Anggota MPR RI Prihatin Banjir Sumut, Bedah Buku Biografi Inspiratif

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah pantai barat Sumatera Utara telah menyentuh hati banyak pihak. Salah satunya adalah Anggota MPR RI, Bapak Dedi Iskandar Batubara, yang menyampaikan keprihatinannya mendalam atas musibah tersebut.
Tidak hanya itu, Bapak Dedi juga terlibat dalam kegiatan bedah buku biografinya yang bertajuk 'Meraih Impian Cemati Kefakiran'. Acara ini menjadi wadah untuk berbagi inspirasi dan nilai-nilai perjuangan hidup.
Kegiatan bedah buku ini diselenggarakan oleh Perpustakaan MPR RI bekerjasama dengan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan, di Aula Al Washliyah Medan, Sumatera Utara. Mari kita simak lebih lanjut mengenai kegiatan ini dan pesan-pesan penting yang disampaikan oleh Bapak Dedi.
Sebagai informasi tambahan, keprihatinan Bapak Dedi atas banjir dan longsor di Sumatera Utara ini bukan hanya sekadar ucapan. Ia menyerukan kesadaran bahwa bencana alam seringkali terkait dengan tindakan manusia dan mengajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini.
MPR RI Berduka: Banjir dan Longsor Landa Sumatera Utara
Anggota MPR RI, Dedi Iskandar Batubara, mengungkapkan duka mendalam atas bencana banjir dan longsor yang memporak-porandakan hampir seluruh wilayah pantai barat Sumatera Utara. Musibah ini tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga memutuskan akses jalan penting, termasuk jalur menuju Langsa dan perbatasan Aceh.
Dalam keterangannya pada Jumat, 28 November 2025, Bapak Dedi menyerukan perlunya introspeksi diri. "Semoga musibah ini menjadi peringatan bagi kita untuk semakin mendekat kepada Allah. Ini adalah cara Allah menegur kita semua. Tidak ada musibah yang terjadi kecuali karena ulah tangan manusia. Mudah-mudahan kita menjadi lebih sadar dan kembali kepada-Nya," tuturnya.
Bedah Buku 'Meraih Impian Cemati Kefakiran': Kisah Inspiratif dari Sumut
Di tengah keprihatinan atas bencana alam, semangat untuk berbagi inspirasi tetap membara. Pada Kamis, 27 November 2025, Perpustakaan MPR RI dan UMN Al Washliyah Medan menggelar acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat dengan tema 'Meraih Impian Cemati Kefakiran'.
Acara yang diadakan di Aula Al Washliyah Medan, Sumatera Utara ini menghadirkan Bapak Dedi Iskandar Batubara sebagai tokoh sentral dalam buku biografi tersebut. Ia memaparkan nilai-nilai perjuangan dan keteguhan yang menjadi inti dari perjalanan hidupnya.
Motivasi di Balik Penulisan Biografi: Menginspirasi Mereka yang Berjuang
Bapak Dedi mengungkapkan bahwa pembuatan buku ini didorong oleh permintaan tulus dari sahabat-sahabatnya. Tujuan mulianya adalah memberikan motivasi nyata kepada setiap individu yang mungkin menghadapi kerasnya kehidupan. Ia menekankan bahwa buku ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi tentang semua orang yang memiliki cita-cita besar.
"Menurut saya, buku ini bukan milik saya. Ini milik semua orang yang punya cita-cita besar, tapi tidak memiliki harta atau "darah biru". Semua orang yang pernah ragu pada masa depannya. Allah memuliakan kita bukan karena jabatan atau harta, tapi karena kedekatan kita kepada-Nya," tegas Bapak Dedi.
Keluarga Sebagai Pilar Utama: Dukungan Tak Terhingga dalam Perjuangan
Dalam kesempatan itu, Bapak Dedi juga menyinggung peran penting keluarga dalam setiap langkah perjuangannya. Ia menyebut istri, anak, dan adiknya sebagai pilar dan pendukung sejati yang selalu membersamainya.
Ia bercerita tentang masa kecilnya yang penuh keterbatasan. "Adik saya inilah yang paling tahu persis perjalanan hidup kami. Saya sering bercerita bahwa waktu kecil saya tidak pernah punya kamar tidur. Kamar saya adalah ruang tamu yang malam hari digelar tikar. Kecoak dan tikus sering lewat, datang dari septic tank yang berada tepat di atas tempat tidur kami. Tetapi kami tidak pernah merasa terganggu," kenangnya.
Perjuangan Pendidikan: Mengutamakan Keluarga di Atas Segalanya
Kisah perjuangan Bapak Dedi dalam meraih pendidikan juga sangat menginspirasi. Ia membutuhkan waktu sembilan tahun untuk menyelesaikan S1, bukan karena kurang pintar, tetapi karena ia mengutamakan pendidikan adiknya. Ia rela menghentikan kuliahnya agar adiknya bisa lebih dulu meraih impian.
"Saya hentikan kuliah agar dia bisa lebih dulu. Dia daftar SMP, SMA, kuliah sendiri. Ketika ke Amerika pun ia urus sendiri. Sekarang ia S2. Perjalanan itu indah. Begitu banyak orang yang ikut mewarnai prosesnya. Termasuk istri saya yang mungkin kalau dulu tahu siapa saya sebenarnya, mungkin akan berpikir ulang. Saya ketemu dengannya pertama kali saat ia latihan khidmat. Setelah itu tidak bertemu lagi. Saya menyukainya selama tiga tahun sebelum ia mau menerima saya," lanjutnya.
