jujur, kartu merah berpengaruh terhadap kepercayaan diri tim,” aku Trucha dengan nada penyesalan mendalam. Ia merasa bahwa kartu merah yang terlalu cepat itu membuat jalannya pertandingan tidak sesuai dengan skema dan harapan yang telah ia persiapkan.
Meskipun harus bermain dengan 10 pemain, arsitek asal Republik Ceko tersebut meyakini bahwa Juku Eja masih bisa menciptakan beberapa peluang emas. Namun, konsistensi dalam memanfaatkan peluang-peluang tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi seluruh tim.
Misi Perbaikan di Putaran Kedua BRI Super League: Mencari Formula Tepat
Bagi Trucha, ia menegaskan bahwa ia terus berupaya keras untuk mengubah PSM Makassar menjadi tim yang lebih baik, dengan fokus pada permainan yang lebih menyerang dan penguasaan bola yang dominan. Namun, ia mengakui bahwa realisasi dari perubahan ini belum berjalan mulus sesuai harapan.
“Kami mencoba untuk bermain lebih menyerang dan menciptakan peluang. Kami juga mencoba menguasai bola dengan lebih baik,” ujarnya, menekankan bahwa ini adalah sebuah proses yang harus dijalani, dan di dalamnya terdapat berbagai kesalahan yang harus diperbaiki secara bertahap.
Menjelang putaran kedua BRI Super League, Trucha bertekad untuk menemukan formula yang tepat demi perbaikan performa PSM Makassar secara menyeluruh. Salah satu prioritas utamanya adalah meningkatkan efektivitas dalam mengkonversi peluang menjadi gol, mengingat ini menjadi salah satu kelemahan terbesar tim saat ini.
Pelatih berusia 48 tahun ini optimis bahwa dengan adaptasi taktik dan strategi yang tepat, PSM bisa bangkit dari keterpurukan ini. Ia akan memaksimalkan waktu jeda antar putaran untuk membenahi segala kekurangan yang ada pada tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur tersebut.
PSM Makassar yang dikenal dengan julukan Juku Eja atau Ayam Jantan dari Timur memiliki basis suporter yang loyal dan tradisi panjang dalam sepak bola Indonesia. Kebangkitan tim ini menjadi harapan besar bagi seluruh pencinta sepak bola Makassar di putaran kedua kompetisi yang kian ketat.