Pendaki ASN Bandung Tewas di Gunung Cakra Buana Sumedang: Terpeleset ke Jurang

Table of Contents

Pendaki Tewas Usai Terpeleset ke Jurang di Gunung Cakra Buana Sumedang | TINTAHIJAU.com


SUMEDANG, TINTAHIJAU.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian. Seorang pendaki gunung bernama Dasep Hidayat Permana, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kota Bandung, menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami kecelakaan tragis di Gunung Cakra Buana, Sumedang.

Peristiwa nahas ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai para pendaki gunung, terutama saat kondisi medan tidak bersahabat. Mari kita simak kronologi kejadian dan dampak dari peristiwa ini.

Kronologi Kejadian: Terpeleset dan Jatuh ke Jurang

Peristiwa yang merenggut nyawa Dasep Hidayat Permana (60) terjadi pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban sedang mendaki Gunung Cakra Buana yang terletak di Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Dasep mendaki bersama 10 orang rekannya. Namun, saat menapaki jalur pendakian, langkah Dasep terpeleset. Nahas, ia jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman mencapai 30 meter. Kejadian ini tentu saja mengejutkan rekan-rekan korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Konfirmasi dan Upaya Evakuasi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Bapak Hendar, membenarkan adanya kejadian tersebut. Beliau menyampaikan bahwa korban adalah seorang pendaki bernama Dasep Hidayat Permana, berusia 60 tahun, yang terpeleset dan jatuh ke jurang saat mendaki.

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sumedang, relawan, dan warga sekitar segera bergerak melakukan upaya evakuasi. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang terjal dan curam. Namun, berkat kerja keras tim, jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar jurang.

Proses Evakuasi yang Penuh Tantangan

Proses evakuasi korban dari dasar jurang merupakan tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Medan yang terjal dan curam mengharuskan tim untuk bekerja ekstra hati-hati dan menggunakan peralatan yang memadai. Cuaca yang tidak menentu juga menjadi faktor yang memperlambat proses evakuasi.

Tim relawan dan warga sekitar bahu-membahu membantu proses evakuasi. Keberhasilan evakuasi ini adalah bukti nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

Dampak dan Suasana Duka

Jenazah Dasep Hidayat Permana kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Kepergian Dasep tentu saja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar korban, rekan-rekan pendaki, serta seluruh pihak yang mengenal almarhum.

Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti keluarga dan kerabat korban. Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan waspada saat melakukan aktivitas pendakian gunung. Keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Imbauan untuk Para Pendaki

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki gunung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah: memastikan kondisi fisik dan kesehatan yang prima, menggunakan perlengkapan pendakian yang memadai, selalu berhati-hati saat melintasi medan yang sulit, serta mematuhi semua aturan dan petunjuk dari pihak terkait.

Selain itu, penting juga untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti petugas pos pendakian atau relawan, serta membawa peralatan keselamatan yang memadai. Dengan demikian, diharapkan risiko terjadinya kecelakaan dapat diminimalisir.

Kesimpulan

Kematian Dasep Hidayat Permana di Gunung Cakra Buana adalah tragedi yang menyedihkan. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan saat melakukan aktivitas pendakian gunung. Semoga almarhum Dasep Hidayat Permana diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Mari kita jadikan kejadian ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam kegiatan pendakian gunung.

Baca Juga

Loading...