Sejarah dan Makna Sumpah Pemuda: Warisan Leluhur, Semangat Terpelajar

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Hari Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, adalah momentum penting dalam sejarah Indonesia. Perayaan ini lahir sebagai refleksi dari semangat persatuan yang digagas oleh para pemuda Indonesia pada tahun 1928.
Lebih dari sekadar seruan persatuan, Sumpah Pemuda adalah panggilan bagi seluruh pemuda dari berbagai suku dan agama untuk menyadari nasib bangsa Indonesia yang saat itu masih dijajah oleh Belanda. Satu kata yang menjadi tujuan utama: Merdeka!
Akar Sejarah Persatuan Indonesia
Semangat persatuan Indonesia ternyata telah bersemi jauh sebelum 1928, bahkan sejak era kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit. Warisan leluhur ini menjadi fondasi bagi semangat nasionalisme yang kemudian digelorakan oleh para pemuda.
Museum Sumpah Pemuda dalam bukunya yang berjudul “Sumpah Pemuda, Latar Sejarah dan Pengaruhnya bagi Pergerakan Nasional” menggarisbawahi tekad Kerajaan Sriwijaya untuk mempersatukan wilayah Nusantara. Hal ini tercermin dari prasasti Kota Kapur pada tahun 686 Masehi, yang berisi seruan dan sumpah para raja untuk mengintegrasikan wilayah.
Kemudian, kita mengenal Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Patih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit. Gadjah Mada bersumpah tidak akan beristirahat sebelum seluruh Nusantara bersatu. Penaklukkan wilayah dimulai dari Bali pada tahun 1343 dan berakhir di Dompo pada tahun 1357 menjadi bukti nyata.
Muhammad Yamin pun mengakui bahwa Sumpah Pemuda adalah kelanjutan dari sumpah-sumpah yang telah dicetuskan oleh para pendahulu. Sumpah-sumpah ini, yang telah tertanam selama berabad-abad, menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.
Kebangkitan Kaum Terpelajar dan Politik Etis
Namun, semangat persatuan itu tidak akan terwujud tanpa kebangkitan kaum terpelajar di awal abad ke-20. Kebangkitan ini dipicu oleh pidato Ratu Wilhelmina di depan Staten General (Parlemen) yang menyoroti pentingnya kemakmuran dan perkembangan sosial di Indonesia.
Pidato tersebut mendorong implementasi politik etis, yang untuk pertama kalinya membawa kesejahteraan pribumi menjadi perhatian dunia. Dampaknya, lahirlah sekolah-sekolah besar seperti School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA), sekolah kedokteran yang menjadi cikal bakal gerakan nasional.
Akses terhadap pengetahuan membuka mata para pelajar terhadap kondisi sosial bangsanya. Tokoh-tokoh besar seperti dr. Wahidin Soedirohoesodo melalui pidatonya menginspirasi lahirnya organisasi kepemudaan Boedi Oetomo pada tahun 1908. Organisasi ini kemudian memicu pembentukan organisasi-organisasi lain seperti Indische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia), Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij.
Kongres Pemuda: Membangun Fondasi Persatuan
Gagasan tentang persatuan organisasi pemuda sebenarnya telah muncul sejak tahun 1921 melalui Jong Java dan Jong Sumatranen Bond, meskipun awalnya belum berhasil. Namun, keinginan kuat untuk bersatu terus membara.
Pada tahun 1925, Muhammad Tabrani, seorang wartawan muda dari Jong Java, mengundang perwakilan berbagai organisasi untuk membahas Kongres Pemuda Pertama, yang kemudian diselenggarakan pada tanggal 30 April—2 Mei 1926 di Jakarta. Tujuan kongres ini adalah mendorong kerjasama antar organisasi pemuda demi mewujudkan persatuan. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari kebangsaan, keperempuanan, agama, hingga bahasa dan kesusastraan Indonesia.
Baca Juga: Peristiwa 11 September 1976 di Indonesia: Kilas Balik Sejarah & Dampaknya
Kongres Pemuda Pertama menghasilkan konsep persatuan: “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa,” yang menjadi kerangka dasar Sumpah Pemuda. Meskipun usulan Muhammad Yamin tentang bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan ditolak oleh Muhammad Tabrani karena dianggap tidak sesuai dengan istilah “Indonesia” yang telah disepakati.
Dua tahun kemudian, pada tanggal 3 Mei 1928, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) mencanangkan Kongres Pemuda Kedua. Soegondo Djojopoespito (PPPI) dan R.M. Djoko Marsaid (Jong Java) ditunjuk sebagai Ketua dan Wakil Ketua kongres.
Kongres Pemuda Kedua dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Oktober di tiga tempat berbeda. Pembahasan meliputi persatuan, kebangsaan, pendidikan, dan arah gerakan pemuda di masa depan. Pada kongres ini pula, W.R. Supratman untuk pertama kalinya memainkan lagu Indonesia Raya dengan biola, yang mendapat sambutan luar biasa.
Sumpah Pemuda: Ikrar Abadi Bangsa Indonesia
Setelah melalui perdebatan dan tantangan, Kongres Pemuda Kedua menghasilkan keputusan monumental yang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda:
“Pertama, Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kedoea, Kami Peotera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Ketiga, Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.”
Sumpah ini menjadi landasan bagi persatuan organisasi kepemudaan seperti PPPI, Jong Java, Pemoeda Indonesia, Pemoeda Soematra, Jong Celebes, hingga Sekar Roekoen. Mereka semua memiliki cita-cita yang sama: persatuan dan kemerdekaan Indonesia.
Dampak dan Relevansi Sumpah Pemuda Masa Kini
Kongres Pemuda Kedua tidak hanya menyatukan organisasi pemuda, tetapi juga membawa dampak besar di berbagai bidang. Semangat nasionalisme dan persatuan, yang tercermin dalam semboyan “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa,” menginspirasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum perempuan, untuk berperan aktif dalam pergerakan nasional. Bahasa Indonesia dan lagu Indonesia Raya pun semakin dikenal luas dan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi.
Sumpah Pemuda adalah teladan bagi generasi muda Indonesia saat ini. Semangat yang membara, kedalaman pengetahuan, dan kepekaan terhadap nasib bangsa adalah modal penting untuk memajukan Indonesia. Mari kita refleksikan, maknai, dan implementasikan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai wujud nyata nasionalisme kita. Selamat merayakan Hari Sumpah Pemuda!
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan Hari Sumpah Pemuda diperingati?
Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober.
Apa makna penting Sumpah Pemuda bagi bangsa Indonesia?
Sumpah Pemuda merupakan tonggak penting dalam sejarah Indonesia karena menjadi landasan bagi persatuan dan kesatuan bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Apa isi dari Sumpah Pemuda?
Isi Sumpah Pemuda adalah: 1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. 2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. 3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Siapa saja tokoh-tokoh penting dalam peristiwa Sumpah Pemuda?
Beberapa tokoh penting dalam peristiwa Sumpah Pemuda antara lain Soegondo Djojopoespito, R.M. Djoko Marsaid, Muhammad Yamin, dan W.R. Supratman.
Apa yang bisa dipelajari generasi muda saat ini dari Sumpah Pemuda?
Generasi muda dapat belajar tentang pentingnya persatuan, semangat nasionalisme, dan keberanian untuk memperjuangkan cita-cita bangsa dari peristiwa Sumpah Pemuda.