MKD Sidang Lima Anggota DPR: Nasib Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio Diputuskan
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI baru-baru ini menggelar sidang putusan terkait nasib lima anggota parlemen yang sebelumnya dinonaktifkan oleh partai masing-masing. Penonaktifan ini merupakan buntut dari berbagai sikap dan ucapan yang memicu polemik di masyarakat.
Sidang Putusan MKD: Suasana Tegang dan Raut Wajah Lesu
Sidang putusan MKD terhadap lima anggota DPR yang dinonaktifkan partai berlangsung dengan suasana tegang. Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa Urbach, dan Adies Kadir tampak duduk sejajar di barisan depan dengan raut wajah lesu.
Ahmad Sahroni terlihat berulang kali menundukkan kepala, sementara Uya Kuya dan Eko Patrio sesekali memainkan ibu jari mereka. Sidang ini dipimpin langsung oleh Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam.
Saksi-Saksi yang Diperiksa dan Rangkaian Peristiwa
Sebelum menyampaikan putusan, Nazaruddin Dek Gam mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Saksi-saksi tersebut antara lain Deputi Persidangan DPR RI Suprihartini, Letkol Suwarko, dan Prof. Dr. Adrianus Eliasta.
Selain itu, MKD juga mengundang beberapa ahli seperti Satya Arinanto, Trubus Rahardiansyah, Gusti Aju Dewi, serta Wakil Koordinator Wartawan Parlemen, Erwin Siregar. Dek Gam menjelaskan bahwa polemik ini bermula dari Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI pada 15 Agustus 2025.
Pada saat itu, sejumlah anggota DPR RI tertangkap kamera berjoget-joget, menimbulkan tuduhan bahwa mereka telah menerima informasi terkait kenaikan gaji. Setelah sidang tersebut, beberapa anggota DPR RI juga dituduh menyampaikan kalimat dan melakukan gestur yang dianggap tidak etis.
Alasan Penonaktifan Lima Anggota DPR
Lima anggota DPR RI dinonaktifkan oleh partai masing-masing karena pernyataan dan aksi mereka yang menuai kontroversi, terutama saat Sidang Tahunan MPR. Mereka adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN, serta Adies Kadir dari Partai Golkar.
Ahmad Sahroni dinonaktifkan karena pernyataannya yang meremehkan demonstran, sementara Nafa Urbach dinonaktifkan karena pernyataan kontroversialnya yang mengeluhkan kemacetan. Eko Patrio dan Uya Kuya dinonaktifkan setelah video mereka berjoget saat Sidang Tahunan MPR viral dan dianggap tidak pantas.
Adies Kadir dinonaktifkan menyusul pernyataannya yang kontroversial mengenai tunjangan DPR, yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini. Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai reaksi dari berbagai kalangan.
Keputusan MKD diharapkan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau oleh media dan masyarakat.