Refleksi Sumpah Pemuda: Peran Krusial Kader HMI dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

Table of Contents

Refleksi Sumpah Pemuda: Meneguhkan Peran Kader HMI dalam Membangun Peradaban yang Berkeadilan Sosial – Makassar Today


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Peringatan Hari Sumpah Pemuda kembali menggema di seluruh penjuru Indonesia, mengingatkan kita pada semangat persatuan dan cita-cita luhur para pemuda tahun 1928. Momentum bersejarah ini menjadi landasan bagi bangsa untuk merajut kesatuan, menegakkan keadilan, dan membangun peradaban yang berkeadilan sosial.

Di tengah dinamika bangsa yang terus berkembang, peran kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi semakin krusial. HMI, sebagai organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, memiliki tanggung jawab besar untuk turut serta dalam mengawal perjalanan bangsa menuju cita-cita luhur tersebut.

Sumpah Pemuda dan Semangat Persatuan

Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan manifestasi nyata semangat persatuan di tengah perbedaan. Para pemuda dari berbagai suku, agama, dan latar belakang bersatu padu untuk mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Semangat ini relevan hingga kini, di mana tantangan bangsa semakin kompleks, mulai dari isu sosial, politik, hingga ekonomi. Kader HMI harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

HMI: Pengawal Moral dan Intelektual Bangsa

HMI sejak awal berdirinya, bukan hanya menjadi organisasi kemahasiswaan biasa. Organisasi ini ditempatkan sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berperan aktif dalam mengawal jalannya bangsa.

Peran ini menuntut kader HMI untuk memiliki wawasan luas, kritis, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa. Kader HMI harus menjadi agen perubahan yang menginspirasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Menanggapi Dinamika Kebijakan Pemerintahan

Dalam konteks dinamika kebijakan pemerintahan, kader HMI dituntut untuk bersikap kritis dan rasional. Kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan arah ekonomi, penataan sumber daya alam, dan regulasi strategis lainnya harus dikawal dengan cermat.

Setiap kebijakan publik harus berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan hanya pada kepentingan segelintir kelompok atau kepentingan politik sesaat. Kader HMI harus mampu menjadi corong bagi suara rakyat dan memastikan bahwa kebijakan yang ada berpihak pada keadilan sosial.

Insan Cita: Panduan Hidup Kader HMI

Sebagai kader HMI, nilai Insan Cita menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Insan Cita adalah insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.

Nilai-nilai ini menjadi landasan bagi kader HMI dalam mengkritisi kebijakan pemerintah, memberikan solusi, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kader HMI harus mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Insan Cita dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: GEBRAK Gelar Aksi Simbolik di Jakpus: Penghormatan dan Protes

HMI sebagai Kelompok Penengah dan Pemberi Solusi

Kader HMI tidak hanya bertugas mengkritik, tetapi juga harus mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang ada. HMI harus tampil sebagai kelompok penengah yang kritis namun solutif.

Kader HMI harus mampu menawarkan alternatif kebijakan yang berorientasi pada keadilan ekonomi dan pemberdayaan manusia. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah ditekankan oleh pendiri HMI, Prof. Drs. Lafran Pane, bahwa HMI harus menjadi pelopor perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat dan negara.

Kritik sebagai Wujud Cinta kepada Bangsa

Kritik yang disampaikan oleh kader HMI bukanlah bentuk perlawanan, melainkan wujud cinta kepada bangsa. Kritik adalah upaya untuk menjaga arah perjalanan negeri agar tetap sesuai dengan amanat rakyat dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan kritik yang konstruktif, kader HMI dapat memberikan masukan yang berharga bagi pemerintah dalam membuat kebijakan yang lebih baik. Kritik yang disertai dengan solusi akan menjadi kekuatan yang mendorong perubahan positif bagi bangsa.

Meneguhkan Komitmen pada Konstitusi HMI

Konstitusi HMI menegaskan bahwa HMI berfungsi sebagai organisasi kader yang memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Nilai ini harus terus menjadi pegangan bagi setiap kader.

Setiap kebijakan pemerintahan harus berpihak kepada rakyat, bukan hanya kepada elit. Kader HMI harus terus mengawal jalannya pemerintahan agar tetap sesuai dengan amanat konstitusi dan nilai-nilai keadilan sosial.

Menyuarakan Kebenaran dalam Kesunyian

Menjadi tugas moral bagi setiap kader untuk terus berdiri di garis depan perjuangan ide, menjaga idealisme, dan menyuarakan kebenaran walau dalam kesunyian.

Dalam era informasi yang serba cepat ini, kader HMI harus tetap teguh pada prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan. Kader HMI harus berani menyuarakan kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan.

Sebagai penutup, mari kita jadikan momentum Sumpah Pemuda ini sebagai pengingat untuk terus berjuang. Mari kita teguhkan kembali semangat persatuan, keadilan, dan semangat membangun peradaban yang berkeadilan sosial. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua.

Penulis adalah kader HMI Cabang Gowa Raya

Baca Juga

Loading...