Banjir Landa Sibolga: Sungai Aek Doras Meluap, Warga Diimbau Waspada

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), dilanda musibah banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Akibat intensitas curah hujan yang tinggi, Sungai Aek Doras dilaporkan meluap, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan dampak banjir yang lebih serius. Pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Hujan Lebat Memicu Peningkatan Debit Sungai Aek Doras
Peningkatan debit air Sungai Aek Doras menjadi penyebab utama meluapnya sungai ini, setelah Kota Sibolga mengalami hujan lebat secara terus-menerus. Kondisi ini membuat permukaan air sungai mendekati titik kritis dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas.
Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, menjelaskan bahwa situasi tersebut dipantau secara ketat. Pernyataan ini disampaikan Suyatno seperti dilansir oleh detikSumut pada Jumat, 2 Januari 2026, menegaskan pentingnya kewaspadaan.
Kronologi Kejadian: Empat Jam Diguyur Hujan Non-Stop
Hujan deras mulai mengguyur Kota Sibolga sejak pukul 11.00 WIB dan baru reda sekitar pukul 15.50 WIB, artinya hujan berlangsung hampir lima jam tanpa henti. Curah hujan yang ekstrem dalam durasi panjang ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan volume air di Sungai Aek Doras.
Meskipun air sungai sudah meluap, pada awalnya belum sampai merendam permukiman warga. Suyatno menyampaikan bahwa ketinggian air saat itu diperkirakan paling tinggi hanya semata kaki di beberapa titik luapan awal.
Air Mulai Masuk ke Fasilitas Publik: Asrama Polisi Terdampak
Berdasarkan informasi terbaru, situasi banjir mulai menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan dengan air yang mulai merambah ke beberapa area. Salah satu lokasi yang pertama kali terdampak adalah asrama polisi di Kelurahan Kota Beringin.
Informasi masuknya air ke asrama polisi ini dikonfirmasi oleh AKP Suyatno, yang menjelaskan bahwa lokasi tersebut memang berada di daerah yang lebih rendah. Kondisi geografis ini membuat area tersebut lebih rentan terhadap genangan air.
Kondisi Geografis Sibolga dan Risiko Banjir
Kota Sibolga yang terletak di pesisir barat Sumatera memiliki topografi yang bervariasi, dengan beberapa area dataran rendah yang rentan terhadap genangan. Kombinasi hujan lebat dan karakteristik geografis membuat Sibolga sering menghadapi tantangan terkait drainase dan luapan air sungai.
Baca Juga: Siklon Senyar Melemah: BMKG Jelaskan Kondisi Terkini dan Peringatan Cuaca
Sungai Aek Doras, sebagai salah satu jalur air utama di kota ini, memiliki peran penting dalam mengalirkan air hujan. Namun, ketika curah hujan melampaui kapasitas sungai, luapan adalah konsekuensi yang tak terhindarkan bagi wilayah di sekitarnya.
Imbauan Kesiapsiagaan dan Antisipasi Dini dari Polres Sibolga
Menyikapi kondisi yang terus berkembang, AKP Suyatno mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga untuk tetap waspada. Warga diminta segera melaporkan setiap perkembangan yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
Laporan cepat dari masyarakat sangat krusial untuk memungkinkan pihak berwenang melakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat waktu. Komunikasi aktif antara warga dan aparat menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat.
Pentingnya Kewaspadaan Warga di Bantaran Sungai
Warga yang tinggal di bantaran Sungai Aek Doras khususnya diimbau untuk selalu memantau ketinggian air secara mandiri. Kesiapan diri untuk melakukan evakuasi adalah langkah penting jika debit air terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Persiapan dini seperti mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi dan menyiapkan tas siaga bencana sangat disarankan. Tindakan proaktif ini dapat meminimalkan risiko dan kerugian apabila banjir semakin parah.
Tindakan Pencegahan dan Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya terus berkoordinasi untuk memantau kondisi cuaca dan debit air sungai. Mereka juga menyiapkan langkah-langkah darurat, termasuk rencana evakuasi jika diperlukan.
Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aliran air dan mencegah penyumbatan yang memperparah luapan.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang Namun Siaga
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah terhadap potensi bahaya. Informasi resmi dari pihak berwenang harus selalu menjadi rujukan utama untuk menghindari penyebaran berita palsu yang bisa menimbulkan kepanikan.
Keselamatan jiwa adalah prioritas utama, oleh karena itu, setiap warga diminta untuk mengikuti instruksi dan imbauan yang diberikan oleh aparat keamanan dan pemerintah daerah. Kolaborasi semua pihak akan sangat menentukan dalam mitigasi dampak bencana banjir ini.