Hari Santri 2025: Pelatihan Ternak Kambing Baznas Jateng dan RMI

Table of Contents

Peringati Hari Santri Nasional 2025: Baznas Jateng dan RMI Gelar Pelatihan Ternak Kambing untuk 165 Santri dari 33 Ponpes - Radar Solo


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkolaborasi dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Provinsi Jateng. Kolaborasi ini diwujudkan dengan menggelar pelatihan ternak kambing yang bermanfaat bagi para santri.

Pelatihan ini diikuti oleh 165 santri yang berasal dari 33 pondok pesantren (Ponpes) di seluruh Jawa Tengah. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan santri dalam bidang peternakan, khususnya ternak kambing.

Pelaksanaan Pelatihan di Boyolali

Pelatihan ternak ini dilaksanakan di Al Fatihah Farm, yang terletak di Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel. Pembukaan pelatihan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Oktober 2024. Lokasi ini dipilih karena memiliki fasilitas yang memadai dan representatif untuk kegiatan pelatihan peternakan.

Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyambut baik inisiatif pelatihan ternak yang diselenggarakan oleh Baznas di wilayahnya. Beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen Baznas Provinsi Jateng dan Pemkab Boyolali dalam upaya meningkatkan kapasitas para santri dan pondok pesantren.

Materi Pelatihan yang Komprehensif

Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting dalam beternak kambing. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bibit unggul kambing, manajemen pakan yang efisien untuk meningkatkan produktivitas, serta teknik pencegahan penyakit yang efektif agar ternak tetap sehat.

Selain itu, para santri juga dibekali dengan pengetahuan tentang strategi pemasaran yang efektif untuk memastikan hasil ternak dapat dijual dengan harga yang optimal. Diharapkan dengan materi yang komprehensif ini, para santri dapat mengaplikasikan ilmunya dan mengembangkan usaha ternak kambing yang maju dan menguntungkan.

Dwi Fajar Nirwana menambahkan bahwa dengan pelatihan ini, para santri dan pondok pesantren diharapkan dapat mengembangkan usaha ternak kambing dengan lebih baik, sehingga memberikan dampak positif bagi kemandirian ekonomi pesantren.

Kontribusi Baznas Jateng dalam Pengembangan SDM Santri

Ketua Baznas Provinsi Jateng, Ahmad Darodji, mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin menyelenggarakan pelatihan ternak. Menurutnya, Baznas Jateng telah menerima lebih dari 15 ribu santri yang mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Baznas Provinsi Jateng.

Baca Juga: Weton Sabtu 24 September 2005: Penjelasan Lengkap Primbon Jawa

Ahmad Darodji menekankan pentingnya mengisi Hari Santri dengan kegiatan yang bermanfaat dan memberikan bekal bagi masa depan santri. Ia berharap pelatihan ternak ini dapat menjadi salah satu bekal bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kesejahteraan.

Lebih lanjut, Ahmad Daroji berharap agar peringatan Hari Santri tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial saja. Menurutnya, kegiatan-kegiatan pelatihan seperti ini jauh lebih bermanfaat dalam memberikan keterampilan dan pengetahuan praktis bagi para santri.

Harapan untuk Kemandirian Pesantren

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pondok pesantren. Dengan memiliki keterampilan beternak kambing, para santri dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi pesantren dan masyarakat sekitarnya.

Inisiatif Baznas Jateng dan RMI Jateng ini merupakan contoh nyata sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan pesantren. Dengan pelatihan yang tepat, para santri diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

Program pelatihan ini menjadi wujud komitmen dalam memberdayakan potensi ekonomi pesantren. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan para santri mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat memotivasi para santri untuk lebih mengembangkan diri dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi umat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan akan muncul wirausahawan muda dari kalangan pesantren yang sukses dan memberikan inspirasi bagi yang lain.

Dampak Positif Bagi Masyarakat

Selain memberikan manfaat bagi para santri dan pondok pesantren, pelatihan ternak kambing ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya produksi kambing, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging kambing di pasaran dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi antara Baznas, RMI, pemerintah daerah, dan pondok pesantren menjadi kunci keberhasilan program ini.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan dari pelatihan ternak kambing yang diselenggarakan oleh Baznas Jateng dan RMI Jateng?

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan santri dalam bidang peternakan, khususnya ternak kambing, sehingga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren.

Siapa saja yang menjadi peserta dalam pelatihan ini?

Pelatihan ini diikuti oleh 165 santri yang berasal dari 33 pondok pesantren (Ponpes) di seluruh Jawa Tengah.

Kapan dan di mana pelatihan ini dilaksanakan?

Pelatihan ini dibuka pada hari Kamis, 16 Oktober 2024 di Al Fatihah Farm, Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Materi apa saja yang diberikan dalam pelatihan ini?

Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit unggul kambing, manajemen pakan yang efisien, teknik pencegahan penyakit, dan strategi pemasaran yang efektif.

Apa harapan dari Ketua Baznas Jateng terkait dengan peringatan Hari Santri Nasional?

Ketua Baznas Jateng berharap agar peringatan Hari Santri tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan kegiatan pelatihan yang bermanfaat dan memberikan bekal bagi masa depan santri.

Baca Juga

Loading...