BRI Super League 2025/2026: 3 Kuda Hitam Pengguncang Papan Atas Putaran Pertama
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 telah menyuguhkan serangkaian kejutan yang memukau para penggemar sepak bola nasional. Hingga pekan ke-17, persaingan di papan atas klasemen semakin ketat dan tidak hanya didominasi oleh tim-tim raksasa.
Tim-tim mapan seperti Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta memang masih menguasai puncak klasemen sementara. Persib memimpin dengan 38 poin, diikuti Borneo FC dengan 37 angka, dan Persija di posisi ketiga dengan 35 poin.
Dominasi Terganggu: Munculnya Penantang Baru
Namun, dominasi tersebut tidak lagi berjalan mulus karena munculnya sejumlah klub berstatus kuda hitam yang tampil luar biasa. Mereka tidak hanya agresif dan konsisten, tetapi juga kerap kali merepotkan bahkan mengalahkan kandidat juara.
Setidaknya ada tiga klub dengan daya ledak tinggi yang paling mengejutkan di paruh pertama BRI Super League musim ini. Performa impresif mereka membuat peluang untuk menembus empat besar, bahkan bersaing meraih gelar, kini terbuka lebar.
Malut United: Laskar Kie Raha yang Tak Terhentikan
Malut United langsung menunjukkan taringnya sejak promosi pada musim 2023/2024 dan langsung meramaikan persaingan papan atas. Musim lalu, Laskar Kie Raha bahkan berhasil finis di peringkat ketiga, sebuah pencapaian fenomenal bagi klub yang relatif baru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pada BRI Super League 2025/2026 ini, Malut United kembali membuktikan bahwa performa impresif mereka bukan sekadar kebetulan semata. Mereka kini kokoh bertengger di posisi keempat dengan torehan 34 poin, hanya selisih tipis dari tiga tim teratas.
Dari 17 pertandingan yang telah dimainkan, David da Silva dkk. berhasil membukukan 10 kemenangan, empat hasil seri, dan hanya tiga kali tumbang. Kekuatan utama Malut United terletak pada kolektivitas tim yang solid serta keberanian mereka untuk bermain terbuka, bahkan saat berhadapan dengan klub-klub besar yang lebih diunggulkan.
Laskar Kie Raha juga dikenal sangat sulit dikalahkan, terutama ketika mereka bermain di hadapan pendukung sendiri yang fanatik. Konsistensi dan keberanian yang ditunjukkan oleh armada asuhan pelatih Hendri Susilo ini membuat mereka pantas disebut sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya musim ini, siap mengganggu dominasi tim tradisional.
Persita Tangerang: Pendekar Cisadane yang Kian Matang
Persita Tangerang secara bertahap namun pasti telah kembali menemukan jati dirinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Setelah promosi ke Liga 1 pada 2019, Pendekar Cisadane sempat mengalami fase naik-turun yang penuh tantangan sebelum akhirnya menunjukkan performa yang matang dalam dua musim terakhir.
Baca Juga: BRI Super League: PSBS Biak dan Madura United Imbang di Maguwoharjo
Di putaran pertama BRI Super League 2025/2026, Persita tampil sangat mengejutkan dengan mengusung permainan yang disiplin dan efisien di setiap pertandingan. Saat ini, mereka bercokol di peringkat kelima klasemen sementara dengan tabungan 31 angka, membayangi ketat Malut United.
Tim asuhan pelatih Carlos Pena itu secara total berhasil mengepak sembilan kemenangan, empat hasil imbang, serta empat kekalahan dari 17 pertandingan. Pencapaian luar biasa ini secara gamblang membuktikan bahwa Persita bukan lagi sekadar tim pelengkap kompetisi, melainkan kontestan serius.
Solidnya lini belakang serta keseimbangan yang harmonis antar lini menjadi kunci kebangkitan Pendekar Cisadane di musim ini. Beberapa hasil positif yang mereka raih saat melawan tim-tim papan atas telah membuat mereka konsisten berada di jalur persaingan ketat menuju empat besar.
PSIM Yogyakarta: Naga Jawa yang Mengejutkan Sebagai Tim Promosi
PSIM Yogyakarta datang ke BRI Super League 2025/2026 dengan menyandang status juara Pegadaian Liga 2 2024/2025, sebuah prestasi membanggakan. Tak banyak pihak yang memprediksi Laskar Mataram mampu langsung bersaing di papan atas, namun hasil di lapangan berkata sebaliknya dengan performa di luar ekspektasi.
Sebagai tim promosi, PSIM tampil tanpa beban dan penuh determinasi tinggi di setiap pertandingan yang mereka jalani. Mereka sangat mengandalkan organisasi permainan yang rapi, semangat juang yang tak kenal menyerah, serta dukungan fanatik suporter yang selalu menjadi energi tambahan di setiap laga, khususnya saat bermain di kandang.
Pasukan asuhan pelatih Jean-Paul van Gastel itu telah mengumpulkan delapan kemenangan, enam hasil imbang, plus tiga kekalahan sejauh ini, menunjukkan konsistensi yang luar biasa. PSIM juga dikenal sebagai tim yang sangat sulit ditaklukkan, terutama ketika mereka bermain di markas sendiri di hadapan puluhan ribu pendukung setia.
Rentetan hasil-hasil positif di putaran pertama ini menjadikan skuad Naga Jawa sebagai tim promosi terbaik sejauh ini dan sekaligus kuda hitam yang paling berpotensi terus membuat kejutan. Mereka siap meneror tim-tim mapan di paruh kedua kompetisi, bahkan berpeluang besar untuk finis di posisi empat besar.
Persaingan Semakin Kompetitif Menuju Puncak
Dengan konsistensi performa yang luar biasa dan mentalitas kuat yang ditunjukkan, ketiga tim ini menjadi bukti nyata bahwa persaingan di BRI Super League kini kian kompetitif. Era dominasi mutlak tim-tim besar mulai tergoyahkan oleh kekuatan-kekuatan baru.
Jika Malut United, Persita Tangerang, dan PSIM Yogyakarta mampu menjaga stabilitas permainan mereka di putaran kedua, bukan tak mungkin salah satu dari mereka benar-benar akan mengganggu dominasi para favorit juara. Mereka tidak hanya mengincar posisi empat besar, tetapi juga berpotensi menciptakan dongeng indah dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/2026.