Hipertensi dan AFib: Hubungan Erat yang Tingkatkan Risiko Stroke di Indonesia

Table of Contents

Hipertensi Berkaitan Erat dengan AFib yang Tingkatkan Risiko Stroke


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kesehatan jantung menjadi perhatian utama bagi masyarakat Indonesia. Berbagai penelitian global telah mengidentifikasi kaitan erat antara hipertensi (tekanan darah tinggi) dan Atrial Fibrillation (AFib), yang secara signifikan meningkatkan risiko stroke. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai hubungan tersebut, serta upaya pencegahan dan deteksi dini yang bisa dilakukan.

Keterkaitan Hipertensi dan AFib

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis yang umum terjadi di Indonesia. Tekanan darah tinggi memberikan tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah, yang dapat merusaknya seiring waktu. Kerusakan ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah AFib.

AFib, atau fibrilasi atrium, adalah jenis aritmia atau detak jantung tidak teratur. Pada kondisi ini, sinyal listrik di jantung tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan atrium (ruang atas jantung) berdetak sangat cepat dan tidak sinkron. Hal ini dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, stroke, dan gagal jantung.

Studi yang Mendukung Keterkaitan

Beberapa penelitian telah menguatkan hubungan antara hipertensi dan AFib. Studi Verdecchia et al. (2018) dalam Circulation Research menegaskan bahwa hipertensi adalah faktor risiko kuat untuk terjadinya AFib. Pengendalian tekanan darah secara intensif, terutama di bawah 120 mmHg, dapat mengurangi risiko munculnya AFib secara signifikan.

Studi Framingham oleh Wolf et al. (1991) juga membuktikan bahwa AFib merupakan faktor risiko independen terhadap stroke, bahkan pada pasien tanpa penyakit jantung rematik. Hal ini menunjukkan bahwa AFib sendiri, tanpa adanya penyakit jantung lain, sudah cukup untuk meningkatkan risiko stroke.

Dampak AFib Terhadap Risiko Stroke

Stroke adalah kondisi serius yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus, baik karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). AFib meningkatkan risiko stroke karena beberapa alasan.

Karena detak jantung yang tidak teratur, darah cenderung menggumpal di atrium. Gumpalan darah ini dapat terlepas dan menuju otak, menyebabkan stroke. Neurolog dari RS Brawijaya Saharjo & Mayapada Kuningan, Dr. Zicky Yombana Babeheer, SpN, AIFO-K, DAI FIDN, CPS, menyatakan bahwa AFib dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan

Deteksi dini AFib dan hipertensi sangat penting untuk mencegah stroke. Dengan pemantauan rutin dan gaya hidup sehat, risiko stroke dapat ditekan. Masyarakat didorong untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan jantung.

Pentingnya Pemantauan Tekanan Darah

Memantau tekanan darah secara rutin di rumah dapat membantu mendeteksi perubahan tekanan atau irama jantung lebih awal. Hal ini memungkinkan penanganan medis yang tepat sebelum komplikasi serius terjadi. Dr. Zicky Yombana Babeheer menekankan pentingnya hal ini dalam diskusi memperingati Hari Stroke Sedunia, pada Rabu (22/10).

Baca Juga: Kredit Motor Honda Cicilan 0%: Panduan Lengkap & Penawaran Terbaik di Indonesia

Asep Aji Fatahilah, Pendiri Komunitas KDS Penyintas Stroke, berbagi pengalamannya tentang pentingnya deteksi dini. Ia mengalami stroke di usia muda, bahkan sebelum menyadari adanya masalah pada tekanan darahnya. Pengalaman ini menyadarkannya akan pentingnya mengenali kondisi tubuh sejak dini.

Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Stroke

Selain pemantauan tekanan darah, gaya hidup sehat juga berperan penting dalam pencegahan stroke. Pola makan sehat, olahraga teratur, dan menghindari rokok serta konsumsi alkohol berlebihan adalah beberapa langkah yang dapat diambil.

Beberapa artikel juga merekomendasikan makanan yang baik untuk kesehatan pembuluh darah untuk membantu mencegah terjadinya stroke. Ini sejalan dengan upaya menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh.

Inovasi Teknologi untuk Deteksi Dini AFib

Perkembangan teknologi telah menghadirkan solusi inovatif untuk deteksi dini AFib. Tensimeter digital terbaru kini dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendeteksi potensi gangguan irama jantung.

Tensimeter dengan Teknologi IntelliSense™ AFib

OMRON, sebagai contoh, menghadirkan tensimeter digital HEM-7383T1 yang dilengkapi teknologi IntelliSense™ AFib. Teknologi ini menganalisis pola gelombang tekanan nadi untuk mendeteksi kemungkinan AFib sejak dini.

Perangkat ini menggunakan kecerdasan buatan dan basis data besar untuk membantu pengguna mengenali potensi risiko stroke sebelum gejala muncul. Dilengkapi dengan fitur-fitur seperti manset IntelliWrap™ dan konektivitas Bluetooth, perangkat ini memudahkan pemantauan tekanan darah secara konsisten.

Tomoaki Watanabe, Director OMRON Healthcare Indonesia, menekankan bahwa kesehatan jantung dan otak harus dijaga sejak dini. Melalui inovasi teknologi dan edukasi berkelanjutan, OMRON berkomitmen membantu masyarakat Indonesia terhindar dari risiko stroke.

Kesimpulan

Kesehatan jantung dan pencegahan stroke adalah tanggung jawab bersama. Dengan memahami hubungan antara hipertensi dan AFib, serta melakukan deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat, masyarakat Indonesia dapat secara signifikan mengurangi risiko stroke. Inovasi teknologi seperti tensimeter dengan teknologi AFib juga berperan penting dalam upaya ini.

Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung demi masa depan yang lebih sehat.

Baca Juga

Loading...