Revitalisasi Semangat Sumpah Pemuda: Menjaga Bangsa di Era Digital - RRI

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - KBRN, Surabaya – Semangat Sumpah Pemuda yang digaungkan pada 28 Oktober 1928, menjadi fondasi penting bagi sejarah kebangkitan nasional Indonesia. Namun, tantangan zaman terus berubah, dan di era digital yang serba cepat ini, semangat tersebut perlu terus direvitalisasi agar tetap relevan dan mampu menginspirasi generasi muda.
Hal ini menjadi pokok bahasan dalam Dialog Sosial Pro4 RRI Surabaya bertajuk “Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan Era Digital,” yang diselenggarakan pada Jumat, 24 Oktober 2025. Narasumber dalam dialog tersebut adalah Dr. Drs. H. Darsono, M.Si., yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Sumpah Pemuda: Lebih dari Sekadar Peristiwa Sejarah
Dr. Darsono menekankan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sebuah manifestasi dari lahirnya imajinasi kebangsaan. Sumpah Pemuda menjadi bukti nyata bagaimana persatuan bangsa dapat ditegakkan, bahkan di tengah keberagaman yang ada.
“Semangat Sumpah Pemuda perlu direvitalisasi dalam konteks digital, karena batas ruang dan waktu menjadi semakin kabur,” ujar Dr. Darsono. Perubahan tersebut juga berdampak pada identitas nasional yang kerap kali terpengaruh oleh arus globalisasi yang tak terbendung.
Dinamika Ruang Digital dan Tantangannya
Ruang digital telah menciptakan bentuk pergaulan sosial dan politik yang sangat dinamis, bahkan kompleks. Munculnya polarisasi akibat fenomena “echo chamber,” menjadi salah satu tantangan serius yang harus dihadapi.
Selain itu, penyebaran disinformasi atau berita bohong, dan perang opini terkait identitas, menjadi ancaman yang nyata di dunia maya. Hal ini menuntut kecerdasan dan kewaspadaan dari setiap individu dalam menyikapi informasi yang diterima.
Peluang Digital untuk Memperkuat Kebangsaan
Meski terdapat tantangan, digitalisasi juga membuka peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan secara kreatif. Generasi muda dapat memanfaatkan platform digital untuk membangun solidaritas lintas generasi.
Penting pula untuk memperkuat literasi digital yang berlandaskan Pancasila. Hal ini bertujuan agar generasi muda mampu memilah informasi, berpikir kritis, dan berkontribusi positif di dunia maya.
Baca Juga: Hari Pasangan Sedunia 2025: Sejarah, Ide & Cinta Berkelanjutan Digital
Nasionalisme Kritis untuk Generasi Muda
Dr. Darsono menekankan pentingnya menumbuhkan nasionalisme yang kritis di kalangan generasi muda. Nasionalisme yang sempit dapat menjebak generasi muda dalam pola pikir yang eksklusif dan merugikan.
“Pemuda era digital harus menjadi digital citizen yang berkarakter, melek informasi dan teknologi, serta bijak dalam bermedia sosial,” tegasnya. Pesan ini menekankan pentingnya penggunaan ruang digital untuk memperkuat rasa kebangsaan, bukan malah memecah belah persatuan.
Meneladani Semangat Sumpah Pemuda di Era Siber
Sebagai penutup, Dr. Darsono mengajak generasi muda untuk meneladani semangat Sumpah Pemuda 1928 dalam bentuk baru yang relevan dengan zaman. Ia mengajak seluruh anak bangsa untuk terus berjuang menjaga persatuan di dunia maya.
“Jika dulu Sumpah Pemuda menyatukan identitas, kini kita membutuhkan Sumpah Pemuda Digital tekad bersama menjaga kebangsaan di ruang siber. Satu Tanah Air Digital, Satu Bahasa Etika, Satu Jiwa Kebangsaan Indonesia,” pungkasnya.
Media radio berita online terpercaya - LPP RRI
📍 Jl. Medan Merdeka Barat No.4-5, Jakarta Pusat.
📞 +6221 350 0584, +6221 351 1086