Bhayangkara Presisi Libas Medan Falcons 3-0: Debut Impresif di Proliga 2026

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Musim kompetisi Proliga 2026 telah resmi bergulir, dan juara bertahan Bhayangkara Presisi langsung mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya. Mereka sukses menaklukkan tim tangguh Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan kemenangan telak 3-0 pada laga pembuka yang penuh antusiasme dan tensi tinggi.
Pertandingan penting ini berlangsung di GOR Terpadu A. Yani Pontianak pada Kamis, 8 Januari 2026 malam WIB, disaksikan oleh ribuan penggemar voli yang memadati arena. Hasil ini menjadi pondasi awal yang kokoh bagi Bhayangkara Presisi dalam misi mereka untuk mempertahankan mahkota juara di kompetisi voli tertinggi Indonesia.
Kematangan Juara Bertahan di Set Pembuka yang Penuh Tantangan
Sejak peluit pertama dibunyikan, Bhayangkara Presisi langsung mengambil inisiatif serangan, memperlihatkan koordinasi tim yang rapi dan solid. Hernanda Zulfi, sang middle blocker andalan bernomor punggung 13, berhasil mencetak poin pembuka melalui quick attack yang presisi dan tak terduga, membawa timnya unggul 1-0.
Dominasi Bhayangkara terus berlanjut berkat variasi serangan dan pertahanan yang ketat, dengan Rendy Tamamilang dan kolega berhasil membangun keunggulan signifikan hingga 15-10. Namun, Medan Falcons bukan lawan yang mudah menyerah, mereka menunjukkan semangat juang tinggi dan kualitas individu pemain yang patut diperhitungkan.
Liosbel Mendez, pemain asing andalan Medan Falcons, menjadi motor kebangkitan timnya dengan sumbangan poin-poin krusial dari smash-smash kerasnya. Bersama dengan Luvi Febrian yang juga tampil apik dalam menyerang, mereka berhasil mengejar ketertinggalan dan menyamakan skor menjadi 17-17, membuat suasana di lapangan semakin memanas.
Meskipun demikian, kematangan mental sebagai tim juara bertahan sangat terlihat dari Bhayangkara Presisi di bawah tekanan. Anak asuh pelatih Reidel Toiran mampu tetap fokus, mengambil keputusan tepat, dan bangkit pada momen-momen krusial, akhirnya memenangkan set pertama dengan skor 25-23 yang dramatis dan penuh perhitungan.
Perjuangan Sengit di Set Kedua: Bhayangkara Jaga Konsistensi
Awal set kedua menyuguhkan persaingan yang lebih ketat dan saling jual beli serangan, di mana kedua tim saling berbalas poin tanpa ada yang mau mengalah. Agil Angga dari Bhayangkara Presisi berhasil menyamakan skor menjadi 3-3 setelah sempat tertinggal tipis, menandakan bahwa laga akan berlangsung panjang dan penuh intrik.
Medan Falcons kembali menunjukkan tajinya dengan strategi serangan yang lebih bervariasi, memanfaatkan kelengahan lawan untuk menjauhkan kedudukan. Spike keras dan terarah dari Luvi Febrian membawa timnya unggul 15-12, sempat mengancam dominasi Bhayangkara dan membangkitkan harapan suporter mereka.
Baca Juga: Madura United Kecewa: Gagal Penalti di Detik Akhir, Imbang Lawan Bhayangkara
Namun, mental baja dan pengalaman para pemain Bhayangkara Presisi menjadi faktor penentu dalam mengatasi tekanan yang hebat tersebut. Mereka tetap bermain tenang, menjaga komunikasi antar pemain, dan secara perlahan tapi pasti berhasil mengejar ketertinggalan dengan serangkaian poin beruntun.
Sebuah spike mematikan dari Rendy Tamamilang yang tak terbendung membawa Bhayangkara unggul 21-18, membalikkan keadaan secara drastis di penghujung set. Setelah momen krusial tersebut, laju Bhayangkara Presisi tak lagi bisa dibendung, mengamankan kemenangan set kedua dengan skor 25-18 melalui performa yang sangat konsisten dan solid.
Blok Penentu Rendy Tamamilang Mengunci Kemenangan 3-0
Memasuki set ketiga, terlihat jelas performa Medan Falcons mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan fisik dan mental, mungkin karena kelelahan setelah berjuang habis-habisan di dua set sebelumnya. Meskipun Fahri Septian dimasukkan untuk menyuntikkan energi baru dan variasi serangan, momentum positif sudah sepenuhnya berada di pihak Bhayangkara Presisi.
Bhayangkara Presisi memanfaatkan momentum tersebut dengan baik, terus menekan dan mengendalikan jalannya pertandingan dengan strategi yang efektif. Mereka menunjukkan pertahanan yang rapat, blok-blok yang kokoh, dan serangan yang efektif, membuat Medan Falcons kesulitan mengembangkan permainan mereka.
Pada akhirnya, blok kokoh yang dilakukan oleh kapten sekaligus pemain bintang Bhayangkara Presisi, Rendy Tamamilang, menjadi penutup manis pertandingan ini. Blok tersebut mengakhiri set ketiga dengan skor 25-21 untuk keunggulan Bhayangkara Presisi, sekaligus memastikan kemenangan bersih 3-0 yang impresif.
Awal Gemilang dan Harapan di Proliga 2026
Kemenangan 3-0 ini adalah awal yang sempurna bagi Bhayangkara Presisi dalam upaya mereka untuk mempertahankan takhta juara di Proliga 2026. Performa solid ini tidak hanya menunjukkan kedalaman skuad, tetapi juga kematangan strategi yang diusung oleh pelatih Reidel Toiran dan dedikasi para pemain.
Sementara itu, bagi Medan Falcons Tirta Bhagasasi, kekalahan ini menjadi evaluasi penting di awal musim, meskipun mereka telah menunjukkan perlawanan yang luar biasa dan potensi yang menjanjikan. Mereka perlu mengidentifikasi area perbaikan untuk bisa bersaing lebih jauh di turnamen ini.
Proliga 2026 diprediksi akan menyuguhkan persaingan yang semakin ketat dan menarik bagi para pecinta voli di tanah air dari pekan ke pekan. Pertandingan pembuka ini hanyalah permulaan dari serangkaian drama, kejutan, dan aksi-aksi menawan yang akan terjadi di sepanjang musim.