BRIN: Inovasi Bahan Bakar Bobibos Harus Lulus Uji Sebelum Dipasarkan

Table of Contents

Soal Bobibos, Peneliti: Inovasi Bahan Bakar Harus Lewati Kajian Menyeluruh Sebelum Diedarkan | Republika Online


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan pentingnya pengujian komprehensif terhadap setiap inovasi bahan bakar sebelum dipasarkan. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan bagi konsumen. BRIN menanggapi inovasi bahan bakar baru bernama Bobibos (bahan bakar original buatan Indonesia, bos) dengan pernyataan ini.

Peneliti Bidang Sistem Penggerak Berkelanjutan, Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, Hari Setyapraja, menjelaskan pentingnya evaluasi yang ketat. Evaluasi wajib dilakukan terutama untuk produk bahan bakar yang ditujukan bagi sektor transportasi. Produk bahan bakar harus melewati mekanisme evaluasi yang ketat.

Proses Kajian dan Pengujian Bahan Bakar

Menurut Hari Setyapraja, kajian dan pengujian bahan bakar melibatkan banyak pihak untuk memastikan standar mutu dan keamanan terpenuhi. Proses ini memastikan produk yang beredar telah terverifikasi secara teknis sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah tidak ingin kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Setelah tahap penelitian oleh BRIN, kewenangan penerbitan izin edar berada di tangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). BRIN berperan dalam pengkajian ilmiah awal. Sementara itu, aspek komersialisasi dan pengawasan pasar menjadi tanggung jawab Kementerian ESDM.

Contoh Pengembangan Biodiesel dan Biofuel

Hari mencontohkan pengembangan biodiesel atau biofuel yang sebelumnya telah diimplementasikan. Kajiannya dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan termasuk produsen bahan bakar, pembuat mesin, serta regulator.

Hasil akhir dari kajian tersebut adalah penetapan spesifikasi bahan bakar agar layak digunakan secara komersial. Bahan bakar hasil kajian harus memiliki spesifikasi tertentu agar memenuhi standar dan layak digunakan secara komersial oleh masyarakat luas.

Rencana BRIN Terhadap Bobibos

Menanggapi inovasi Bobibos, BRIN berencana menjalin komunikasi langsung dengan pihak pengembang untuk menelaah aspek ilmiahnya. BRIN akan berinisiatif menghubungi Bobibos dalam waktu dekat, dengan harapan bisa berkomunikasi dalam minggu ini atau awal minggu depan.

Baca Juga: Rumah Tangga Artis: Drama Perceraian Fandy Christian & Klarifikasi Isu Selingkuh

Inisiatif ini menunjukkan keseriusan BRIN dalam mendukung pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan. Dukungan akan diberikan jika inovasi tersebut memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan.

Keyakinan Founder Bobibos

Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, menyatakan keyakinannya terhadap kualitas produk hasil inovasinya. Bobibos dikembangkan melalui proses biokimia lima tahap dengan mesin rancangan sendiri hingga menghasilkan bahan bakar nabati berkinerja tinggi.

“Kami percaya pada kualitas, harga ekonomis, rendah emisi, aman bagi kendaraan, dan Bobibos memiliki semua itu. Karena itu kami yakin Bobibos bisa bersaing di pasar,” kata Iklas kepada Republika, dikutip Ahad (9/11/2025). Iklas juga menjelaskan bahwa pengembangan Bobibos dilakukan melalui tiga tahap riset utama, yaitu penelitian teknologi, penelitian komersialisasi, dan penelitian keterterimaan kebijakan.

Tahapan Pengembangan Bobibos

M Iklas Thamrin menuturkan pengembangan Bobibos dilakukan melalui tiga tahap riset utama. Tahapan tersebut adalah penelitian teknologi, penelitian komersialisasi, dan penelitian keterterimaan kebijakan. Langkah ini bertujuan memastikan kualitas dan legalitas produk sebelum dipasarkan.

Pengembang Bobibos telah berkomunikasi dengan pemerintah untuk mendapatkan arahan. Tujuannya adalah agar Bobibos segera legal dan bisa menjadi energi merah putih yang berkualitas dan ekonomis. Harapannya, Bobibos dapat menjadi solusi energi alternatif yang ramah lingkungan dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Uji coba Bobibos rencananya akan dilaksanakan di Jonggol pada awal tahun 2026. Hal ini menandai langkah penting dalam proses validasi dan komersialisasi bahan bakar alternatif tersebut.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa inovasi bahan bakar perlu melalui kajian dan pengujian yang ketat?

Kajian dan pengujian yang ketat diperlukan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas bahan bakar tersebut sebelum dipasarkan kepada masyarakat luas.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses kajian dan pengujian inovasi bahan bakar?

Proses ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BRIN, Kementerian ESDM, produsen bahan bakar, pembuat mesin, dan regulator.

Apa peran BRIN dalam pengembangan inovasi bahan bakar seperti Bobibos?

BRIN berperan dalam tahap awal pengkajian ilmiah dan akan menjalin komunikasi dengan pengembang Bobibos untuk menelaah aspek ilmiahnya.

Apa yang menjadi keyakinan Founder Bobibos terhadap produknya?

Founder Bobibos yakin bahwa produknya memiliki kualitas yang baik, harga ekonomis, rendah emisi, dan aman bagi kendaraan, sehingga mampu bersaing di pasar.

Kapan rencananya Bobibos akan diuji coba?

Bobibos rencananya akan diuji coba di Jonggol pada awal tahun 2026.

Baca Juga

Loading...