Ironi Liga 1: Yakob Sayuri Disanksi 3 Pertandingan, Korban Rasisme Malah Jadi Tersangka?
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Hai, sobat bola! Dunia sepak bola Indonesia memang tak pernah sepi dari drama. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang lagi-lagi bikin geger dengan keputusannya. Bagaimana tidak, Yakob Sayuri, winger lincah PSM Makassar, harus menelan pil pahit berupa sanksi larangan bermain tiga pertandingan. Parahnya, sanksi ini justru datang setelah ia diduga menjadi korban perlakuan rasis saat berlaga melawan Persita Tangerang. Waduh, kok bisa ya? Keadilan mana keadilan?
Drama Lapangan: Saat Rasisme Memantik Reaksi
Insiden bermula pada laga antara Persita Tangerang dan PSM Makassar di Indomilk Arena, 21 Mei 2024 lalu. Kala itu, Yakob Sayuri dikabarkan menerima ujaran rasis dari bangku cadangan tim lawan, Persita. Bukannya diam, sebagai manusia biasa yang punya hati dan perasaan, Yakob tentu saja terpancing emosi.
Dalam suasana panas pertandingan, ia kedapatan mendorong salah satu official Persita, Fairuz Ohorella. Reaksi spontan ini menjadi titik awal permasalahan yang kini berbuntut panjang. Ya, kita tahu, emosi di lapangan hijau memang kadang susah dikontrol, apalagi kalau sudah menyangkut harga diri dan martabat.
Komdis PSSI: Palu Keadilan yang Terlalu Cepat Berayun?
Alih-alih mengusut tuntas dugaan perlakuan rasis yang dialami Yakob Sayuri, Komdis PSSI justru mengeluarkan sanksi berat untuk sang pemain. Berdasarkan keputusan terbaru, Yakob Sayuri diganjar larangan bermain di tiga pertandingan resmi Liga 1 dan denda sebesar Rp10 juta. Dalihnya, ia terbukti melakukan pelanggaran disiplin dengan mendorong official lawan.
Nah, ini dia yang bikin banyak pihak mengernyitkan dahi. Komdis PSSI seolah-olah hanya melihat efek, tapi abai terhadap sebab. Ibaratnya, ada maling masuk rumah, pemilik rumah teriak dan malingnya lari, tapi yang dihukum malah pemilik rumah karena teriakannya mengganggu ketenangan tetangga. Sebuah analogi yang mungkin sedikit nyeleneh, tapi cukup menggambarkan betapa "uniknya" keputusan ini di mata sebagian besar pecinta sepak bola.
Reaksi Publik dan PSM Makassar: Geram Tapi Tak Berdaya
Keputusan Komdis PSSI ini tentu saja menuai gelombang protes. PSM Makassar, sebagai klub yang menaungi Yakob Sayuri, melayangkan banding karena merasa keputusan tersebut tidak adil. Mereka berharap Komdis PSSI juga mengusut tuntas dugaan rasisme yang menimpa pemainnya. Bagaimana mungkin seorang pemain yang menjadi korban rasisme malah mendapat sanksi, sementara pelaku ujaran rasis belum disentuh?
Para penggemar sepak bola di media sosial pun tak kalah geram. Tagar-tagar keadilan untuk Yakob Sayuri mulai berseliweran, menuntut PSSI agar lebih serius dalam menindak kasus rasisme yang masih kerap mencoreng wajah sepak bola tanah air. Ini bukan kali pertama isu rasisme muncul, dan selalu saja penanganannya terkesan "berat sebelah".
Masa Depan Keadilan di Lapangan Hijau
Kasus Yakob Sayuri ini menjadi pengingat keras bagi Komdis PSSI dan seluruh elemen sepak bola Indonesia. Pentingnya menindak tegas rasisme, bukan hanya menindak reaksi atas rasisme itu sendiri. Jangan sampai pemain merasa tidak dilindungi dan keadilan menjadi barang langka di tengah riuhnya kompetisi. Semoga saja, keputusan ini bisa menjadi pelajaran berharga dan memicu evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang, dan sepak bola kita benar-benar bersih dari segala bentuk diskriminasi.
FAQ
Apa kasus yang menimpa Yakob Sayuri?
Pemain PSM Makassar, Yakob Sayuri, dikabarkan menerima perlakuan rasis saat melawan Persita Tangerang. Namun, Komdis PSSI justru menghukumnya dengan larangan bermain 3 pertandingan karena dinilai melakukan dorongan kepada official Persita.
Mengapa Yakob Sayuri dihukum?
Komdis PSSI menghukum Yakob Sayuri karena dianggap melakukan pelanggaran serius, yaitu mendorong Fairuz Ohorella, seorang official Persita. Dorongan tersebut terjadi setelah Yakob Sayuri diduga menjadi korban rasisme dari bangku cadangan Persita.
Apa reaksi terhadap keputusan Komdis PSSI?
Keputusan Komdis PSSI ini menuai banyak kritik dan keheranan dari publik, termasuk dari pihak PSM Makassar. Banyak yang merasa bahwa Komdis PSSI mengabaikan insiden rasisme yang dialami Yakob Sayuri dan hanya fokus pada reaksinya, sehingga keadilan terasa timpang.
Bagaimana sikap PSSI terhadap insiden rasisme ini?
Hingga saat artikel ini ditulis, Komdis PSSI belum memberikan sanksi atau tindakan tegas terhadap pihak Persita Tangerang terkait dugaan insiden rasisme yang menimpa Yakob Sayuri, yang menjadi pemicu reaksi sang pemain.
AUTHOR: Bima Sakti