Kolaborasi Strategis: Pertamina & Bobibos Wujudkan BBM Oktan Tinggi Beremisi Rendah

Table of Contents

Bos Pertamina Tanggapi BBM Viral Bobibos: Mungkin Bisa Kolaborasi - Green


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dengan produsen bahan bakar minyak (BBM) ‘Bobibos’. Langkah ini menandai potensi kolaborasi signifikan dalam pengembangan bensin beroktan tinggi yang memiliki tingkat emisi rendah di Indonesia.

Pernyataan ini menunjukkan sikap positif Pertamina terhadap inovasi lokal yang muncul dari masyarakat. Simon melihat peluang besar daripada ancaman dalam kemunculan produk-produk inovatif seperti Bobibos.

Inovasi Bukan Ancaman, Melainkan Peluang

Simon Aloysius Mantiri memandang positif inovasi yang diciptakan masyarakat tersebut, menganggapnya sebagai bagian dari dinamika kemajuan. Menurutnya, inovasi ini sama sekali bukan merupakan ancaman untuk menyaingi bisnis Pertamina yang sudah mapan.

Justru sebaliknya, ia melihatnya sebagai dorongan untuk Pertamina agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta layanannya. Semangat kolaborasi harus senantiasa dikedepankan daripada persaingan semata.

Dia bahkan secara eksplisit membuka peluang untuk melakukan kolaborasi dengan produsen BBM tersebut. Hal ini sejalan dengan visi Pertamina sebagai perusahaan energi yang terus bertransformasi.

Visi Dual Growth Pertamina: Fossil Fuel dan Low Carbon

Pertamina, sebagai tulang punggung energi nasional, memiliki strategi pertumbuhan ganda atau “dual growth”. Strategi ini mencakup bisnis inti bahan bakar fosil serta pengembangan bisnis rendah karbon yang berkelanjutan.

Dengan adanya dual growth ini, kolaborasi dengan Bobibos yang berfokus pada bensin beroktan tinggi dengan emisi rendah sangat relevan. Inovasi semacam ini dapat memperkuat portofolio bisnis rendah karbon Pertamina di masa depan.

“Jadi harusnya apapun itu ya kita cari jalan kolaborasi. Kan Pertamina juga ada dual growth; fossil fuel dan low carbon businesses. Nah, mungkin bisa juga kolaborasi kan ini,” kata Simon kepada awak media di Kementerian ESDM, dikutip Selasa (11/11/2025).

Ia menekankan bahwa setiap pencapaian dari pihak manapun harus dilihat sebagai hal yang positif. Spirit kolaborasi harus selalu dijunjung tinggi untuk kemajuan bersama, bukan malah memicu kompetisi yang tidak sehat.

Baca Juga: Shake Shack Singapore Berkolaborasi dengan Nae:um untuk Burger Korea Berkelas

“Jadi selalu melihat pencapaian; siapapun itu, kita lihat sebagai hal yang positif, yang mendorong kita semua untuk kerja lebih keras, untuk lebih baik. Jadi jangan langsung dibawa, 'oh ini saingan, itu saingan'. Enggak, kita harus spirit kolaborasi,” lanjutnya.

Status BBM Viral Bobibos dan Tantangan Regulasi

BBM ‘Bobibos’ sendiri telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat karena klaim keunggulannya. Namun, perlu dicatat bahwa BBM viral ini belum mendapatkan restu resmi dari Kementerian ESDM untuk produksi dan distribusi massal.

Proses perizinan dan pengujian sesuai standar yang berlaku adalah langkah krusial yang harus dilalui oleh Bobibos. Kolaborasi dengan Pertamina bisa menjadi jalan pintas untuk mempercepat proses ini, mengingat pengalaman dan fasilitas yang dimiliki BUMN energi tersebut.

Langkah Pertamina Menuju Energi Hijau

Komitmen Pertamina terhadap energi rendah karbon dan berkelanjutan bukan hanya isapan jempol belaka. Perusahaan ini aktif menjajaki berbagai proyek energi baru terbarukan (NRE), termasuk ketertarikannya pada proyek bioetanol yang digarap bersama Toyota.

Proyek bioetanol ini menjadi salah satu bukti nyata keseriusan Pertamina dalam transisi energi. Kolaborasi dengan inovator lokal seperti Bobibos akan semakin melengkapi upaya ini.

Secara global, tekanan untuk mengurangi emisi karbon semakin meningkat dan berdampak pada berbagai sektor. Sebagai contoh, Singapura baru-baru ini mengenakan pungutan Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang menambah biaya tiket pesawat sebesar Rp530.164, menunjukkan urgensi inovasi bahan bakar ramah lingkungan.

Potensi kolaborasi antara Pertamina dan Bobibos ini membuka lembaran baru bagi industri energi Indonesia. Diharapkan sinergi ini dapat mempercepat terwujudnya ketersediaan bahan bakar yang lebih bersih dan efisien untuk masyarakat luas.

Masa Depan Inovasi dan Kemandirian Energi

Langkah progresif Direktur Utama Pertamina ini mengirimkan sinyal positif bagi para inovator di tanah air. Dengan dukungan dari BUMN sebesar Pertamina, inovasi-inovasi lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Kolaborasi ini bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang membangun ekosistem inovasi yang kuat dan berkelanjutan. Ini adalah harapan baru bagi masa depan energi Indonesia yang lebih hijau dan mandiri.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu BBM Bobibos?

BBM Bobibos adalah inovasi bahan bakar minyak yang diklaim memiliki oktan tinggi dan emisi rendah, serta telah menjadi viral di masyarakat. Produk ini merupakan hasil inovasi dari masyarakat.

Mengapa Pertamina tertarik berkolaborasi dengan Bobibos?

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, melihat inovasi Bobibos sebagai hal yang positif dan bukan ancaman. Pertamina memiliki strategi 'dual growth' yang mencakup bisnis rendah karbon, sehingga kolaborasi ini sejalan dengan upaya pengembangan bensin beroktan tinggi dengan emisi rendah.

Apa makna 'dual growth' Pertamina?

'Dual growth' Pertamina merujuk pada strategi perusahaan untuk mengembangkan dua lini bisnis utama secara bersamaan: yaitu bisnis bahan bakar fosil yang sudah ada, dan bisnis rendah karbon atau energi terbarukan di masa depan.

Apakah BBM Bobibos sudah legal dipasarkan?

Tidak. BBM Bobibos belum mendapatkan restu atau izin resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk dapat diproduksi dan didistribusikan secara massal di pasaran.

Bagaimana Pertamina mendukung energi rendah karbon?

Pertamina aktif menjajaki berbagai proyek energi baru terbarukan (NRE), termasuk ketertarikan pada proyek bioetanol bersama Toyota. Selain itu, Pertamina juga menunjukkan sikap terbuka terhadap inovasi dari masyarakat yang dapat mendukung transisi energi rendah karbon.

Baca Juga

Loading...