Carlos Sainz Terima Hukuman Grid: Insiden dengan Kimi Antonelli di GP Amerika

Table of Contents

Carlos Sainz earns grid penalty following Kimi Antonelli clash


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia Formula 1. Pembalap Ferrari, Carlos Sainz, harus menerima hukuman grid setelah terlibat insiden dengan pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, dalam gelaran United States Grand Prix (GP Amerika Serikat) yang berlangsung di The Circuit Of The Americas.

Insiden tersebut menjadi sorotan utama dalam balapan yang menegangkan tersebut. Sainz harus mengakhiri balapannya lebih awal, sementara Antonelli berhasil melanjutkan meski dengan posisi yang kurang menguntungkan. Keputusan ini tentu memberikan dampak signifikan bagi Sainz dan timnya.

Kronologi Insiden di Sirkuit Amerika

Sial bagi Carlos Sainz, ia menjadi satu-satunya pembalap yang gagal mencapai garis finis dalam balapan di hari Minggu yang menegangkan tersebut. Nasib buruk menimpanya setelah mengalami kerusakan fatal akibat tabrakan dengan Kimi Antonelli.

Pertarungan sengit terjadi di bagian awal sektor terakhir, di mana Sainz berusaha menyalip Antonelli. Pembalap asal Spanyol itu mencoba manuver di sisi dalam tikungan 15, tetapi sayangnya, ia menyenggol ban belakang kiri mobil Mercedes Antonelli.

Akibatnya, mobil Sainz mengalami kerusakan pada ban depan kanannya, membuatnya tak dapat melanjutkan balapan. Ia terpaksa memarkirkan mobil Williams-nya di antara dua tikungan terakhir, sementara Antonelli tetap melaju dan akhirnya finis di luar sepuluh besar.

Investigasi dan Keputusan Stewards

Setelah meninjau insiden tersebut, para pengawas balapan memutuskan bahwa Sainz bertanggung jawab atas tabrakan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa mobil dengan nomor 55 (Sainz) mencoba menyalip di sisi dalam mobil dengan nomor 12 (Antonelli) di Tikungan 15, yang kemudian menyebabkan tabrakan di titik puncak tikungan.

Sainz berargumen bahwa ia berharap Antonelli akan memberikan ruang di titik puncak tikungan. Namun, Antonelli justru berbelok lebih awal, dan Sainz mengunci remnya saat menyadari bahwa tabrakan tidak dapat dihindari.

Pengawas balapan menegaskan bahwa sebelum titik puncak, bagian depan mobil Sainz tidak sejajar atau berada di depan kaca spion mobil Antonelli. Oleh karena itu, sesuai dengan Driving Standards Guidelines, Sainz tidak berhak mendapatkan ruang di titik puncak tersebut.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Balapan F1 Dibatalkan Karena Hujan Lebat?

Sanksi untuk Carlos Sainz

Akibat keputusan tersebut, dan karena hukuman tidak dapat dijalankan selama balapan, Sainz mendapat hukuman berupa penalti mundur lima posisi di grid untuk balapan Mexico City Grand Prix akhir pekan ini. Perlu dicatat, GP Meksiko adalah tempat di mana Sainz meraih kemenangan F1 terakhirnya pada tahun 2024.

Video dan liputan media sosial menunjukkan bagaimana insiden tersebut terjadi. Bagi Sainz, ini bukanlah akhir pekan yang sepenuhnya buruk, karena ia berhasil finis ketiga dalam sprint race pada hari Sabtu. Namun, insiden dengan Mercedes di awal balapan, saat memperebutkan posisi ketujuh, menjadi peluang yang terlewatkan dan menambah daftar panjang tantangan dalam kampanyenya di musim 2025.

Reaksi Carlos Sainz

Sainz sendiri mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengatakan kepada williamsf1.com, "Sangat disayangkan balapan harus berakhir seperti itu karena mobil memiliki kecepatan yang bagus hari ini."

Ia menjelaskan bahwa ia mencoba manuver serupa dengan Bearman beberapa lap sebelumnya. "Dia membuka jalur dan kemudian menutup pintu lebih tiba-tiba dari yang saya harapkan. Saya mencoba bereaksi dengan menginjak rem untuk menghindari kontak, tetapi sudah terlambat dan kami bersentuhan," tambahnya.

Sainz menambahkan, "Saya berada di belakang jadi saya menerima bagian kesalahan saya dan pada akhirnya sangat disayangkan karena merugikan kami berdua. Kami cepat, jadi sangat menyakitkan tidak bisa mengubahnya menjadi lebih banyak poin.”

Dampak dan Implikasi Lebih Lanjut

Hukuman grid ini tentu akan memberikan dampak signifikan bagi peluang Sainz dalam balapan di Meksiko. Ia harus memulai balapan dari posisi yang lebih belakang, sehingga mempersulit upaya untuk meraih poin penting bagi klasemen kejuaraan.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya pengambilan keputusan yang tepat dan perhitungan yang cermat dalam balapan Formula 1. Setiap manuver memiliki risiko, dan kesalahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal.

Peristiwa ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Sainz dan timnya. Mereka harus lebih cermat dalam menganalisis situasi balapan dan mengambil keputusan yang lebih bijaksana di masa mendatang. Dengan demikian, mereka dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang meraih hasil yang lebih baik.

Baca Juga

Loading...