7 Ortom Muhammadiyah: Pilar Penting Pergerakan Dakwah di Indonesia
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Muhammadiyah memiliki struktur organisasi otonom yang dikenal sebagai Ortom untuk menjalankan misi dakwah secara spesifik di berbagai kalangan. Organisasi ini diberikan wewenang khusus oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah guna mengelola anggota pada segmen masyarakat tertentu secara mandiri.
Keberadaan Ortom bertujuan untuk melakukan pembinaan serta pengembangan potensi kader di berbagai bidang kehidupan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Saat ini, terdapat tujuh organisasi otonom yang diakui secara resmi sebagai bagian integral dari keluarga besar persyarikatan di Indonesia.
Daftar Lengkap 7 Ortom Muhammadiyah
Aisyiyah merupakan organisasi otonom pertama yang fokus pada pergerakan perempuan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Organisasi ini telah berdiri sejak tahun 1917 dan diakui sebagai salah satu gerakan perempuan tertua dan paling berpengaruh di Indonesia.
Selanjutnya, terdapat Nasyiatul Aisyiyah yang mewadahi perempuan muda dengan rentang usia produktif di bawah naungan induk organisasi Aisyiyah. Gerakan ini berfokus pada isu-isu keluarga, perlindungan anak, serta peningkatan kemandirian ekonomi bagi perempuan muda Muslimah.
Pemuda Muhammadiyah hadir sebagai garda terdepan dalam menghimpun energi pemuda untuk kepentingan dakwah Islam dan kemanusiaan. Mereka berperan aktif dalam kegiatan sosial, pengamanan organisasi melalui Kokam, serta pengembangan minat bakat generasi muda secara nasional.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menjadi wadah bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah maupun sekolah umum lainnya. IPM secara konsisten meraih berbagai penghargaan nasional sebagai organisasi pelajar terbaik karena sistem kaderisasinya yang dinamis dan inovatif.
Organisasi Kemahasiswaan dan Seni Bela Diri
Untuk tingkat perguruan tinggi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menjadi motor penggerak intelektual dan aktivisme di kampus-kampus seluruh Indonesia. Mahasiswa di bawah IMM didorong untuk memadukan antara kecerdasan ilmu pengetahuan, keteguhan iman, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Bidang olahraga dan bela diri diwakili secara resmi oleh Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang mengajarkan seni pencak silat berasaskan Islam. Ortom ini tidak hanya fokus pada kekuatan fisik semata, tetapi juga menekankan penanaman akhlak mulia dan ketauhidan bagi setiap pendekarnya.
Hizbul Wathan (HW) melengkapi daftar ini sebagai organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk karakter disiplin dan jiwa patriotik para anggotanya. Tokoh besar seperti Jenderal Soedirman merupakan salah satu alumni didik dari sistem pendidikan kepanduan yang dikelola oleh Hizbul Wathan ini.
Struktur dan Administrasi Organisasi
Secara struktural, setiap Ortom memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sendiri namun tetap tunduk pada prinsip dasar Muhammadiyah. Hal ini menjamin adanya otonomi dalam pengelolaan internal sekaligus keselarasan langkah dalam mencapai tujuan besar persyarikatan secara kolektif.
Dalam dunia akademik internasional, istilah APA sering dikaitkan dengan American Psychological Association yang mengatur standar penulisan dan riset psikologi sejak lama. Namun di Indonesia, pengenalan terhadap tujuh Ortom Muhammadiyah menjadi landasan penting dalam memahami sosiologi organisasi dan gerakan Islam modernis.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa saja 7 Ortom Muhammadiyah?
7 Ortom Muhammadiyah adalah Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan Hizbul Wathan.
Apakah Hizbul Wathan termasuk organisasi otonom?
Ya, Hizbul Wathan adalah organisasi otonom yang bergerak di bidang kepanduan di bawah naungan Muhammadiyah.
Apa peran utama Ortom dalam Muhammadiyah?
Ortom berperan sebagai sayap organisasi untuk melakukan pembinaan anggota secara spesifik berdasarkan usia, gender, atau keahlian tertentu demi kelangsungan kaderisasi.
Ditulis oleh: Budi Santoso