Sumpah Pemuda & Visi HMI: Menuju Indonesia Adil, Makmur, dan Berperadaban

Table of Contents

Dari Sumpah Pemuda Ke Visi HMI: Ikhtiar Membangun Peradaban Adil Dan Makmur - NETRAL


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sabtu, 25 Oktober 2025, menjadi pengingat bagi kita akan perjalanan panjang bangsa ini dalam mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan. Pukul 08:21 waktu setempat di Makassar, semangat juang para pemuda kembali membara, mengulas kembali jejak langkah yang telah ditempuh menuju peradaban yang adil dan makmur.

Sumpah Pemuda, yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928, adalah tonggak sejarah yang tak ternilai harganya. Ikrar tersebut menegaskan bahwa Indonesia lahir bukan dari keseragaman suku atau bahasa, melainkan dari semangat persatuan yang bergelora dalam dada para pemuda. Keberanian mereka untuk bersatu dalam cita-cita kebangsaan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai organisasi perjuangan, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sumpah Pemuda: Spirit Persatuan dalam Kebhinekaan

Sumpah Pemuda mengukir sejarah bagaimana keberagaman menjadi kekuatan utama bangsa. Pemuda pada saat itu menyadari bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dirajut dalam bingkai persatuan.

Semangat persatuan ini menjadi landasan kuat bagi perjuangan kemerdekaan. Para pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya bersatu padu untuk mengusir penjajah dan meraih kemerdekaan.

Visi HMI: Mengawal Peradaban yang Berkeadilan

HMI hadir dengan visi yang jauh melampaui sekadar mempertahankan kemerdekaan. Organisasi ini mengemban amanah peradaban, berupaya mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.

Tujuan HMI adalah membentuk insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Mereka bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat yang berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.

Peran HMI dalam Membangun Karakter Bangsa

HMI berperan penting dalam pembangunan karakter bangsa. Organisasi ini membina anggotanya untuk memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian sosial yang tinggi.

Kader HMI didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Tantangan Kontemporer dan Relevansi Sumpah Pemuda & HMI

Realitas hari ini menunjukkan bahwa bangsa kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Krisis integritas, terkikisnya nilai persatuan, serta ketimpangan sosial yang menganga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan arus globalisasi, kita harus mampu mempertahankan jati diri bangsa. Sumpah Pemuda dan cita-cita HMI menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan semangat juang.

Mengatasi Krisis: Persatuan sebagai Energi Kolektif

Persatuan tidak boleh hanya menjadi slogan belaka. Ia harus menjadi energi kolektif untuk melawan ketidakadilan, kemiskinan, dan keterbelakangan.

Baca Juga: Muhammadiyah Berduka & Dukung Kapolri Usut Kematian Affan Kurniawan, Serukan Persatuan

Kita harus bersatu padu dalam upaya mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Setiap individu memiliki peran penting dalam membangun peradaban yang adil dan makmur.

Membangun Peradaban: Dimulai dari Kader yang Berkarakter

Ikhtiar membangun peradaban adil dan makmur dimulai dari pembentukan pribadi kader yang berkualitas. HMI menekankan pentingnya penyatuan iman dan intelektual, zikir dan pikir, serta spiritualitas dan rasionalitas.

Kader HMI bukan hanya dituntut cerdas berdialektika, tetapi juga kokoh akhlaknya dan nyata pengabdiannya. Peradaban tidak lahir dari orang yang hanya pandai berbicara, melainkan dari pribadi yang jernih hati, bersih pikiran, dan kuat kejujuran.

Kader Ideal: Pemimpin yang Berintegritas

HMI berupaya mencetak kader yang memiliki integritas tinggi. Mereka harus memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kader HMI diharapkan menjadi pemimpin yang jujur, amanah, dan mampu mengelola perbedaan sebagai kekuatan.

Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Menjelang seabad setelah Sumpah Pemuda, pertanyaan mendasar adalah apakah semangat itu masih hidup dalam diri kita? Jawabannya ada pada kemampuan pemuda hari ini untuk mengkonversi idealisme menjadi kerja nyata.

Kita berharap HMI tidak hanya dikenal karena sejarah kejayaannya, tetapi juga karena karya nyatanya. Semoga kader HMI tetap menjaga idealisme, menolak kepentingan pragmatis, dan menjadikan Islam sebagai kompas dalam berpikir dan bertindak.

Mimpi Indonesia: Bersatu, Adil, dan Makmur

Kita bermimpi melihat Indonesia yang bersatu tanpa sekat, adil tanpa diskriminasi, dan makmur tanpa meninggalkan kaum kecil.

Semoga dari ruang perkaderan HMI lahir pemimpin yang jujur, cerdas, dan takut kepada Allah. Pemimpin yang bekerja bukan untuk pujian manusia, tetapi demi kemaslahatan umat dan keridhaan-Nya.

Kesimpulan: Proyek Masa Depan yang Harus Diwujudkan

Perjuangan dari Sumpah Pemuda hingga cita-cita HMI bukan hanya kisah masa lalu. Ia adalah proyek masa depan yang harus terus diperjuangkan.

Dengan iman, ilmu, dan persatuan, Indonesia yang adil, makmur, dan diridhai Allah SWT bukan sekadar mimpi, melainkan keniscayaan yang bisa diwujudkan. Semangat ini ditulis oleh Taufikurrahman, seorang kader HMI Cabang Gowa Raya.

Baca Juga

Loading...