Banjir Majalengka: Hujan Deras Rusak Rumah, Jebolkan Saluran Sungai Cilutung

Table of Contents

Hujan Deras Akibatkan Rumah Warga Hancur-Jebolnya Saluran Sungai Cilutung Majalengka - Kabar Cirebon


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kabupaten Majalengka dilanda bencana serius setelah hujan deras tak henti mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Intensitas curah hujan yang tinggi memicu serangkaian insiden, termasuk ambruknya dinding rumah warga dan jebolnya saluran Sungai Cilutung yang berdampak luas.

Salah satu kejadian awal dilaporkan pada Rabu (07/01/2026) malam di Desa Jagasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Rumah milik warga bernama Hendriana mengalami kerusakan parah setelah tembok belakangnya jebol dihantam derasnya aliran air dari saluran yang berada persis di belakang rumahnya.

Menurut keterangan Kapolsek Cikijing, Ajun Komisaris Polisi Asep Rusmawan, ambruknya tembok tersebut disebabkan oleh tersendatnya saluran air. Tekanan air yang sangat kuat secara terus-menerus mengikis sela-sela tembok rumah, hingga akhirnya mengakibatkan jebol.

Meskipun kerusakan yang terjadi cukup parah, beruntungnya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, para pemilik rumah dilaporkan sedang tidak berada di bagian dapur, sehingga mereka selamat dari dampak langsung insiden itu.

Dampak Meluas Akibat Jebolnya Saluran Sungai Cilutung

Tak hanya insiden lokal, hujan deras yang terjadi selama dua hari terakhir juga memicu bencana yang lebih besar di wilayah Kecamatan Cikijing. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa curah hujan ekstrem ini mengakibatkan jebolnya saluran Sungai Cilutung.

Jebolnya saluran sungai ini secara langsung menyebabkan banjir di Desa Kasturi dan Banjaransari, menimbulkan kerugian material dan sosial yang signifikan bagi masyarakat. Ratusan rumah warga terendam, dan berbagai sektor kehidupan masyarakat turut terdampak.

Data terbaru dari BPBD Majalengka menunjukkan skala kerugian yang cukup besar di lokasi tersebut. Sebanyak 269 unit rumah warga di blok Situngsari dan Mekarsari dilaporkan terdampak banjir parah.

Sektor pertanian juga terpukul keras dengan terendamnya 50 hektare lahan persawahan yang vital bagi perekonomian lokal. Selain itu, 30 kolam ikan milik warga juga rusak, menambah daftar kerugian material.

Baca Juga: Badai Menerjang Bekasi: Empat Rumah Rusak di Bintara Akibat Cuaca Ekstrem

Fasilitas umum dan peribadatan tidak luput dari dampak banjir, dengan 6 mushola yang terendam air. Aktivitas belajar mengajar di MTs, MD, dan SDN Kasturi terpaksa terganggu, menghentikan proses pendidikan bagi banyak siswa.

Bahkan layanan kesehatan di Puskesmas Gumuruh turut terdampak, menunjukkan betapa menyeluruhnya bencana ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Situasi darurat ini memerlukan koordinasi dan respons cepat dari berbagai pihak terkait.

Kunjungan dan Bantuan Langsung dari Bupati Majalengka

Menanggapi situasi genting ini, Bupati Majalengka Eman Suherman segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing. Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis (8/1/2026) untuk memastikan kondisi warga serta memantau penanganan darurat pasca banjir.

Dalam kunjungannya, Bupati Eman Suherman didampingi oleh sejumlah pejabat penting daerah, antara lain Ketua Baznas, Kalak BPBD, Kadis PUTR, Kadinsos, dan Camat Cikijing. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana ini.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga secara langsung menyerahkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak. Bantuan berupa sembako, alat kebersihan, dan tikar disalurkan untuk meringankan beban awal masyarakat di pengungsian atau rumah mereka.

Bupati Eman Suherman menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kesejahteraan warganya. “Kami hadir langsung untuk melihat kondisi warga dan memastikan kebutuhan mendesak di lapangan,” ungkap Bupati Eman.

Ia melanjutkan, “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti dengan bantuan serta penanganan lanjutan.” Pernyataan ini memberikan harapan bagi warga Majalengka yang kini berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah Majalengka. Koordinasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat akan krusial dalam upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana.

Baca Juga

Loading...