Baca Juga: Andri Sulistiandri: Profil, Agama, dan Perjalanan Hidup Sang Tokoh
Rektor UMN Al Washliyah: Buku Ini Penuh Nilai Kehidupan Luar Biasa
Rektor UMN Al Washliyah, Bapak Firmansyah, memberikan pujian setinggi langit untuk buku biografi Bapak Dedi Iskandar Batubara. Menurutnya, buku ini merangkum sosok Bapak Dedi dengan sangat baik dan mengandung nilai-nilai kehidupan yang luar biasa.
Ia menambahkan bahwa pengalaman hidup di tengah keterbatasan telah membentuk karakter Bapak Dedi menjadi pribadi yang sensitif dan empatik. "Keberadaan kemiskinan itu membuat kita semakin sensitif, semakin cepat berempati. Beliau ini sudah membuktikan hal tersebut," ujarnya.
Kontribusi Nyata: Dedi Iskandar Batubara Sebagai Akademisi dan Sosok Peduli
Bapak Dedi tidak hanya dikenal sebagai anggota MPR RI, tetapi juga sebagai akademisi yang aktif mengabdi di UMN Al Washliyah. Rektor Firmansyah sangat bersyukur atas dedikasi Bapak Dedi dan menilai bahwa kontribusi serta kisah hidupnya layak diabadikan sebagai bagian penting dari perkembangan kampus.
Metode Penulisan: Menggabungkan Narasi dan Validitas Data
Penulis buku biografi ini, Bapak Jufri Bulian, menjelaskan bahwa metode penulisan yang ia gunakan memadukan gaya naratif dengan penegasan validitas data. Ia ingin menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik untuk dibaca.
"Dalam menulis, ada narasi dan ada deskripsi. Narasi tanpa deskripsi tidak lengkap, deskripsi tanpa narasi tidak hidup. Maka saya gabungkan keduanya," tegasnya.
Review Buku: Transformasi Persepsi Setelah Membaca 360 Halaman
Abdul Hafiz Harahap, sebagai peninjau buku (reviewer), mengungkapkan bagaimana kedalaman 360 halaman buku tersebut mengubah persepsinya tentang Bapak Dedi. Ia mengakui bahwa sebelumnya ia tidak terlalu mengenal sosok Bapak Dedi, namun setelah membaca buku ini, ia merasa lebih dekat dan mengagumi perjuangannya.
"Ternyata setelah aku mendalami 360 halaman, berubah mindset aku tentang beliau. Pepatah itu kan bilang, tak kenal maka tak sayang," tuturnya.
Ia menyoroti kekuatan buku ini dari jalinan etnografi keluarga, kedalaman wawancara, dan alur naratif yang menyerupai skenario film. Meskipun demikian, ia memberikan kritik konstruktif terkait panjangnya narasi dan perlunya penguatan referensi akademik untuk memperkuat relevansi biografi ini.
Simbol Kolaborasi: Pertukaran Plakat dan Penyerahan Koleksi Buku
Acara bedah buku ini diakhiri dengan suasana hangat melalui prosesi pertukaran plakat sebagai simbol kolaborasi yang erat antara Perpustakaan MPR RI dan UMN Al Washliyah. Sebagai penutup, Perpustakaan MPR RI secara resmi menyerahkan koleksi bukunya kepada UMN Al Washliyah, menegaskan komitmen kerjasama yang berkelanjutan antara kedua institusi.
Inspirasi dan Kepedulian: Pesan dari Sumatera Utara
Kisah Bapak Dedi Iskandar Batubara adalah cerminan dari perjuangan, keteguhan, dan kepedulian. Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, semangat untuk berbagi inspirasi tetap membara. Semoga buku biografi 'Meraih Impian Cemati Kefakiran' dapat menjadi sumber motivasi bagi kita semua untuk terus berjuang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Video Terkait: Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Untuk melihat lebih lanjut mengenai upaya penanggulangan bencana di wilayah terdampak, Kalian bisa menonton video "4 Pesawat Bantuan Makanan hingga Obat Diterbangkan ke Aceh, Sumut dan Sumbar".
Penutup: Mari Terus Berbagi Inspirasi dan Kepedulian
Kisah hidup Bapak Dedi Iskandar Batubara, yang tertuang dalam buku biografinya, adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Dengan keteguhan hati, kerja keras, dan dukungan dari orang-orang terdekat, kita bisa melewati setiap tantangan dan memberikan kontribusi positif bagi sesama.
Mari Mengambil Hikmah dari Kisah Inspiratif ini
Semoga artikel ini dapat memberikan Kalian inspirasi dan motivasi untuk terus berjuang dan berbagi kepedulian. Jangan lupa untuk selalu menjaga lingkungan dan mendekatkan diri kepada Tuhan, agar terhindar dari bencana dan musibah. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Dedi Iskandar Batubara?
Dedi Iskandar Batubara adalah seorang Anggota MPR RI yang aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Beliau juga merupakan tokoh sentral dalam buku biografi 'Meraih Impian Cemati Kefakiran'.
Apa tema utama buku biografi 'Meraih Impian Cemati Kefakiran'?
Tema utama buku ini adalah perjuangan, keteguhan, dan inspirasi. Buku ini menceritakan perjalanan hidup Dedi Iskandar Batubara dari masa kecil yang penuh keterbatasan hingga meraih kesuksesan.
Di mana acara bedah buku 'Meraih Impian Cemati Kefakiran' diadakan?
Acara bedah buku ini diadakan di Aula Al Washliyah Medan, Sumatera Utara.
Siapa penulis buku biografi 'Meraih Impian Cemati Kefakiran'?
Penulis buku biografi ini adalah Jufri Bulian.
Apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh Dedi Iskandar Batubara melalui buku biografinya?
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Dengan keteguhan hati, kerja keras, dan dukungan dari orang-orang terdekat, kita bisa melewati setiap tantangan.