BBM Bobibos: Inovasi Biofuel Indonesia, Kapan Tersedia dan Harganya?

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Masyarakat Indonesia semakin menaruh perhatian pada energi terbarukan. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah BBM Bobibos. Lantas, berapa sebenarnya harga BBM Bobibos ini? Mari kita ulas lebih dalam mengenai inovasi biofuel yang menjanjikan ini.
BBM Bobibos merupakan bensin yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula. Inovasi ini berbasis bahan bakar nabati atau biofuel. Sayangnya, saat ini produk ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.
Hal ini berarti BBM Bobibos belum bisa dijual kepada masyarakat umum. Dengan demikian, harga BBM Bobibos saat ini belum ditetapkan karena memang belum tersedia di pasaran. Pengembangan biofuel ini masih memerlukan serangkaian pengujian ketat sebelum diproduksi secara massal.
Proses Pembuatan BBM Bobibos
Keunggulan utama dari BBM Bobibos adalah bahan bakunya yang ramah lingkungan. Bensin ini terbuat dari jerami atau limbah panen padi. Proses pembuatannya melibatkan mesin biokimia yang dirancang khusus untuk mengubah limbah menjadi bahan bakar.
Proses ekstraksi dilakukan melalui lima tahapan yang kompleks. “Jerami dikelola untuk ekstraksi dengan bio chemistry, esktrak tanaman. Gunakan mesin yang memang kami rancang dari nol, tahapannya ada lima. Akhirnya menghasilkan bahan bakar nabati berkinerja tinggi,” jelas Founder Bobibos, M. Iklas Thamrin, melalui laman Instagram resmi Bobibos pada 12 November 2025.
Uji Coba dan Kualitas BBM Bobibos
BBM Bobibos telah melalui serangkaian pengujian di Balai Besar Migas Lemigas. Hasilnya cukup menggembirakan, karena disebut-sebut memiliki angka oktan RON 98,1. Angka ini melampaui RON pada beberapa jenis bensin yang beredar di pasaran.
Sebagai perbandingan, angka oktan BBM Bobibos setara dengan Shell V-Power Nitro+ dan Pertamax Turbo. Hal ini menunjukkan potensi besar BBM Bobibos sebagai alternatif bahan bakar berkualitas tinggi.
Baca Juga: Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia: Mempersiapkan Generasi Unggul
Meski demikian, perlu diingat bahwa perjalanan BBM Bobibos masih panjang. Pengembangan dan pengujian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan produksi biofuel ini.
Selain itu, aspek ekonomis juga menjadi pertimbangan penting. Harga produksi dan distribusi harus kompetitif agar BBM Bobibos dapat bersaing dengan bahan bakar fosil yang sudah ada.
Namun, dengan potensi yang dimilikinya, BBM Bobibos dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil. Penggunaan bahan baku lokal juga dapat meningkatkan kemandirian energi dan mendukung perekonomian petani.
Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari BBM Bobibos. Semoga inovasi ini dapat segera hadir di SPBU dan menjadi pilihan bahan bakar yang ramah lingkungan dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Jika BBM Bobibos berhasil diproduksi secara massal, ini akan menjadi langkah maju bagi industri energi terbarukan di Indonesia. Dukungan dari pemerintah dan investasi dari sektor swasta akan sangat penting untuk mewujudkan potensi ini.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat biofuel juga diperlukan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih terbuka untuk menerima dan menggunakan BBM Bobibos sebagai alternatif bahan bakar yang lebih berkelanjutan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa harga BBM Bobibos saat ini?
Harga BBM Bobibos belum ditetapkan karena produknya masih dalam tahap penelitian dan pengembangan dan belum dijual ke publik.
Apa bahan baku pembuatan BBM Bobibos?
BBM Bobibos terbuat dari jerami atau limbah panen padi yang diolah melalui proses biokimia.
Berapa angka oktan BBM Bobibos?
Hasil pengujian menunjukkan bahwa BBM Bobibos memiliki angka oktan RON 98,1, setara dengan Shell V-Power Nitro+ dan Pertamax Turbo.
Kapan BBM Bobibos akan tersedia di pasaran?
Belum ada informasi pasti mengenai kapan BBM Bobibos akan diproduksi massal dan dijual ke publik. Proses pengembangan dan pengujian masih terus berlangsung.
Siapa pengembang BBM Bobibos?
BBM Bobibos dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula dengan Founder M. Iklas Thamrin.