Tragedi Gunung Putri: Remaja Bakar Kios, Pukuli Nenek dan Paman Hingga Tewas

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sebuah tragedi menggemparkan terjadi di Gunung Putri, Bogor, ketika seorang remaja berusia 16 tahun melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada kematian dua orang anggota keluarganya.
Peristiwa ini melibatkan pembakaran sebuah kios pecel lele setelah sebelumnya terjadi aksi pemukulan terhadap nenek dan pamannya. Kejadian ini menyita perhatian publik dan menjadi sorotan terkait permasalahan keluarga serta dampak negatif dari tindakan impulsif.
Kronologi Tragis: Pemukulan dan Pembakaran di Kios Pecel Lele
Peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu, 7 September 2025, sekitar pukul 05.20 WIB di sebuah kios pecel lele di kawasan Gunung Putri, Bogor.
Pelaku, seorang remaja berusia 16 tahun, diduga kuat telah melakukan tindakan kekerasan terhadap SU (58), neneknya, dan RA (28), pamannya, menggunakan benda tumpul. Setelah melakukan pemukulan, pelaku kemudian diduga membakar kios tersebut, mengakibatkan kedua korban tewas.
Keterangan Polisi: Korban Dipukul dalam Keadaan Tidak Sadar
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby, mengungkapkan kronologi kejadian berdasarkan hasil penyelidikan.
“Jadi korban itu dipukul menggunakan benda tumpul, jadi pas dibakar itu dalam keadaan sudah tidak sadar,” jelas Kompol Aulia Robby pada Kamis, 11 September 2025.
Pernyataan ini menguatkan dugaan bahwa aksi pembakaran kios dilakukan setelah kedua korban tak berdaya akibat penganiayaan.
Motif Pelaku: Dendam Akibat Sering Dimarahi
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap motif di balik tindakan keji remaja tersebut. Berdasarkan keterangan Kompol Aulia Robby, pelaku diduga melakukan tindakan tersebut karena dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati.
Pelaku mengaku kesal karena kerap dimarahi oleh korban. “Sakit hati (motifnya), karena sering dimarahin (oleh korban),” beber Kompol Aulia Robby.
Pelarian Pelaku dan Penemuan
Setelah melakukan aksi kejamnya, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Pelaku diketahui melarikan diri ke sebuah kontrakan yang berlokasi di kawasan Citeureup.
Namun, berkat kerja keras pihak kepolisian, pelaku akhirnya berhasil diamankan. Penangkapan ini menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus yang menggemparkan masyarakat.
Keseharian Pelaku: Membantu Jualan Pecel Lele
Fakta menarik terungkap dari latar belakang pelaku. Pelaku diketahui terakhir mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar (SD).
Sehari-hari, pelaku membantu neneknya berjualan pecel lele di kios tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi sosial dan lingkungan yang membentuk perilaku pelaku, serta bagaimana hal tersebut bisa berujung pada tindakan kriminal yang sangat keji.
Dampak Tragedi dan Upaya Penegakan Hukum
Peristiwa ini tentu saja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap masalah kesehatan mental, pendidikan, dan pengasuhan anak, serta dampak negatif dari kekerasan dalam rumah tangga.
FAQ
Kapan peristiwa pembakaran kios terjadi?
Peristiwa terjadi pada Minggu, 7 September 2025, sekitar pukul 05.20 WIB.
Di mana lokasi kejadian?
Lokasi kejadian berada di sebuah kios pecel lele di Gunung Putri, Bogor.
Siapa saja korban dalam tragedi ini?
Korban adalah SU (58), nenek pelaku, dan RA (28), paman pelaku.
Apa motif pelaku melakukan pembunuhan?
Motifnya adalah sakit hati karena sering dimarahi oleh korban.
Di mana pelaku sempat melarikan diri?
Pelaku sempat melarikan diri ke sebuah kontrakan di kawasan Citeureup.