Terkuak! Drama di Balik Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional: Bukan Cuma Kado, Ini Sejarahnya!
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Siapa sangka, tanggal 22 Desember itu bukan cuma hari buat minta kado atau ucapan "Happy Mother's Day" doang, lho! Di balik keceriaan bunga dan pelukan hangat, ternyata tersimpan sejarah panjang penuh semangat perjuangan perempuan Indonesia. Ya, tanggal keramat ini diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Penasaran kenapa tanggal ini yang dipilih? Yuk, kita bongkar bareng-bareng fakta-fakta seru di baliknya!
Mengapa 22 Desember? Kisah Perjuangan yang Bikin Merinding (Sedikit)
Pada tanggal 22 Desember 1928, sebuah peristiwa bersejarah terjadi di Yogyakarta. Bukan, bukan konser K-Pop, melainkan Kongres Perempuan Indonesia I. Bayangkan, di tengah gempuran penjajahan dan kondisi yang serba terbatas, para Srikandi bangsa ini berkumpul untuk membahas isu-isu krusial. Mulai dari pendidikan, perkawinan anak, hingga peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan. Ini adalah kali pertama perempuan-perempuan hebat dari berbagai organisasi di Indonesia bersatu padu!
Kongres ini adalah bukti nyata bahwa perempuan Indonesia bukan hanya sibuk urusan dapur, sumur, dan kasur. Mereka adalah agen perubahan yang punya visi besar untuk bangsa. Dari sinilah semangat emansipasi dan persatuan perempuan Indonesia mulai bergelora.
Detik-detik Penetapan Hari Ibu Nasional: Ketika Soekarno Ikut Campur Tangan (Secara Positif!)
Setelah Kongres Perempuan Indonesia I yang legendaris itu, semangat kebangkitan perempuan terus membara. Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada Kongres Perempuan Indonesia III yang diadakan di Bandung pada tahun 1938, muncullah ide untuk menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu.
Namun, penetapan resmi baru terjadi jauh setelah kemerdekaan. Adalah Presiden Soekarno, sang proklamator, yang akhirnya "mengetok palu" melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Sejak saat itu, setiap tanggal 22 Desember secara resmi diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Tujuannya? Tentu saja untuk mengenang semangat perjuangan dan penghargaan terhadap peran ibu dalam keluarga dan masyarakat. Bukan cuma karena ibu kita paling jago masak atau paling sabar nagih uang jajan, tapi karena peran beliau yang fundamental dalam membentuk karakter bangsa.
Jadi, ketika nanti kamu mengucapkan selamat Hari Ibu, ingatlah bahwa di baliknya ada jejak sejarah yang heroik dan inspiratif. Bukan sekadar perayaan komersil, tapi pengingat akan kekuatan dan ketangguhan perempuan Indonesia.
Bukan Sekadar Perayaan, Ini Pesan Moralnya!
Hari Ibu Nasional bukan cuma momen untuk membanjiri media sosial dengan ucapan manis atau memberi hadiah mahal. Lebih dari itu, ini adalah refleksi tentang bagaimana kita menghargai dan mendukung perempuan di sekitar kita. Mulai dari ibu, istri, saudari, hingga rekan kerja.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum usai. Isu kesetaraan gender, kekerasan dalam rumah tangga, atau akses pendidikan yang adil, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Jadi, mari jadikan Hari Ibu ini sebagai momentum untuk terus berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi perempuan Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi, dong?
FAQ: Pertanyaan Penting Seputar Hari Ibu Nasional
Q: Kapan Hari Ibu Nasional diperingati di Indonesia? A: Hari Ibu Nasional diperingati setiap tanggal 22 Desember di Indonesia.
Q: Mengapa tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu Nasional? A: Tanggal 22 Desember dipilih untuk mengenang diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, yang merupakan tonggak sejarah perjuangan perempuan Indonesia.
Q: Siapa yang menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional? A: Penetapan resmi dilakukan oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Q: Apakah Hari Ibu Nasional sama dengan Mother's Day internasional? A: Tidak sama. Hari Ibu Nasional di Indonesia memiliki latar belakang sejarah perjuangan perempuan Indonesia sendiri, berbeda dengan Mother's Day internasional yang umumnya dirayakan pada bulan Mei dan berakar pada tradisi yang berbeda.
Q: Apa makna Hari Ibu Nasional bagi masyarakat Indonesia? A: Makna Hari Ibu Nasional adalah untuk menghargai dan mengenang semangat perjuangan perempuan Indonesia, serta memberikan penghargaan atas peran besar ibu dalam keluarga dan pembangunan bangsa.
AUTHOR: Maya Kirana