Lomba Musik Akustik di Papua: Semarakkan Sumpah Pemuda & Lestarikan Budaya

Table of Contents

Pemprov Papua gelar lomba musik akustik peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober - ANTARA News Papua


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Jayapura, (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kreativitas generasi muda. Sebagai bagian dari perayaan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada 28 Oktober 2025, Pemprov Papua akan menyelenggarakan lomba musik akustik yang melibatkan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat seni mereka sekaligus mempererat rasa persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda Papua. Rangkaian acara yang menarik ini akan menjadi momen penting untuk memperingati semangat Sumpah Pemuda.

Semangat Kebersamaan dalam Musik: Tujuan Utama Lomba

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, mengungkapkan harapannya terhadap kegiatan ini dalam keterangannya di Jayapura pada Jumat. Ia menekankan bahwa lomba musik akustik ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebuah platform untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda Papua.

“Musik merupakan salah satu wadah ekspresi yang positif dan sangat relevan dengan minat anak muda saat ini,” ujar Suzana Wanggai. Musik mampu menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan mempererat tali persaudaraan.

Mengasah Kreativitas dan Percaya Diri Pelajar Papua

Lomba ini akan menjadi kesempatan bagi para pelajar SMA di Papua untuk mengembangkan potensi mereka di bidang musik. Melalui ajang ini, mereka akan belajar untuk mengasah kemampuan bermusik, baik dalam hal teknik maupun kreativitas.

Selain itu, lomba ini juga akan melatih mereka untuk tampil percaya diri di depan publik, sebuah keterampilan penting yang sangat berguna di masa depan.

Peserta dan Ketentuan Lomba Musik Akustik

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Sonya Monim, menjelaskan bahwa lomba musik akustik ini akan diikuti oleh 15 SMA yang berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Setiap tim dari SMA tersebut akan berkompetisi untuk menampilkan penampilan terbaik mereka.

Baca Juga: 49 Putra Papua Raih Sertifikasi Migas: Pertamina Drilling Tingkatkan Kapasitas SDM

Setiap peserta lomba diwajibkan untuk membawakan dua lagu dalam penampilannya. Lagu pertama adalah lagu nasional yang bertemakan kepemudaan, yang bertujuan untuk membangkitkan semangat patriotisme.

Kewajiban Membawakan Lagu Daerah Papua

Selain lagu nasional, setiap peserta juga wajib membawakan satu lagu daerah Papua. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Papua sejak dini di kalangan pelajar.

Dengan membawakan lagu daerah, para pelajar diharapkan dapat lebih mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri. Hal ini juga menjadi upaya untuk menjaga agar budaya Papua tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.

Musik: Jembatan Pelestarian Budaya Papua

Sonya Monim juga menekankan pentingnya musik dalam pelestarian budaya Papua. Musik, khususnya musik akustik, dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menjaga identitas budaya Papua agar tetap hidup dan berkembang.

“Kami berharap anak-anak muda tetap bangga memakai bahasa dan mengenal budaya daerahnya, sedangkan musik bisa menjadi jembatan untuk menjaga identitas itu agar tidak hilang,” ujarnya. Pemilihan musik akustik diharapkan mampu memberikan sentuhan yang lebih dekat dengan akar budaya.

Harapan Terhadap Lomba dan Dampaknya Bagi Generasi Muda

Pemprov Papua berharap lomba musik akustik ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk terus menumbuhkan talenta seni di kalangan pemuda Papua.

Diharapkan kegiatan ini dapat membangun karakter pemuda Papua yang kreatif, kolaboratif, dan cinta terhadap budaya daerahnya. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda akan terus membara di hati generasi muda Papua.

Baca Juga

Loading...