PSSI Ungkap Alasan Mees Hilgers Absen di Timnas: Fokus Klub dan Permasalahan Kontrak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5172108/original/010102800_1742704828-mees_h.jpg)
Jakarta - Keputusan menarik dari PSSI terkait skuad Timnas Indonesia untuk putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia telah diumumkan. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah absennya bek tengah FC Twente, Mees Hilgers. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, akhirnya buka suara untuk menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Penjelasan ini memberikan gambaran jelas mengenai pertimbangan PSSI dalam memilih pemain untuk memperkuat timnas.
Nama Mees Hilgers memang tidak tercantum dalam daftar 28 pemain yang dipilih oleh pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Daftar tersebut diumumkan pada Rabu, 24 September 2025. Keputusan ini tentu menimbulkan tanda tanya bagi para penggemar sepak bola Indonesia, mengingat kualitas dan potensi yang dimiliki oleh Hilgers.
Fokus Utama: Kondisi di Klub
Arya Sinulingga dengan tegas menyatakan bahwa alasan utama di balik absennya Hilgers adalah fokus sang pemain terhadap situasi di klubnya, FC Twente. "Sudah pasti karena Mees Hilgers sekarang lagi konsentrasi ke klubnya," ujar Arya dalam play-off Media Cup 2025 di Jakarta, Kamis, 25 September 2025. Hal ini menunjukkan bahwa PSSI sangat mempertimbangkan kondisi pemain di level klub sebelum memanggilnya ke timnas.
Kondisi di FC Twente memang sedang tidak ideal bagi Hilgers. Pemain berusia 24 tahun ini sedang dalam situasi "dibekukan" oleh klub akibat belum adanya kesepakatan perpanjangan kontrak. Kontrak Hilgers sendiri akan berakhir pada 30 Juni 2026. Situasi ini tentu mempengaruhi konsentrasi dan performa Hilgers di lapangan.
Gagalnya Pindah Klub dan Dampaknya
Pada bursa transfer musim panas 2025, Hilgers hampir saja meninggalkan FC Twente untuk bergabung dengan klub Prancis, Stade Brestois 29. Namun, transfer tersebut gagal terwujud karena jendela transfer keburu ditutup. Kegagalan ini semakin memperumit situasi Hilgers di FC Twente.
Arya juga menyoroti bahwa banyak pihak, termasuk media, mempertanyakan mengapa Hilgers tidak dimainkan oleh FC Twente. "Padahal, kita tahu kualitasnya sangat bagus di sana. Kita semua tahu gara-gara apa, gara-gara masalah kontrak klubnya," jelas Arya. Ini menunjukkan bahwa PSSI memahami betul kompleksitas masalah yang dihadapi Hilgers.
Baca Juga: Sidang Komdis PSSI: Persik Didenda Ratusan Juta Rupiah!
Pentingnya Keseimbangan: Waktu dan Ruang untuk Hilgers
PSSI menyadari betul bahwa situasi yang dialami Hilgers di FC Twente membutuhkan perhatian khusus. Oleh karena itu, PSSI memutuskan untuk memberikan waktu dan ruang bagi Hilgers untuk menyelesaikan permasalahan pribadinya. "Jadi, kita tidak mau dia kehilangan konsentrasi karena konsentrasi di sepak bola. Konsentrasi sangat wajar sehingga Mees Hilgers kita kasih waktu, kasih ruang konsentrasi di permasalahannya," ungkap Arya.
Keputusan ini menunjukkan bahwa PSSI tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga aspek psikologis pemain. Dengan memberikan waktu dan ruang, PSSI berharap Hilgers dapat fokus menyelesaikan masalah kontraknya dan kembali bermain dengan performa terbaik.
Implikasi untuk Timnas Indonesia
Absennya Hilgers tentu menjadi kerugian bagi Timnas Indonesia. Namun, keputusan PSSI ini juga menunjukkan bahwa mereka lebih mengutamakan kepentingan jangka panjang pemain dan tim secara keseluruhan. Dengan memberikan dukungan penuh, PSSI berharap Hilgers bisa kembali memperkuat timnas dengan kondisi yang lebih baik.
Keputusan ini juga memberikan pelajaran penting bahwa manajemen pemain di level klub sangat mempengaruhi performa dan ketersediaan pemain untuk membela negara. Dengan adanya perhatian dan komunikasi yang baik, diharapkan para pemain dapat fokus pada karir sepak bola mereka tanpa terbebani masalah di luar lapangan.
Selain itu, keputusan ini juga membuka peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Persaingan sehat di dalam tim akan semakin meningkatkan kualitas Timnas Indonesia dalam menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan demikian, keputusan PSSI untuk tidak memanggil Mees Hilgers ke Timnas Indonesia merupakan langkah strategis yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi klub hingga kesejahteraan pemain. Diharapkan, dengan adanya dukungan ini, Hilgers dapat segera menyelesaikan masalahnya dan kembali memperkuat skuad Garuda di masa mendatang.