Bobibos Klaim Siap Bangun SPBU & Pom Mini Seluruh Indonesia untuk Energi Rakyat

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — M Iklas Thamrin, Founder Bahan Bakar Original Buatan Indonesia (Bobibos), secara tegas mengungkapkan target ambisius perusahaannya. Bobibos berencana membangun jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bobibos dan pom bensin mini yang diberi nama BosMini di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah pelosok.
Langkah strategis ini merupakan bagian tak terpisahkan dari visi besar Bobibos untuk menghadirkan energi rakyat yang mudah diakses, berkualitas baik, harga terjangkau, dan rendah emisi. Komitmen ini bertujuan untuk melayani seluruh masyarakat dari Sabang hingga Merauke, memastikan pemerataan akses energi.
Konsep Energi Rakyat: Aksesibilitas dan Pemerataan
Iklas menjelaskan bahwa konsep fundamental Bobibos lahir dari tekad kuat untuk menyediakan bahan bakar alternatif yang bukan hanya ramah lingkungan. Namun juga harus mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Beliau menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur energi hijau melalui jaringan distribusi yang solid dan merata. Tujuannya agar masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati bahan bakar berkualitas setara dengan yang tersedia di wilayah perkotaan, menghapus disparitas akses.
“Bobibos ingin menjadi energi rakyat yang hadir di seluruh pelosok negeri,” ujar Iklas di Jakarta, pekan ini. “Dengan SPBU dan BosMini, kami ingin satu harga dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya, menggarisbawahi komitmen untuk kesetaraan harga di seluruh penjuru Nusantara.
Inovasi Biokimia: Bahan Bakar Nabati Beroktan Tinggi
Pengembangan Bobibos merupakan hasil dari proses biokimia yang canggih dan inovatif. Proses ini melibatkan pemanfaatan lima tahap ekstraksi dari tanaman pilihan, menggunakan mesin rancangan sendiri yang dikembangkan secara internal.
Hasil dari serangkaian proses kompleks ini adalah terciptanya bahan bakar nabati beroktan tinggi. Bahan bakar ini diklaim mampu bersaing dengan bahan bakar minyak (BBM) fosil dari sisi performa, namun dengan keunggulan signifikan dalam menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah.
Riset Komprehensif dan Aspek Kunci Produk
Menurut Iklas, riset pengembangan Bobibos telah berlangsung selama bertahun-tahun, melibatkan dedikasi dan investasi waktu yang besar. Riset ini mencakup tiga tahapan utama yang saling terkait: riset teknologi, riset komersialisasi, dan riset keterterimaan politik, memastikan produk siap secara menyeluruh.
Baca Juga: Kredit Honda Stylo DP 5 Juta: Cicilan Ringan, Gaya Hidup Kekinian di Indonesia
Ketiga tahapan riset ini dirancang secara cermat agar produk Bobibos memenuhi empat aspek kunci yang menjadi prioritas utama. Aspek-aspek tersebut meliputi kualitas tinggi, emisi rendah, keamanan yang terjamin bagi mesin kendaraan, serta efisiensi harga pokok produksi yang kompetitif.
Strategi Komersialisasi: Harga Ekonomis untuk Transisi Energi
Dalam tahap komersialisasi, Bobibos secara konsisten memprioritaskan penetapan harga yang ekonomis agar dapat diterima luas oleh pasar. Strategi penetapan harga ini sekaligus menjadi respons atas tantangan transisi energi di sektor transportasi.
Masyarakat saat ini membutuhkan bahan bakar yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tanpa membebani biaya tinggi. Bobibos hadir sebagai solusi yang menawarkan keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan keterjangkauan ekonomi.
Harapan Dukungan dan Percepatan Perizinan dari Pemerintah
Guna mewujudkan visi besar ini, perusahaan terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah. Komunikasi ini bertujuan untuk memperoleh arahan, dukungan regulasi, dan kemudahan dalam proses perizinan yang diperlukan.
Menurut Iklas, percepatan perizinan adalah kunci utama agar Bobibos dapat segera legal beredar dan diakui sebagai bahan bakar alternatif nasional. Dukungan pemerintah akan sangat vital dalam mempercepat adopsi inovasi ini.
“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo memberikan jalan tol bagi Bobibos agar bisa menjadi solusi energi merah putih yang ekonomis dan berkualitas,” tuturnya, menekankan pentingnya dukungan politik tingkat tertinggi.
Dampak Luas: Kemandirian Energi dan Kualitas Udara Indonesia
Dengan pembangunan jaringan SPBU dan BosMini yang tersebar luas, Bobibos berupaya memperluas akses energi bersih hingga ke desa-desa dan pulau-pulau terluar Indonesia. Ini adalah langkah konkret menuju inklusivitas energi.
Upaya ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Lebih dari itu, diharapkan juga mampu memperbaiki kualitas udara di seluruh Indonesia melalui penggunaan bahan bakar rendah emisi yang sepenuhnya diproduksi oleh anak bangsa.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Bobibos?
Bobibos adalah singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos. Ini adalah bahan bakar alternatif nabati beroktan tinggi yang dikembangkan melalui proses biokimia menggunakan lima tahap ekstraksi tanaman pilihan.
Siapa pendiri Bobibos?
Pendiri Bobibos adalah M Iklas Thamrin.
Apa tujuan utama Bobibos membangun SPBU dan BosMini?
Tujuan utamanya adalah untuk menghadirkan energi rakyat dengan harga terjangkau, kualitas baik, dan emisi rendah di seluruh Nusantara, termasuk menjangkau wilayah pelosok Indonesia dengan konsep satu harga dari Sabang sampai Merauke.
Apa keunggulan bahan bakar Bobibos dibandingkan BBM fosil?
Bahan bakar Bobibos memiliki oktan tinggi dan mampu bersaing dari sisi performa, namun menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.
Bagaimana Bobibos menghadapi tantangan transisi energi?
Bobibos memprioritaskan harga yang ekonomis agar dapat diterima pasar, memberikan solusi bahan bakar ramah lingkungan tanpa membebani biaya tinggi bagi masyarakat.
Dukungan apa yang diharapkan Bobibos dari pemerintah?
Bobibos berharap pemerintah memberikan arahan, dukungan regulasi, dan percepatan perizinan agar Bobibos segera legal beredar sebagai bahan bakar alternatif nasional, bahkan berharap 'jalan tol' dari Presiden Prabowo.