PSSI: Timnas Indonesia Terhambat TC Panjang, Bandingkan dengan Arab Saudi & Irak
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)
Jakarta, Bola.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Timnas Indonesia dalam persiapan menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ia menjelaskan bahwa Garuda tidak bisa lagi melakukan pemusatan latihan (TC) jangka panjang seperti yang mungkin dilakukan di masa lalu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat jadwal padat dan keterlibatan pemain di klub-klub Eropa.
Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025. Tantangan utama adalah mempersiapkan tim dengan efektif di tengah jadwal kompetisi yang ketat. Perubahan ini memaksa tim pelatih untuk mencari strategi yang lebih efisien dalam memaksimalkan waktu yang ada.
Keterbatasan Waktu Persiapan untuk Timnas Garuda
Arya Sinulingga menyoroti bahwa mayoritas pemain kunci Timnas Indonesia saat ini bermain di klub-klub Eropa. Kondisi ini membuat pemain-pemain tersebut baru bisa bergabung dengan timnas mendekati waktu pertandingan. Jadwal tersebut sangatlah terbatas jika dibandingkan dengan negara lain.
Sebagai contoh, pemain-pemain seperti Jay Idzes yang bermain di Liga Italia, kemungkinan besar baru akan bergabung dengan tim pada tanggal 6 Oktober 2025. Hal ini berarti waktu persiapan yang tersedia sangatlah singkat sebelum pertandingan pertama melawan Arab Saudi pada 8 Oktober 2025 di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah.
Perbandingan dengan Arab Saudi dan Irak
Arya Sinulingga membandingkan situasi Timnas Indonesia dengan tim-tim lain di Grup B, seperti Arab Saudi dan Irak. Kedua negara tersebut memiliki keuntungan berupa waktu persiapan yang lebih panjang. Mereka dapat menggelar pemusatan latihan lebih awal dan lebih intensif.
Arab Saudi, misalnya, telah melakukan pemusatan latihan di Eropa pada Juli 2025, termasuk uji coba melawan tim-tim seperti Makedonia Utara dan Republik Ceska. Hal ini memberikan mereka kesempatan untuk membangun kekompakan tim dan menguji strategi sebelum kompetisi dimulai.
Tantangan Pemanggilan Pemain dan Klub
PSSI menghadapi tantangan dalam hal pemanggilan pemain dari klub-klub luar negeri. Klub-klub Eropa cenderung enggan melepas pemain mereka untuk waktu yang lama, terutama jika jadwal kompetisi klub sedang padat.
Baca Juga: Erik Ten Hag: Nasib Pelatih, Bursa Juventus, dan Potensi Bawa Justin Hubner
Arya Sinulingga menegaskan bahwa tidak mungkin lagi bagi Timnas Indonesia untuk mengadakan TC selama 2-3 bulan. Klub akan enggan melepas pemain andalan mereka untuk periode yang begitu panjang. Situasi ini memaksa pelatih untuk memaksimalkan waktu yang ada dan mencari solusi kreatif.
Dampak pada Strategi dan Persiapan
Keterbatasan waktu persiapan memaksa tim pelatih untuk merancang strategi yang lebih efisien. Hal ini mungkin melibatkan penggunaan analisis video yang lebih mendalam, fokus pada pemulihan pemain, dan memaksimalkan setiap sesi latihan yang ada.
Kondisi ini juga menuntut pemain untuk lebih cepat beradaptasi dengan taktik dan strategi yang diterapkan oleh pelatih. Pemain harus siap untuk langsung tampil maksimal meskipun waktu persiapan yang tersedia sangat terbatas.
Jadwal Pertandingan Krusial di Putaran Keempat
Timnas Indonesia akan mengawali perjuangan di Grup B dengan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober 2025 di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah. Tiga hari kemudian, mereka akan bertanding melawan Irak di stadion yang sama.
Kedua pertandingan ini akan menjadi sangat krusial bagi Garuda dalam upaya mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Hasil positif di kedua laga ini akan sangat penting untuk membangun momentum dan kepercayaan diri tim.
Pentingnya Dukungan dan Optimisme
Di tengah tantangan yang ada, dukungan dari seluruh elemen sepak bola Indonesia menjadi sangat penting. Semangat juang dan optimisme dari pemain, pelatih, dan suporter akan menjadi modal berharga dalam menghadapi persaingan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meskipun menghadapi keterbatasan waktu persiapan, Timnas Indonesia memiliki potensi untuk meraih hasil yang membanggakan. Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat, Garuda diharapkan mampu mengukir sejarah di panggung sepak bola dunia.