Mohammad Yamin: Penulis Sumpah Pemuda, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional

Table of Contents

Mohammad Yamin, Tokoh Bangsa yang Menulis Sumpah Pemuda


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Nama Mohammad Yamin seringkali disebut dalam setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda. Ia bukan hanya dikenal sebagai tokoh yang merumuskan Sumpah Pemuda, tetapi juga sebagai seorang sastrawan, politikus, dan pejuang kemerdekaan yang memiliki peran sentral dalam sejarah Indonesia.

Melalui pemikiran dan gagasannya, Mohammad Yamin menjadi pengusung utama ide persatuan bangsa. Ia adalah sosok visioner yang menyalakan semangat kebangsaan melalui tiga kalimat sakti: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.

Mengenal Lebih Dekat Mohammad Yamin

Mohammad Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, pada tanggal 2 Agustus 1903. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat yang besar terhadap sastra, sejarah, dan ide-ide kebangsaan.

Pendidikan dasarnya ditempuh di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Palembang, kemudian dilanjutkan ke Algemeene Middelbare School (AMS) di Solo. Pendidikan inilah yang kemudian membentuk watak intelektual dan nasionalismenya.

Pendidikan Tinggi dan Peran dalam Pergerakan Nasional

Setelah menyelesaikan AMS, Mohammad Yamin melanjutkan studinya di Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Batavia), yang kini dikenal sebagai Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia berhasil meraih gelar Master in de Rechten atau sarjana hukum pada tahun 1932.

Dengan latar belakang pendidikan hukumnya, Yamin menjadi seorang pemikir hukum yang visioner di masa pergerakan nasional. Ia aktif dalam organisasi Jong Sumatranen Bond, sebuah wadah bagi pemuda Sumatra yang memperjuangkan cita-cita persatuan Indonesia.

Mohammad Yamin dan Sumpah Pemuda

Peran Mohammad Yamin dalam Sumpah Pemuda sangatlah krusial. Ia menjadi tokoh sentral di balik perumusan ikrar bersejarah yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928.

Dalam Kongres Pemuda I tahun 1926, Yamin telah menyampaikan gagasan penting tentang bahasa persatuan. Ia menekankan bahwa bahasa dapat menjadi alat pemersatu bangsa yang majemuk, meskipun ide tersebut belum disepakati saat itu.

Kontribusi dalam Kongres Pemuda II

Sebagai tokoh yang menulis Sumpah Pemuda, Mohammad Yamin memegang peranan penting dalam perumusan naskah yang menjadi tonggak lahirnya semangat kebangsaan Indonesia. Dalam Kongres Pemuda I, Yamin dipercaya menyusun konsep-konsep yang kelak menjadi bahan pembahasan di kongres berikutnya.

Salah satu konsep itu berisi rumusan tentang bahasa persatuan dengan kalimat awal berbunyi “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng tinggi bahasa persatoean bahasa Melajoe.”

Baca Juga: Teks Mars Hari Santri: Sejarah, Makna, dan Peran Pentingnya di Indonesia

Setelah melalui perdebatan panjang dan berbagai pertimbangan di Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, akhirnya disepakati rumusan baru yang lebih tegas: “Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng tinggi bahasa persatoean bahasa Indonesia.”

Perubahan istilah dari bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia merupakan keputusan bersejarah yang menegaskan identitas bangsa baru yang sedang lahir. Keputusan penting itu didukung oleh berbagai tokoh besar seperti Ki Hadjar Dewantara, Purbatjaraka, Abu Hanifah, Husein Djajadiningrat, dan Adinegoro.

Peran Mohammad Yamin dalam Kemerdekaan Indonesia

Tidak hanya dalam peristiwa Sumpah Pemuda, Mohammad Yamin juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia aktif di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan turut merumuskan gagasan dasar negara bersama tokoh-tokoh besar seperti Soekarno dan Soepomo.

Dalam sidang BPUPKI, Yamin bahkan mengusulkan konsep pembentukan Mahkamah Agung yang memiliki kewenangan *judicial review*, sebuah ide yang baru diwujudkan puluhan tahun kemudian melalui Mahkamah Konstitusi.

Kiprah di Bidang Sastra dan Politik

Selain dikenal sebagai tokoh yang menulis rumusan Sumpah Pemuda, Mohammad Yamin juga seorang budayawan dan penyair. Karya-karyanya seperti *Tanah Air* (1922) dan *Indonesia Tumpah Darahku* (1928) dianggap sebagai tonggak sastra modern Indonesia.

Dalam dunia politik, Mohammad Yamin dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan persatuan nasional. Ia sempat menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) bentukan pemerintah kolonial Belanda, dimana ia terus menyuarakan aspirasi bangsa dan menentang kebijakan kolonial.

Pengabdian Setelah Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan, karier Mohammad Yamin kian bersinar. Ia dipercaya menjabat berbagai posisi penting, seperti Menteri Kehakiman, Menteri Pendidikan, Menteri Sosial, dan Menteri Penerangan.

Dalam setiap jabatannya, Yamin terus menekankan pentingnya kebudayaan, bahasa, dan pendidikan nasional sebagai fondasi kemajuan bangsa Indonesia.

Warisan dan Penghargaan

Mohammad Yamin wafat pada 17 Oktober 1962 saat menjabat Menteri Penerangan di Kabinet Kerja III. Untuk jasa dan dedikasinya, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1973.

Kini, nama Mohammad Yamin tetap abadi sebagai tokoh yang menulis gagasan Sumpah Pemuda, yang menyatukan Indonesia dalam tiga kalimat sakti: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu—Indonesia.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Mohammad Yamin lahir?

Mohammad Yamin lahir pada tanggal 2 Agustus 1903.

Dimana Mohammad Yamin lahir?

Mohammad Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Apa peran Mohammad Yamin dalam Sumpah Pemuda?

Mohammad Yamin adalah tokoh yang menulis rumusan Sumpah Pemuda dan mengusulkan bahasa Melayu sebagai dasar bahasa Indonesia.

Kapan Mohammad Yamin mendapatkan gelar Pahlawan Nasional?

Mohammad Yamin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1973.

Baca Juga

Loading...